
Jalan takdir telah tergariskan. Suka dan duka berjalan beriringan menuju akhir kehidupan.
Pagi itu, sebuah surat datang untuk Andi. Sebuah surat dari Aletta yang memberi tahukan jika ia sudah menikah.
Maaf karena baru kasih tau kamu Ndi. Aku pikir aku bisa kasih tau kamu secara langsung tapi aku sama Nico sama sama nggak bisa ninggalin kerjaan kita disini.
Mungkin tahun depan kita akan pulang dan adain resepsi disana, aku harap kamu akan datang sama pasangan kamu nanti.
Semoga kamu juga akan menemukan kebahagiaan kamu Ndi.
Aletta.
"akhirnya lo ungkapin juga perasaan lo Nic!" batin Andi dalam hati.
Andi lalu menaruh surat itu di dalam laci dan keluar dari kamarnya untuk segera berangkat ke kampusnya.
Pagi itu ia akan melaksanakan wisudanya, namun sayangnya mama Siska, Adit dan Ana sedang berada di luar negeri saat itu.
Namun itu tidak membuat Andi bersedih karena ada Dini dan Alana yang menemaninya.
Setelah semua rasa sakit yang ia rasakan, kini satu per satu jalan seolah terbuka untuk Andi mencapai kebahagiaannya.
Setelah menyelesaikan acara wisudanya, Andi dan Dini pergi ke rumah orang tua Dimas bersama Alana.
Sesampainya disana, mereka disambut dengan hangat oleh mama dan papa Dimas. Tidak seperti sebelumnya, sikap mama Dimas pada Andi kini sudah melunak.
Ia sadar tidak ada gunanya baginya membenci Andi. Ia tau Dini dan Dimas saling mencintai, namun ia juga tau jika Andipun mencintai Dini.
Persahabatan yang lama terjalin diantara mereka berdua tidak menutup kemungkinan menumbuhkan benih benih cinta dalam hati mereka.
Mama dan papa Dimas bisa menerima dan memahami hal itu, merekapun mendukung hubungan Andi dan Dini.
"Mama harap kamu masih menyisakan sedikit tempat di hati kamu buat Dimas sayang," ucap mama Dimas pada Dini.
"Dimas akan selalu ada di hati Dini ma, mama jangan khawatir tentang hal itu," balas Dini.
"Terima kasih sayang, mama akan selalu berdo'a untuk kebahagiaan kalian," ucap mama Dimas dengan memeluk Dini.
"Terima kasih ma," balas Dini.
"Tante jangan menangis, nanti om Dimas sedih," ucap Alana pada Dini yang saat itu matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
Dini hanya menggelengkan kepalanya dengan tersenyum pada Alana.
Semua yang ada disana pun tersenyum gemas mendengar ucapan Alana.
"Apa setelah kalian menikah, kamu akan ninggalin rumah kamu sama Dimas Din?" tanya mama Dimas pada Dini.
Dini lalu membawa pandangannya pada Andi, seolah meminta jawaban.
"Aku terserah kamu aja Din, aku udah siapin rumah buat kita tinggal nanti, tapi kalau kamu mau tetap tinggal di rumah yang sekarang juga nggak masalah buat aku," ucap Andi pada Dini.
"Mama harap kalian mau tetap tinggal di rumah itu, biar Dimas....."
"Ma, biarkan mereka ambil keputusan sendiri," ucap papa Dimas memotong ucapan sang istri.
"Papa sama mama nggak akan permasalahin dimana kalian akan tinggal, itu hak kalian buat memutuskannya sendiri," ucap papa Dimas pada Andi dan Dini.
Setelah membicarakan banyak hal, Andi, Dini dan Alanapun pulang. Saat akan berjalan keluar melewati pintu, Alana tiba tiba berbalik dan melambaikan tangannya dengan tersenyum ke arah tangga.
"Kenapa sayang?" tanya Andi pada Alana.
