
Fabian mendengar suara-suara teriak-teriak Miranda dan seperti pecahan barang-barang yang di lemparkan oleh Miranda.
"Dasar orang kaya, dia bisa melakukan apa yang dia inginkan. Untuk melampiaskan kekesalannya nya."
Fabian mengabaikan nya dia langsung masuk ke dalam mobil nya, Fabian memikirkan bagaimana jika dia bisa bersama dengan Aliyaa.
Dia harus bisa membuat Aliyaa bahagia dengan tanggung jawab nya sendiri.
"Jika besok Miranda memberhentikan pekerjaan ku, lebih baik secepatnya cari tempat yang baru."
Fabian sampai di depan rumah nya dia langsung masuk ke dalam kamar nya dengan keadaan yang sangat lemas sekali.
Dia langsung menganti pakaian dan merenungkan kembali dirinya.
Fabian mengeluarkan handphone nya, dia pun langsung mengirimkan pesan kepada Miranda.
__ADS_1
...*Mobil pemberian semasa dulu sudah aku kembali kan, aku membeli mobil ini dengan tabungan pribadi ku sendiri. Dan Apartemen, aku sudah tidak menetap di Apartemen itu. Aku pergi menyewa rumah pribadi.*...
Pesan Fabian bukan membuat Miranda menjadi lebih baik tapi semakin menjadi-jadi dan membuat para pegawai yang ada di depan nya memilih untuk keluar dari ruangan tersebut karena merasa sangat takut sekali dengan kondisi Miranda.
"Aaahhhhhh, apa yang kamu lakukan kepada ku Fabian. Kamu menghancurkan semua nya, semua yang sudah ku persiapan dengan susah paya seperti ini."
Miranda langsung meninggalkan tempat tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil nya, dia berniat untuk pergi ke Apartemen yang di berikan kepada Fabian.
Miranda mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali, dia mengendarai mobil dengan menangis dan emosional sekali.
Dia terus memegang kepala nya yang terasa sangat pusing sekali seperti tensi nya naik kembali.
Miranda terus memanggil nama Fabian dia seperti orang yang despresi kehilangan Fabian.
Miranda merasa tidak bisa lagi mengatur Fabian seperti keinginan yang dulu, karena sekarang Fabian sudah tidak peduli dengan harta kekayaan yang di berikan oleh dirinya.
Miranda merasa sangat binggung sekali, bagaimana dia bisa bersama dengan Fabian kembali. Sedangkan Fabian yang seperti sudah tidak memperdulikan lagi dirinya.
__ADS_1
"Apa jadinya jika Fabian pergi meninggalkan kuu, dia lebih memilih untuk bersama dengan wanita lain. Aku tidak mau itu semua terjadi aku harus bisa bersama kembali dengan Fabian."
Miranda berada di depan Apartemen nya yang dulu di pakai oleh Fabian, dia masuk ke dalam Fabian dan ternyata benar saja sudah tidak ada barang-barang milik Fabian.
"Kamu pergi, kenapa kamu pergi. Kamu benar-benar ingin menjauh dari kuu Fabian."
Miranda kembali merasa sangat emosional sekali, dia pun kembali berteriak kencang di dalam kamar tersebut.
Hingga akhirnya dia pun merasa lelah sekali dan duduk di atas kasur, air mata nya terus mengalir di wajah nya.
Dia sudah merasakan rasa sakit di kepalanya tiba-tiba rasa sakit itu pun semakin meningkat.
"Aku harus tenang, aku harus langsung berisitirahat seperti nya tensi ku sudah tinggi sekali."
Miranda pun langsung berisitirahat dengan memegang terus kepalanya, dia berharap sekali ini semua hanya mimpi yang ketika besok dia terbangun semua menjadi baik-baik saja.
"Fabiaaannnnn, aku sangat mencintaimu aku ingin terus bersama dengan kamu. Kamu jangan pergi dari kehidupan ku ini."
__ADS_1
Ucap Miranda dengan mulut yang bergetar dan nafas yang sesak.