
Fabian pun membuka pintu ruangan rawat inap Aliyaa.
Dia duduk dan memegang tangan Aliyaa dan mencium tangan Aliyaa.
"Kenapa kisah cinta kita ini begitu sangat berat sekali Aliyaa, aku takut sekali kamu yang menyerah. Teruslah berjuang bersama dengan kuu."
Fabian terus saja mencium tangan Aliyaa sampai akhirnya Aliyaa pun tersadar.
Dia melihat lelaki yang di sayangi berada bersama dengan nya.
"Kaaaaa, aku sudah sadar kaaa. Maafkan aku yang selalu merepotkan Kakak dan Kakak yang harus berhubungan dengan perempuan yang lemah seperti aku ini."
Suara Aliyaa terdengar sangat bergetar sekali dan Fabian pun langsung tersenyum ketika melihat Aliyaa sudah sadar.
"Kamu sudah sadar sayaaaaang, kamu tidak merepotkan sekali karena ini memang tugas Kakak yang harus bertanggung jawab atas semua nya. Kamu baik-baik saja kan apa yang sekarang kamu rasakan."
Fabian mencium kening Aliyaa dengan penuh perasaan sekali dan Aliyaa merasa cinta yang besar dari Fabian untuk nya.
__ADS_1
"Terimakasih banyak ya Kak, masih mau bertahan dengan aku. Dan aku pun juga akan terus bertahan bersama dengan Kakak apapun yang terjadi."
Aliya tersenyum manis kepada Fabian dan membuat Fabian semakin bersemangat untuk mempertahankan cinta mereka.
"Aliya sayaaaaang kamu harus benar-benar menjaga kesehatan kamu dari makanan, kamu jangan telat untuk makan dan jam istirahat kamu juga harus cukup. Jika kamu mempunyai banyak tugas dari kampus kita kerjakan bersama-sama yaa."
Aliya pun langsung tersenyum ketika Fabian yang hendak membantu tugas-tugas kuliah nya.
"Kakak itu kan sekolah nya bisnis bukan kedokteran, Kakak pintar di bidang bisnis jadi nggak mungkin deh Kakak nyambung dengan tugas-tugas kedokteran aku."
Fabian tersenyum ketika melihat Aliyaa tersenyum, Fabian langsung mengingat kembali masalalu nya.
"Oh iya ya lupa, kamu itu kan super cerdas jadi nggak perlu di bantu kan pasti selesai semua nya dengan mudah nya."
Melihat Aliyaa yang sudah tersenyum kembali membuat Fabian semakin bahagia sekali.
"Oh iya Kak, semalam Kakak kan menghampiri Mama itu nggak terjadi apa-apa kan dengan Mama."
__ADS_1
Fabian terpaksa harus berbohong kepada Aliyaa ketika Mama berencana untuk mengajak Fabian untuk menikah dan tinggal di luar negeri.
"Semuanya baik-baik saja hanya saja Mama kamu yang terlalu berlebih-lebihan dalam berbicara dan egois sekali tidak mau mengalah."
Aliya pun percaya dengan ucapan dari Fabian.
"Mama tidak menanyakan aku kaaa,? dia pasti sangat marah sekali dengan sikap aku semalam."
Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa sambil tersenyum.
"Sikap kamu semalam itu tidak salah Aliyaa, kamu memang ingin sekali di perhatikan oleh Mama kamu tapi aneh nya Mama kamu tidak peka dengan hal itu dia mengabaikan semua nya."
Fabian mencoba untuk menenangkan pikiran Aliyaa.
"Nanti juga ada saat nya kamu dan Mama kamu bersatu kembali, saling sayang seperti dulu lagi yaa. Semoga saja yaa sayaaaaang."
Aliya pun membayangkan kebersamaan bersama dengan Mama di masalalu.
__ADS_1
"Yaa, aku sangat yakin sekali nanti aku akan bersama dengan Mama kembali. Pergi ke salon bersama-sama lagi beli baju barengan makan menghabiskan waktu bersama, Demi Tuhan aku sangat merindukan sekali saat-saat indah bersama dengan Mama."
Aliya kembali meneteskan air mata nya dia rindu Mama nya.