"Ada om Dimas," jawab Alana yang masih tersenyum ke arah tangga, membuat semua yang ada disana membawa pandangan mereka ke arah tangga.
**
Malam itu, Andi akan menyampaikan niat baiknya pada ibu Dini. Ia ingin meminta izin pada ibu Dini untuk menjadikan Dini istrinya sekaligus mama untuk Alana.
Dengan penuh suka cita ibu Dinipun memberikan restunya.
Dini dan Andipun bisa bernapas lega karena semua orang sudah memberi restu pada mereka.
Beberapa waktu yang lalu sebelum mengantarkan Dini pulang, Andi mengajak Dini dan Alana untuk menemui ibu dan ayahnya.
Andi menjelaskan pada ibu dan ayahnya tentang hubungannya dan Dini, merekapun memberi restu dan turut berbahagia dengan hal itu.
**
Satu bulan berlalu, Dini dan Andi baru saja pulang dari pertemuannya bersama wedding organizer.
Mereka menyiapkan semua keperluan pernikahan mereka sendiri, mulai dari konsep pernikahan, desain undangan, katering dan banyak hal lainnya.
Mereka benar benar kompak menyiapkan semuanya ditengah kesibukan Andi yang bisnisnya semakin berkembang pesat.
__ADS_1
Setelah mereka menikah, Andi dan Dini sudah memutuskan untuk tinggal di rumah yang saat itu Dini tempati.
Dini tidak ingin meninggalkan rumah yang sudah Dimas siapkan untuknya. Mereka akan tinggal disana bersama Alana dan ibu Dini.
Sedangkan mbak Asih tinggal bersama Adit dan Ana untuk menjaga baby Ai, anak Adit dan Ana.
**
Hari yang ditunggupun tiba. Dengan satu tarikan nafas Andi mengucapkan ikrar sucinya di depan penghulu.
Dini dan Andipun sah menjadi suami istri diiringi dengan do'a dari semua yang ada disana.
Air mata bahagia dan senyum penuh haru memenuhi ruangan saat itu. Begitu juga Alana yang tersenyum senang dengan mengacungkan ibu jarinya ke arah pintu di ruangan itu.
"terima kasih om Dimas, mama Anita," ucap Alana dalam hati.
Resepsi pernikahanpun digelar dengan banyak tamu undangan yang hadir. Sesekali Andi terlihat mencuri pandang ke arah perempuan yang ada disampingnya.
Perempuan cantik yang merupakan sahabatnya dari kecil, perempuan yang sudah lama tinggal dalam hatinya, perempuan yang sudah menjadi milik orang lain kini berada di sampingnya dengan mengenakan gaun pengantin sebagai istrinya.
Di tengah Andi dan Dini ada Alana yang terlihat begitu bahagia malam itu. Ia masih menyimpan mama Anita dalam hatinya sebagai ibu yang sudah melahirkannya, namun ia juga akan memberikan tempat di hatinya untuk mama Dini yang begitu menyayanginya dan tentu saja sangat ia sayangi sepenuh hati.
Malam semakin larut dan pesta resepsi pun berakhir. Malam itu Dini dan Andi bermalam di rumah mama Siska sebelum menempati rumah mereka.
Setelah mandi dan berganti pakaian, Andi dan Dini duduk di tepi ranjang dengan canggung.
Namun tiba tiba Alana datang memecah kecanggungan diantara mereka berdua. Merekapun tidur bertiga di atas satu ranjang dengan Alana yang berada di tengah.
Di bawah langit malam itu, kebahagiaan membuncah dalam hati mereka. Malam terlewati bersama dengan keindahan dan kebahagiaan yang menyelimuti mereka dengan hangat sampai pagi menyapa.
...-Tamat-...
.
.
.
.
Masih ada beberapa Extra Part yang akan up, jadi ditunggu ya 😉
__ADS_1