Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (266)


__ADS_3

Fabian tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dia memberikan cincin putih untuk Aliyaa.


"Pakai ini yaa hanya untuk pengikat hubungan kita saja."


Fabian pun memasukkan cincin tersebut ke jari Aliyaa.


Miranda yang tiba-tiba saja datang ke rumah Dokter Nadia melihat momen tersebut.


Dia merasa sangat sakit hati sekali ketika melihat Aliyaa lah yang di pilih oleh Fabian.


Ketika di pasangkan cincin putih tersebut Aliyaa langsung di peluk oleh Liana.


"Siapa wanita yang memeluk Aliyaa itu,? apakah itu adalah ibu nya Fabian."


Miranda memberanikan diri untuk masuk ke dalam menemui mereka semua.


Siska yang melihat kedatangan Miranda pun langsung di buat sangat terkejut sekali, dia langsung memandangi wajah Aliyaa.


Dokter Nadia pun mulai hawatir dengan kedatangan Miranda yang tiba-tiba saja, dia takut Miranda menjadi pengacau suasana.


"Mama, akhirnya Mama mau datang juga."

__ADS_1


Terdengar suara Aliyaa yang bergetar ketika melihat kedatangan Mama nya.


Fabian pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dia pun memandangi wajah Miranda.


"Terimakasih banyak atas kedatangan Mama, maafkan aku yang sebelumnya tidak memberitahu Mama tentang rencana ini karena aku pun tidak di beritahu dulu sebelum nya."


Miranda hanya tersenyum tipis dan tetap berdiri.


"Miranda, silahkan kamu duduk. Anak mu Aliyaa dia akan di ajak menikah oleh Fabian dan ini adalah Ibu Liana Anggraini dia orang tua Fabian yang begitu sangat menginginkan pernikahan Aliyaa dengan Fabian di percepat saja. Agar Aliyaa bisa tinggal bersama dengan Fabian dan orang tua nya."


Miranda masih bisa menahan rasa sakit hati nya, dia begitu sangat sesak sekali dan seperti ingin berteriak kencang sekali.


Miranda hanya terdiam saja sambil menundukkan kepalanya.


Miranda memilih untuk pergi dari tempat tersebut dia tidak memberikan kepastian jawaban untuk Aliyaa dan Fabian.


Aliya merasa jika Mama nya sangat terpukul sekali mendengar rencana pernikahan nya dengan Fabian.


"Apakah Mama menyetujui pernikahan kita ini,? kenapa Mama hanya berkata seperti itu saja."


Aliya pun merasa sangat sedih sekali dengan sikap Mama nya tersebut.

__ADS_1


"Sudah Aliyaa, kamu jangan memikirkan Mama kamu yaa. Sekarang kamu adalah tanggung jawab Dokter. Dokter yang bertanggung jawab atas semua acara pernikahan kamu yaa."


Dokter Nadia tidak mau melihat Aliyaa sedih di saat hari kebahagiaan nya tiba.


Fabian begitu sangat berterimakasih sekali kepada Dokter Nadia yang begitu sangat baik sekali kepada Aliyaa.


Dokter Nadia mengurus Aliyaa seperti anak nya sendiri.


"Dokter baik sekali dengan Aliyaa, setelah menikah nanti dengan Aliyaa. Ibu saya pasti sangat sayang sekali dengan Aliyaa."


Liana Anggraini pun langsung menatap wajah Aliyaa sambil tersenyum manis.


"Kamu tidak akan Ibu anggap sebagai seorang menantu tapi kamu akan ibu anggap seperti anak kandung ibu."


Siska pun merasa sangat terharu sekali ketika melihat Aliyaa yang di penuhi oleh orang-orang yang sayaang kepada nya.


"Aliya sekarang adalah kebahagiaan muuu, kamu sudah cukup bersedih hati sekarang kebahagiaan muu di mulai Aliyaa."


Ucap Siska sambil tersenyum manis kepada Aliyaa.


"Terimakasih banyak ya Siska, kamu adalah sahabat baik aku. Dan kamu juga selalu membantu aku, kamu adalah sahabat sejati kuu Siska."

__ADS_1


Siska pun langsung menghampiri Aliyaa dan memeluk erat Aliyaa.


Mereka berdua memang sahabat sejati.


__ADS_2