
Mendengar perkataan polos Aliya, Fabian melirikan mata nya kepada Miranda. Miranda hanya terdiam dan tetap memakai kacamata nya.
Fabian memfokuskan pandangannya kepada Aliya, Fabian terus memandangi wajah Aliya dan membuat Aliya merasa sangat binggung sekali.
"Kak Bian kenapa sih liatin terus aku gitu, apa ada yang aneh dengan penampilan ku malam ini yaa."
Aliya langsung mengambil cermin dari tas nya dan memandangi wajah nya.
"Kamu cantik natural Aliya, kamu cantik sempurna tidak di buat-buat."
Perkataan Fabian membuat Miranda sedikit emosi dia pun langsung menikmati makanan dan minuman yang ada di hadapannya.
"Jangan banyak basa-basi, lebih baik sekarang kita menikmati makanan dan minuman yang ada di hadapan kita ini dan menikmati alunan musik biola yang ada di samping kita."
Aliya dan Fabian pun langsung menikmati makanan yang sudah di sediakan itu.
"Hmmmmmmm, apa ini adalah masakan Kak Bian?. Ini sungguh enak banget Kak nanti pokoknya Kakak harus ajarin aku masak yaa Kak."
__ADS_1
Fabian langsung tersenyum mendengar perkataan Aliya.
"Kenapa kamu bisa berkata seperti itu Aliya, ini bukan 100% masakan yang di buat Kakak. Tapi Kakak ikut membantu sedikit saja."
Miranda merasa Fabian dan Aliya sudah sangat akrab sekali, dia pun sebaiknya memberitahu semua karena Aliya bahwa Fabian itu merupakan calon Papa baru nya.
Ketika Miranda ingin membicarakan tentang itu, Fabian menjulurkan tangannya kepada Aliya. Fabian mengajak Aliya untuk berdansa di hadapan Miranda.
"Ayo Aliya, kita rayakan ini semua malam ini."
Aliya pun merespon permintaan Fabian, dia pun mau berdansa bersama dengan Fabian.
Miranda memilih untuk meninggalkan tempat tersebut, tampa sepengetahuan Aliya tapi terlihat oleh Fabian.
Fabian tersenyum puas ketika melihat Miranda yang memilih untuk pergi meninggalkan mereka berdua, dia bisa menghabiskan waktu bersama nya bersama dengan Aliya.
Miranda melemparkan kacamata hitam di depan mobil nya dengan penuh emosional sekali, dada terasa sangat sesak sekali melihat putri nya dengan kekasih nya yang begitu mesra sekali di hadapan nya.
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, kenapa jadi seperti ini jadi nya. Tapi aku nggak boleh langsung berpikir negatif dengan mereka berdua, bukan kah ini adalah rencana ku dan tidak mungkin Fabian menghianati perasaan ku ini."
Miranda membuka pintu mobil nya, dia bersandar di dalam mobil nya dengan memainkan handphone nya.
Miranda tidak tahu harus bagaimana lagi, dia tidak mungkin kembali ke dalam dan dia juga tidak mungkin menunggu di dalam mobil.
Miranda memilih untuk menghubungi nomer handphone Irfan, dia ingin bisa bertemu dengan nya.
"Semoga saja Pak Irfan ada waktu luang untuk bisa bertemu dengan aku, hanya dia sekarang teman ternyaman ku saat ini."
Miranda pun langsung mencari kontak handphone milik Irfan dan langsung mengirimkan pesan kepada nya.
*Pak Irfan maaf saya ganggu waktu nya, bisakah kita bertemu malam ini di restoran seperti biasanya*.
Irfan yang membaca pesan dari Miranda pun langsung membalas dengan semangat.
*Bu Miranda sekarang saya sedang berada di Apartemen saya, Bu Miranda bisa datang ke Apartemen saya nanti saya kirimkan alamat nya.*
__ADS_1
Miranda yang membaca balasan cepet dari Irfan langsung mengikuti alamat yang sudah di kirimkan.