
Fabian merasa sangat merindukan sekali Aliyaa, dia termenung ketika tidak dapat berkomunikasi dengan Aliyaa.
"Ada apa dengan Aliyaa kenapa dia tidak mau berkomunikasi dengan kuu, apa Siska sudah memberitahu semua nya kepada Aliyaa."
Fabian merasa sangat tidak tenang hati nya dia terus saja memikirkan Aliyaa.
Miranda melihat Fabian seperti sedang galau sekali, dia pun mencoba untuk mendekati Fabian.
"Fabian, ada apa dengan kamu ? kenapa kamu seperti tidak bersemangat sekali. Ini baru hari pertama kita di sini masih ada dua hari lagi kita di sini."
Fabian hanya terdiam saja dia mengabaikan ucapan dari Miranda, dan Miranda pun langsung tersenyum ketika melihat wajah Fabian yang seperti itu.
__ADS_1
Miranda merasa jika Fabian pasti punya permasalahan dengan Aliyaa.
"Kamu merindukan Aliyaa ? apa yang membuat kamu sangat merindukan Aliyaa. Aliya masih sangat labil apalagi dia baru merasakan jatuh cinta dia belum mempunyai keyakinan untuk bisa serius dalam hubungan dia seorang yang sangat pejuang sekali dia pasti akan meraih kesuksesan nya."
Fabian merasa sangat tidak suka dengan ucapan Miranda.
"Aliya itu sebenarnya anak kandung kamu kan ? dia lahir dari rahim kamu kan. Tapi kenapa sikap kalian sangat berbeda jauh sekali, kamu tau semenjak Aliyaa keluar dari rumah itu dia seperti terlahir kembali menjadi seorang yang sangat luar biasa sekali."
Fabian memandangi wajah Miranda dengan jarak yang dekat sekali sampai Miranda memejamkan mata nya.
Fabian mendorong tubuh Miranda sehingga membuat terjauh dari Fabian.
"Tapi kalian berdua tidak mungkin bisa bersama sampai bermimpi untuk bisa menikah, karena aku tidak akan pernah memberikan restu untuk kalian berdua. Apalagi jika Aliyaa tahu lelaki yang dia sayang itu sebenar nya adalah lelaki yang di cintai oleh Mama nya, hmmmm aku yakin Aliyaa pasti akan memilih kebahagiaan untuk Mama nya."
__ADS_1
Fabian tersenyum mendengar perkataan Miranda.
"Hey Miranda bangun tidur mu terlalu miring, kamu menginginkan kebahagiaan yang di berikan oleh Aliyaa. Sedangkan kamu sendiri tidak pernah mau memberikan kebahagiaan untuk anak muu sendiri, kamu egois sekali Miranda kenapa kamu masih ingin bersama dengan kuu sedangkan kamu tahu aku sudah tidak punya perasaan lagi."
Fabian begitu sangat emosional sekali ketika melihat tingkah laku Miranda yang seperti tidak memperdulikan orang lain dia hanya menginginkan kebahagiaan diri nya sendiri.
"Aku sudah tidak punya perasaan sama sekali sama kamu Miranda, sampai kapan pun aku tidak akan pernah mau menikah dengan kamu apapun yang terjadi Miranda apapun ingat baik-baik perkataan aku Miranda."
Fabian memilih untuk meninggalkan Miranda sendiri di hotel dia memilih keluar memenangkan pikiran nya.
"Fabian kenapa kamu bisa terlalu cinta sekali kepada Aliyaaaaaaa, aku menyesal sekali telah mempertemukan kalian berdua. Dan aku sangat menyesal sekali harus punya pikiran mendekat kan kalian berdua Aaahhhhhh."
Miranda melemparkan barang-barang yang ada di hadapannya dia mulai emosional kembali.
__ADS_1
"Aliya kamu harus membuat Fabian mencintai Mama kembali, kenapa kamu harus mengambil kebahagiaan Mama. Kebahagiaan Mama yang ingin selalu bersama dengan Fabian."
Miranda membuat kamar hotel menjadi berantakan karena kelakuan nya.