Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (90)


__ADS_3

Aliya tertidur pulas di pelukan Fabian, dia langsung tersadar dan bangun dia melihat Fabian yang begitu sangat kelelahan sekali.


Aliya pun pergi mandi dan mencoba untuk memasakkan makanan sarapan pagi untuk Fabian.


"Hmmmm, seperti nya aku masak nasi goreng saja dan sekarang juga masih jam 7 pagi. Masih ada waktu untuk Kak Bian pergi ke kantor."


Aliya langsung memasakkan sarapan untuk Fabian, Aliya yang manja yang selalu tergantung kepada para pelayan yang ada di rumah nya pun berubah menjadi anak yang mandiri.


"Kak Bian begitu sangat baik sama aku, masasih aku nggak baik sama dia yaa walaupun cuma di masakan nasi goreng saja."


Aliya sangat berhati-hati sekali mungkin ini adalah pengalaman hidup nya, bangun tidur langsung menyiapkan makanan.


Setelah selesai memasak Aliya pun langsung menyimpan nya di meja makan, dan menghampiri Fabian yang masih terlelap dalam tidur nya.


Aliyaa menepuk halus pipi Fabian, dan dia pun tersenyum ketika melihat Fabian terbangun dari tidurnya.


__ADS_1



"Bangun Kak ini sudah jam 7:30 pagi, waktu nya Kakak mandi dan sarapan terus pergi ke kantor deh."


Aliya langsung menarik paksa tangan Fabian yang masih sangat mengantuk sekali, dia membawa Fabian ke meja makan.


"Ini aku loh Kak yang masak nya special buat Kakak Fabian, tapi kalau nggak enak jangan di muntahin yaa Kak cukup di stop aja makan nya. Nanti aku sakit hati lagi."


Fabian pun langsung tersenyum manis sambil memandangi wajah cantik Aliya, baru pertama kali nya ada perempuan yang membukanya masakan.


"Terimakasih banyak yaa Aliyaa Cantik, yaudah Kakak mandi dulu yaa sekarang."


Selesai mandi Fabian menghampiri Aliya dia pun langsung memakan masakan Aliya tersebut, dan membuat Aliya terkejut melihat Fabian yang begitu sangat lahap sekali makan nya.


"Ini makanya lahap itu karena lapar yaaa Kak, hmmmmmm seperti nya begitu kayanya."


Aliya pun langsung mencoba masakan nya sendiri dan ternyata rasanya memang lumayan enak.

__ADS_1


Fabian pun langsung tersenyum ketika Aliya udah merasakan masakannya sendiri.


"Ternyata enak kan masakannya bukan karena lapar juga kan Aliya, ayooo terus belajar masak kamu ada potensi jadi seorang chef."


Aliya hanya tersenyum tipis sambil terus memakan masakan nya.


"Hmmmmm, Aliya apa yang akan kamu lakukan sekarang. Apa kamu akan tetap tinggal di Apartemen ini atau bagaimana?."


Aliya langsung menghentikan makan nya dia tersenyum tipis sambil memegang kepalanya dengan kedua tangan nya.


"Ahhhhhhh aku sangat pusing sekali Kak, aku harus bagaimana lagi tapi sepertinya aku akan kembali ke rumah tapi tidak untuk hari ini. Aku ingin meluapkan semua perasaan kepada Siska dan mungkin sekarang aku akan menemui Siska untuk menginap di rumah nya."


Fabian tidak bisa memaksa keinginan Aliya, dia sebenarnya menginginkan Aliya tinggal bersama nya di Apartemen ini.


"Baiklah Aliyaa, jika itu adalah keinginan kamu jika ingin bersama dengan Siska. Tapi Kakak mohon kamu jangan nekad yaa, jangan sampai kabur membuat orang panik."


Mendengar perkataan Fabian Aliyaa seketika langsung tertawa.

__ADS_1


"Hahahaha, kabur untuk apa kak percuma juga Mama nggak akan peduli sama aku. Mungkin yang ada Mama senang aku menghilang tampa ada kabar selamanya."


__ADS_2