Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (8)


__ADS_3

Miranda langsung pergi untuk mempersiapkan persiapan acara ulang tahun putri nya, dia menyiapkan dengan sesempurna mungkin.


Aliya masih saja diam di dalam kamar nya, dia lebih banyak meluangkan waktu nya untuk membaca dia belum merasakan dunia luar.


Miranda mengetuk pintu kamar Aliya, dia meminta putri cantik untuk keluar dari kamar nya.


Tapi Aliya seperti melihat ada seseorang di depan pintu gerbang rumah nya, kamar Aliya memang bisa melihat seluruh keliling rumah nya.


"Siapa yaa lelaki itu, seperti sedang menunggu seseorang," Aliya membuka jendela kaca kamarnya supaya dia bisa melihat lebih jelas wajah lelaki tersebut.


Tapi Miranda langsung membuka pintu kamar nya, yang tidak di buka kan terus oleh Aliya.


Miranda menghampiri Aliya, dan dengan sangat terkejut dia melihat Fabian ada di depan gerbang rumah nya.


Miranda langsung mengalihkan pandangan Aliya, dia membalikkan badan Aliya.


"Ikut Mama yaa sayang, Mama sudah mempersiapkan sesuatu untuk kamu di bawah."


Aliya tetap memilih melihat ke bawah, memperhatikan sosok lelaki yang ada di depan pintu gerbang.


"Itu ada lelaki yang menurut aku sangat mencurigakan sekali Mam, dia diam terus di depan gerbang rumah kita,"


Aliya berusaha menunjukkan kepada Mama nya tapi Miranda yang sudah tau jika itu adalah Fabian langsung mengabaikan nya.


"Mungkin itu kurir paket sayaaaaang, sudah yaa ayo kita segera turun."


Miranda langsung merangkul putri cantik untuk keluar dari kamar nya.

__ADS_1


Miranda sudah menyiapkan pesta yang sederhana tapi sangat spesial di hari ulang tahun putri tersebut, dia ada di samping dan ikut merayakan hari special itu.


"Terimakasih Mama, sebernarnya kado terindah itu adalah Mama ada di samping aku."


Aliya langsung memeluk erat tubuh Mama nya, semua asisten rumah tangga yang ada pun terharu melihat mereka bisa saling menyayangi kembali.


"Maafkan Mama yang terlalu sibuk yaa sayang. Mama janji akan menyempatkan waktu walaupun sedikit hanya untuk bersama dengan kamu."


Miranda memberikan kue ulang tahun yang sudah di persiapkan nya, kue cantik berbentuk love dengan angka 17.


"Ayo sayang, pejamkan mata kamu ucapkan semua keinginan kamu dan langsung tiup."


Aliya pun memejamkan mata nya, dia langsung meniup lilin tersebut.


"Selamat ulang tahun sayaaaaang."


"Terimakasih banyak Mama."


Terlihat rona bahagia di wajah Aliya yang akhirnya bisa merasakan kebersamaan bersama Mama nya.


Belum sekitar 30 menit mereka bersama, handphone Miranda berdering sangat kencang sekali.


Aliya langsung memperhatikan Mama nya yang tidak mau menjawab panggilan telephone masuk tersebut.


"Kenapa nggak di angkat Mam, seperti nya itu sangat penting sekali. Angkat saja tidak apa-apa ko kalau Mama harus pergi ke kantor lagi."


Miranda yang mengetahui jika ini pasti panggilan telephone masuk dari Fabian langsung memilih untuk pergi ke luar rumah.

__ADS_1


"Maaf yaa sayaaaaang, Mama keluar dulu yaa supaya lebih fokus untuk menerima telephone nya, karena ini panggilan telephone sangat penting sekali."


Tampa pikir panjang Miranda langsung berlari ke luar rumah nya, dia mematikan handphone dan keluar gerbang.


Aliya yang di buat sangat penasaran pun mengikuti Mama nya, dia melihat Mama berjalan sampai harus keluar gerbang.


"Sepenting itu kah,? kenapa harus sampai keluar gerbang segala buat menerima panggilan telephone."


*****


Miranda langsung menemui Fabian, dia yang emosional karena Fabian mengikuti nya sampai ke rumah nya.


"Kamu ngapain sih datang ke sini,? kamu nekat banget. Bagaimana kalau nanti anak aku tahu semuanya, dia udah curiga sama kamu dia memperhatikan kamu dari jendela kamar nya."


Fabian hanya tersenyum kepada Miranda sambil membelai rambut panjang Miranda.


"Sayaaaaang, aku masih sangat kangen sama kamu. Lagian kenapa kalau anak kamu tahu tentang aku memang seharusnya dia tahu kan, kalau aku ini adalah calon ayah sambung nya."


Miranda langsung menepis tangan Fabian yang mencoba memegang pipinya.


"Fabian, aku mohon kamu pergi sekarang juga jangan bikin aku kesal yaa. Jangan ngangu waktu berharga ku dengan putri ku ini, aku mohon kamu pergi sekarang."


Miranda langsung mengeluarkan uang banyak dari dompet nya, dan langsung memberikan kepada Fabian.


"Terimakasih banyak sayaaaaang, baiklah aku akan pergi sekarang juga."


Fabian langsung meninggalkan tempat tersebut, tampa basa-basi karena sudah mendapatkan uang yang dia inginkan.

__ADS_1


__ADS_2