
Selesai bersenang-senang bersama Fabian langsung mengajak Aliya dan Siska pulang, karena dia tidak mau di salahkan oleh keluarga mereka.
"Ayooo kita pulang anak-anak kalian harus banyak istirahat karena perjuangan kalian masih panjang."
Aliya dan Siska pun dengan terpaksa mengikuti apa yang di perintahkan oleh Fabian, mereka pun langsung pergi berjalan menuju ke mobil.
Aliya memegang bucket bunga mawar merah pemberian Fabian, dia pun memeluk nya walaupun sebenarnya dia tidak suka mawar merah.
"Kak, aku nggak mau jadi penerus perusahaan keluarga aku. Aku punya impian yang lain walaupun Mama akan memaksa pun aku nggak mau."
Fabian hanya terdiam mendengar perkataan Aliya, Siska pun langsung memandangi wajah Aliyaa yang sedih kembali.
"Aliya kamu jadi apa kalau aku sih pengen jadi perawat, aku juga nggak mengikuti keinginan orang tua yang seorang guru."
Aliya terkejut ketika Siska mengatakan ingin melanjutkan sekolah menjadi seorang perawat.
__ADS_1
"Aku pun ingin menjadi seorang Dokter Specialis Kandungan atau Dokter Specialis Anak."
Fabian tidak menyangka jika Aliya ingin menjadi seorang Dokter, Fabian yang memilih keluar dari keluarga karena tekanan dari keluarga nya yang menginginkan Fabian bisa menjadi seorang Dokter seperti Ayah nya.
Fabian hanya mendengarkan perkataan Aliya da Siska, mereka yang begitu sangat asik mengobrol tentang tenaga medis.
"Kak Bian, aku ingin pergi ke Restoran dulu yaa. Aku ingin bertemu dengan Om Irfan, dia harus tahu kalau aku ini sudah lulus dan menjadi calon mahasiswa."
Siska memilih untuk langsung pulang saja, dia tidak bisa menemani Aliya yang ingin bertemu dengan Om Irfan.
"Aliya dan Kak Fabian terima kasih banyak yaa, kalian baik sekali pokoknya terimakasih banyak."
Senyum manis Aliya selalu membuat hati Fabian luluh dan semakin jauh cinta dengan Aliya.
"Aliya apa kamu yakin akan pergi ke Restoran tersebut, apa kamu tidak takut Mama kamu marah-marah dan tensi nya kembali tinggi."
__ADS_1
Fabian melirikan mata nya kepada Aliyaa.
"Untuk apa Mama marah yang ada dia malu, anak nya lulus tapi sibuk dengan kerjaan nya."
Aliya memasang wajah cemberut dan kesal.
"Mama kamu nggak datang itu karena kamu nggak ngasih kabar sama Mama kamu kan, coba kalau telephone Mama Miranda dan bicara dengan baik-baik pasti dia mau datang ke sekolah."
Aliya langsung terdiam mendengar perkataan dari Fabian, dia yang memang nggak mau memberikan kesempatan untuk Mama nya sendiri.
"Iyaaa Kak, aku salah sikap aku yang keterlaluan sekali dengan Mama. Aku mau minta maaf sama Mama."
Fabian langsung tersenyum kepada Aliya, dia melihat Aliya yang keras kepala mulai luluh dengan kata-kata dirinya.
Fabian langsung melanjutkan perjalanan ke Restoran Irfan, Aliya langsung terkejut kenapa Fabian tahu alamat Restoran Om Irfan sedangkan dia sebelumnya belum memberitahu alamat kepada Fabian.
__ADS_1
"Kok Kak Fabian tau sih alamat Restoran ini, sedangkan aku sendiri belum ngasih tau alamat yaa loh sama Kak Bian."
Fabian pun langsung tersadar ketika dia yang penuh nafsu menjalankan mobilnya ke Restoran Irfan, dia langsung ketakutan Aliya mencurigai nya karena tau tentang hubungan nya sebelum Aliya bercerita.