Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)

Wanita Kesepian (Pecinta Brondong)
Episode (118)


__ADS_3

Aliya mulai sadarkan diri dia melihat dengan mata yang berkunang-kunang di samping seperti ada seseorang yang menjaga nya.


Aliya pun semakin membuka mata nya secara perlahan dan terlihat sangat jelas sekali dia temani oleh Om Irfan.


Aliya merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Om Irfan ada di samping nya, Aliyaa terbangun sambil memegang kepalanya nya.


Irfan pun langsung membantu Aliyaa yang ingin menyenderkan tubuhnya ke tempat tidur.


"Hati-hati Aliyaaa, hati-hati yah."


Irfan begitu sangat hati-hati sekali membantu Aliyaa menyenderkan kepalanya dengan bantal di belakang nya.


"Kenapa Om Irfan bisa ada di sini,? apakah Mama yang menyuruh Om Irfan untuk menemani aku."


Setelah mendapatkan pesan singkat dari Miranda, Irfan langsung pergi ke rumah Miranda berniat untuk bertemu dengan Aliya tapi ternyata dia melihat Aliyaa yang tidak sadarkan diri dan di bawa ke dalam mobil.

__ADS_1


"Om Irfan tadi melihat kamu di bawa ke dalam mobil dan Om Irfan mengikuti mobil itu ternyata kamu di bawa ke rumah sakit ini."


Mendengar penjelasan dari Om Irfan, Aliya pun hanya terdiam saja dan memegang kepalanya yang terasa sangat sakit sekali.


"Aliya, ada apa sebenarnya kenapa kamu bisa seperti ini dan sampai masuk ke rumah sakit."


Irfan mencoba ingin mengetahui penjelasan dari Aliyaa sendiri.


"Aku terlalu semangat belajar mengejar beasiswa untuk menjadi seorang Dokter."


Setelah mendengar perkataan Aliyaa, Irfan baru paham maksud dari perkataan Miranda. Ternyata Aliyaa bukan tidak mau melanjutkan pendidikan tapi dia lebih memilih untuk menjadi seorang Dokter bukan seorang pembisnis seperti yang di inginkan oleh Miranda.


Irfan memegang tangan Aliyaa dia memegang sangat erat sekali dan membuat Aliyaa menatap wajah Irfan.


"Kamu tidak kasihan dengan Mama kamu, yang memperjuangkan perusahaan itu sendiri semenjak Papa kamu meninggal. Jika kamu mau membantu Mama kamu dengan mengikuti apa yang di inginkan oleh Mama kamu dia pasti sangat bahagia sekali, Mama kamu bisa istirahat di rumah tidak harus cape-cape ketika umurnya sudah tidak muda lagi."

__ADS_1


Aliya sama sekali tidak terpengaruh oleh semua perkataan Irfan dia tetap dengan keinginan nya.


"Aku ingin menjadi seorang Dokter Specialis Anak, apa itu salah?. Aku menginginkan dari hati aku sedang jika aku mengikuti keinginan Mama itu hanya paksaan dan aku tidak menikmati nya sama sekali. Ini sudah menjadi pilihan aku dan aku pun terima apapun yang terjadi."


Aliya melepaskan paksa genggaman tangan Irfan, dan membuat Irfan hanya bisa terdiam saja karena melihat keinginan kuat dari Aliyaa sendiri.


***


Di suatu tempat yang berbeda setelah selesai meeting, Fabian langsung mengambil handphone nya dan membaca pesan dari Pak Denies.


Seketika Fabian langsung berlari keluar dari ruangan tersebut membuat Miranda kebingungan.


"Ada apa dengan Fabian, kenapa dia langsung berlari begitu saja."


Miranda dengan santainya dia duduk dan membuka handphone nya dan dia pun terkejut ketika membaca pesan singkat dari Denies supir pribadi Aliya.

__ADS_1


"Astaga Aliyaaaaaaa kamu kenapa lagi sihhhh, selalu saja membuat panik."


Miranda pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan pergi menuju ke Rumah Sakit.


__ADS_2