
Aliya memilih untuk menginap di rumah Siska, mereka pulang dengan taksi online.
"Akuu seneng banget loh Al kamu mau nginep di rumah aku, lebih bagus lagi kamu nginep di rumah aku nya sampai Kak Fabian selesai tugas."
Siska yang begitu sangat baik kepada Aliyaa karena sikap Aliyaa yang begitu sangat baik sekali dengan nya.
"Aku nggak mau ngerepotin keluarga kamu Sis, kalau aku terlalu lama di rumah kamu malah jadi beban keluarga."
Aliya pun langsung tersenyum kepada Siska.
"Yaa nggak dong Al, kamu nggak bakalan jadi beban kamu malah jadi guru private aku Al kamu kan pintar banget."
Akhirnya mereka pun sampai di rumah Siska.
"Eh, Al kalau Rendy datang ke rumah kamu gimana yaa sambil membawa handphone kamu yang baru dia kan nggak punya nomber handphone nya aku."
Aliya dan Siska saling pun saling terdiam sambil memikirkan Rendy.
__ADS_1
"Yaa kalau dia peka sih dia pasti langsung datang ke rumah kamu, kalau pas dia datang ke rumah aku kosong. Yaa kalau nggak mungkin besok lagi di kampus dia ngasih nya."
Aliya dan Siska langsung masuk ke dalam rumah nya, kedatangan Aliyaa sangat di sambut baik oleh keluarga Siska.
Karena Siska yang banyak bercerita tentang kehidupan Aliyaa yang sekarang kepada orang tua nya.
"Aliya lebih baik kamu tinggal di sini saja bersama dengan Siska, Tante merasa tidak tega sekali melihat kamu yang memilih untuk menyewa rumah sendir dan begitu sangat mandiri sekali."
Ucap Ibu Siska membuat Aliyaa terdiam, Dia bukan siapa-siapa tapi mempunyai rasa kasih sayang kepada nya dan sangat perhatian sekali.
Melihat wajah Aliyaa yang sedih lagi, Siska memilih langsung membawa Aliyaa ke dalam kamar nya.
"Ayoo Al, kita masuk ke kamar kamu pasti sangat cape sekali dan harus beristirahat."
Siska memegang tangan Aliyaa dan mereka pun masuk ke dalam kamar Aliyaa.
Aliya dan Siska langsung berisitirahat di atas tempat tidur nya.
__ADS_1
"Al, kamu merasa nggak sih kedatangan Rendy seperti di rencanakan."
Siska mulai merasa curiga terhadap kehadiran Rendy.
"Maksud kamu gimana Sis,? di rencanakan oleh siapa. Tapi aku memang terakhir bertemu dengan Rendy itu ketika aku kelas 6 SD dan itu udah lama banget yaa."
Siska langsung terbangun dari tidur nya dia semakin curiga.
"Maksud aku gini loh Al, kok bisa yaa sosok Rendy ini datang di saat Kak Fabian pergi bertugas ke luar kota dan sekarang Rendy jadi deket banget sama kamu."
Aliya hanya tersenyum kepada Siska.
"Rendy sejak dulu memang baik apalagi Mama nya, Tante Kania dia sangat baik sekali sama aku loh dan aku juga dekat sekali dengan Tante Kania jadi pantesan aja Rendy seperti itu sama aku."
Mendengar penjelasan dari Aliyaa tidak membuat Siska percaya begitu saja tapi Siska tidak mau membuat Aliyaa menambah pikiran nya.
"Oh begitu ya Al, yaa semoga saja Rendy benar-benar tulus sama kamu bukan karena ada sesuatu di balik kebaikan nya."
__ADS_1