
Setelah selesai mengirimkan pesan kepada Miranda, Fabian pun kembali menghampiri Aliyaa.
Dia tersenyum manis kepada kekasih yang tersebut.
"Kamu sudah makan dan jangan lupa untuk minum obat nya yaa."
Fabian begitu sangat perhatian sekali kepada Aliyaa, dia benar-benar mencintai Aliyaa.
"Sudah kok Kaa, aku sudah minum obat nya karena aku tidak ingin cepat sehat kembali. Aku sangat rindu sekali suasana kampus dan tugas-tugas yaa hehehe."
Aliya begitu sangat bersemangat sekali sehingga membuat Fabian mau berkerja keras untuk Aliyaa.
Walaupun mungkin dia harus kehilangan pekerjaan nya di perusahaan Miranda jika suatu saat beasiswa Aliyaa di cabut oleh Miranda.
"Kakak janji akan terus berjuang demi kamu Aliyaa, Kakak akan berkerja keras sampai kamu bisa menjadi seorang Dokter Specialis yang hebat."
Aliya hanya bisa tersenyum manis ketika mendengar perkataan Fabian, dia sangat beruntung sekali mempunyai kekasih seperti Fabian.
"Terimakasih banyak atas semua kebaikan Kakak terhadap aku yaa kaaa, aku tidak tahu harus membalas nya dengan apa."
Fabian mengelus rambut panjang Aliyaa dan mencium kening nya.
__ADS_1
"Kakak ingin sekali kamu percaya kepada Kakak, apapun itu kamu harus percaya kepada Kakak yaa."
Fabian menggenggam erat tangan Aliyaa.
"Iyaa Kaaaa, aku akan selalu percaya kepada Kakak."
Aliya tersenyum manis kepada Fabian, perkataan Aliyaa membuat Fabian merasa sangat bahagia sekali.
"Yasudah kalau begitu lebih baik sekarang kamu istirahat dulu yaaa sayaaaaang, kamu habis minum obat kan yaa."
Aliya pun mengikuti perintah Fabian dia langsung berisitirahat.
"Aku harus selalu bersemangat semua demi Aliyaa, aku gagal menjadi seorang Dokter biarkan Aliyaa yang harus sukses menjadi seorang Dokter."
***
Miranda gagal dalam menjalankan rapat nya, dia benar-benar tidak bisa fokus pada pekerjaan nya.
Dan Miranda harus kehilangan kesempatan yang luar biasa itu.
"Aku benar-benar butuh Fabian, aku tidak bisa melakukan nya sendiri. Aku benar-benar harus selalu bersama dengan Fabian."
__ADS_1
Miranda kembali ke kantor nya dengan kegagalan, dia merasa sangat lelah sekali.
Dan duduk bersandar di kursi kerja nya, Miranda memegang terus kepala nya dia merasa sangat pusing sekali.
"Sebenarnya apa yang sedang di lakukan oleh Fabian bersama dengan Aliyaa, sampai kapan mereka harus selalu bersama. Fabian harus kembali ke perusahaan dia harus membangkitkan kembali perusahaan kuu ini."
Pikiran Miranda selalu saja negatif terhadap Aliyaa dan Fabian karena kiriman pesan dari Fabian.
"Mereka jangan sampai selalu bersama seperti itu, aku akan memberikan rumah untuk Aliyaa. Agar mereka tidak tinggal se rumah lagi dan mereka tidak seperti itu lagi."
Miranda mencoba untuk memberikan kembali fasilitas kepada Aliyaa hanya untuk bisa memisahkan Aliyaa dan Fabian.
Miranda sangat ketakutan sekali jika Aliyaa sampai hamil anak Fabian, maka habis sudah semua harapan nya bersama dengan Fabian.
"Aku akan membicarakan ini semua ketika nanti Fabian kembali ke kantor dan Fabian pasti akan berpikir positif terhadap aku dan perlahan-lahan Fabian akan mulai kembali mempunyai perasaan terhadap kuu karena kebaikan kuu kepada Aliyaa."
Miranda pun tersenyum manis sambil membayangkan kebersamaan nya bersama dengan Fabian.
"Aku sekarang harus bersikap baik dengan Fabian, dan juga mengatakan secara perlahan kepada Aliyaa jika kita berdua saling mencintai dan Aliyaa pun pasti akan luluh."
Miranda pun mulai bersemangat kembali untuk berkerja.
__ADS_1