
Miranda melihat Fabian masuk ke dalam mobil nya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
"Fabian, dia mau pergi ke mana yah. Apa dia juga akan pergi ke rumah sakit melihat Aliyaa."
Tidak seperti Fabian yang kelihatan tergesa-gesa, Miranda sikap santai sekali ketika mendengar Aliyaa sakit.
Sesampainya di rumah sakit Fabian langsung mencari ruangan Aliyaa ketika dia mau masuk ke dalam.
Dia terkejut melihat ada Irfan yang menemani Aliyaa, dia ada di samping Aliyaa.
Fabian hanya memandangi Aliyaa bersama dengan Irfan dia tidak berani untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.
Hampir lama Fabian hanya memandangi Aliyaa di depan pintu ruangan nya, dan membuat Miranda pun langsung menghampiri Fabian.
"Fabian, kenapa kamu seperti patung berada di depan pintu. Kenapa kamu tidak langsung masuk saja, dari kantor kamu terlibat tergesa-gesa sekali sekarang hanya terdiam begini."
__ADS_1
Miranda yang hendak membuka pintu tersebut langsung berhenti ketika melihat kehadiran Irfan di samping Aliyaa.
Miranda pun langsung melirikan mata nya kepada Fabian sambil tersenyum manis.
"Wow, kenapa bisa ada Irfan di samping Aliyaa. Apakah dia sebelum di bawa ke rumah sakit Aliyaa menghubungi Irfan terlebih dahulu, Luar biasa sekali yah."
Mendengar perkataan Miranda, Fabian pun memilih untuk pergi dari tempat tersebut tapi tangan nya di pegang oleh Miranda.
"Kamu mau pergi ke mana Fabian, ketika kita melihat sesuatu yang terjadi di ruangan tersebut. Sebaiknya sekarang kita akui saja hubungan kita di depan Aliyaa, supaya Aliyaa tahu jika kamu itu adalah calon Papa baru nya dan setelah itu kita akan segera menikah secepatnya."
"Miranda apa kamu sakit,? aku rasa kamu tidak baik-baik saja. Aliya sedang sakit kamu memanfaatkan ini semua, kamu sakit mental Miranda."
Fabian pun memilih untuk pergi meninggalkan Miranda.
"Hahhhhh, lalu sampai kapan kita menyembunyikan hubungan kita ini terus menerus."
Miranda pun memilih untuk masuk ke dalam ruangan ketika melihat Fabian pergi, kedatangan Miranda membuat Aliya semakin sakit kepala.
__ADS_1
Aliya langsung memilih untuk memejamkan mata nya dari pada harus melihat wajah Mama nya.
"Pak Irfan kenapa bisa ada di rumah sakit ini."
Miranda duduk di samping kursi Irfan sambil tersenyum manis.
"Ini kebetulan saja karena pesan singkat yang dikirim oleh Bu Miranda yang membuat saya pergi ke rumah untuk bertemu dengan Aliyaa tapi ternyata Aliyaa malah sakit dan di bawa ke rumah sakit."
Miranda melihat Aliyaa yang memilih untuk tidur seperti tidak ingin memandangi wajah nya.
"Oh begitu yah, terimakasih banyak sudah mau menemani Aliyaa di Rumah Sakit ini karena tadi saya sedang melakukan meeting yang sangat penting sekali bersama dengan Fabian."
Miranda pun berdiri dari tempat duduk nya dan menghampiri Aliyaa dia memegang kening Aliyaa yang masih terasa sangat hangat.
"Apakah kamu akan mengulangi nya lagi,? kamu akan terus berjuang untuk mendapatkan beasiswa itu dan harus mengorbankan diri kamu sendiri hanya untuk keinginan mu itu Aliya. Lihat kondisi kamu sekarang kamu jadi sakit begini lupa makan kurang istirahat hanya ingin menjadi seorang Dokter Specialis."
Miranda terlihat sangat emosional sekali kepada Aliyaa yang sedang merasakan sakit, padahal Aliyaa sekarang sedang butuh perhatian.
__ADS_1