CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 10


__ADS_3

"Dari mana aja kamu baru pulang. Apa seorang jal*Ng suka pulang malam?"Ucap menyakitkan dari Vanandya keluar.


Sebenernya ia juga baru pulang karena tadi sore ia mengerjakan pekerjaan. Sampai lupa kalau jam menunjukkan pukul lima sore, jadi Vanandya bergegas pulang. Tapi saat sudah di mansion tidak ada siapa-siapa.


Setelah pulang dari kediaman orang tuanya ia langsung membersihkan badannya yang merasa lengket. Setelah mandi ia memakai dress berwarna tosca, dan sedikit memoles wajah'nya. Lalu ia turun ke lantai satu yang terasa sangat sepi.


Ia sangat kesel karena tidak ada satu orangpun di mansion ini. Ia tau pasti para maid sedang berada di ruangannya masing-masing. Apa lagi kedua sahabatnya tidak kelihatan batang hidungnya membuat ia semakin kesal. Dan ia pun membuka laptopnya.


Karena ingin melampiaskan kekesalannya ia pun membuat drama dengan wanita ular itu.


'Kita mulai dramanya ratu ular. Dengan ratu singa eh jangan ratu singa karena aku g pantas, mendingan ratu dewi Phoenix. 'Batin Vanandya bermonolog dengan sendirinya.


Vanandya lalu meletakkan laptopnya ke meja. Lalu ia berdiri dan mendekati gadis bolong itu, setelah sampai di depan gadis bolong itu ia memutari gadis bolong yang bernama Tanu.


"Khm. Panu kau dari mana saja? Apa kau tau aku sangat khawatir sama kamu... Tapi boong."


Tanu. Yang tadi tersenyum sinis karena musuh bebuyutannya menghawatirkan dirinya karena baru pulang. Langsung kesel tak kala mendengar kata akhirnya. ' Tapi boong. ' Ia ingin sekali mencabik-cabik mulut musuhnya itu.


"Sialan kau!! Harusnya kau khawatir sama kekasihnya suami kamu. Jika aku kenapa-kenapa pasti kau akan kena marah."


Vanandya. Yang mendengar itu hanya senyum sinis, sebenarnya ia ingin ketawa tapi takut dosa mengetahui jin terkutuk dalam rumah tangganya.


"Oh masa? Aku tak perduli tuh."Vanandya kembali berkata dengan sinis sekali mengejek.


"Awas kau ya?"Tanu sambil menunjuk ke arah istrinya kekasihnya itu yang sangat ingin ia habiskan.


Vanandya yang melihat Amora berjalan mendekatinya sambil senyum-senyum seperti orang gila dadakan pun tersenyum mengejek ke arah Tanu.


"Panu. Sepertinya rekan seperguruan dalam kelas PPS. Sedang tidak waras karena dari tadi senyum-senyum tidak jelas."


Tanu memicingkan matanya mendengar kata ' PPS ' Karena ia tidak tau apa itu PPS. Ia pun bertanya kepada sang musuh.


"Apa itu PPS?"

__ADS_1


"Kamu tanya? Kamu ber tanya-tanya sini-sini biar aku jawab ya."


"Ck. Aku serius set*n.?!"


"Dih set*n teriak set*n."


Vanandya pun kembali tertawa jahatnya saat melihat raut wajah sang musuh sudah mulai mengeluarkan tanduknya. Sepertinya dia akan menjadi banteng betina.


"Ok. Aku serius, Kau tidak tau pps? Padahal kau berpendidikan.. PPS itu singkat dari para pel*kor stres. HAHAHA!"


Saat ini Tanu benar-benar sangat marah akan perkataan dia yang mengatakan dirinya adalah pela*or. Ia lalu mengambil high heelsnya lalu melemparkannya kepada wanita bedebah itu, namun lemparannya melesat dan ia pun mengambil satu lagi yang di kaki kirinya. Lalu melemparkannya kembali.


"Haha kayanya kau harus sekolah di PPS. agar bisa lulus dalam hal mencelakai istri sah."


Lalu Vanandya mengambil high heels si pe*akor itu. Dan ia membuangnya ke tempat sampah yang lembab. Tepat saat itu sang peran utama atau kekasih dari si jal*Ng itu datang.


Tanu yang melihat kedatangan kekasihnya pun merubah ekspresinya menjadi gadis polos dan lugu.


"Vir. Kamu sudah pulang?"Lalu Tanu mendekat ke arah kekasihnya ia pun memeluknya dengan sangat manja.


Tanu lalu menceritakan apa yang terjadi kepada dirinya. Tadi sore ia di tinggal oleh Amora dia pergi dengan kekasihnya, lalu saat ia akan mencari taksi tidak ada taksi yang lewat mall itu, dan saat ia memesan taksi online di cancel.


Ia berkata kalau ia pulang dengan jalan kaki sampai ke mansion, tapi saat di jalan ia bertemu dengan Vanandya dia tak ingin memberikan tumpangan. Ia hanya bisa jalan kaki sampai mansion, vanandya mengejeknya dan memarahi dirinya karena pulang terlalu lama. Bahkan ia tak di bolehin untuk ke dapur.


"Amora Brianna Marquez.!"


"Vanandya.!"


Virendra membentak keras kedua wanita itu bahkan ia menggertakan giginya.


PLAK. Tamparan mendarat di pipi gadis yang bernama Vanandya itu.


"Apa kamu sadar? Jika terjadi sesuatu dengan kekasih ku gimana? Anda juga seseorang wanita berjalan di malam hari sangat bahaya.!"Bentaknya. Lalu menampar pipinya lagi.

__ADS_1


' Nah kan drama sudah di mulai. 'Batinya.


"Dan kau Amora.. Harusnya kamu tidak meninggalkan Tanu seorang diri."


"Maaf kak."


Amora menundukkan kepalanya ia takut jika kakak'nya sudah marah kepadanya dengan cara memanggilnya dengan nama lengkapnya.


Virendra lalu mengajak kekasihnya ke dalam kamarnya. Namun sebelum menaiki anak tangga ia berteriak kepada seluruh maid ayang ada di mansion. Ia menyuruh untuk mempersiapkan makan malam dalam waktu lima menit, dan tidak kurang tidak lebih. waktunya harus pas.


para maid yang mendengar perintah sang tuan langsung berlarian untuk mempersiapkan bahan-bahan untuk mereka masak. Dengan cepat mereka memotong sayuran dan juga daging.


Untung mereka sudah pernah ikut MasterChef Indonesia, kalau tidak pasti mereka sudah di gantung karena dalam lima menit belum beres. Apa lagi mereka harus menyiapkan delapan menu makanan yang berbeda-beda.


Tepat lima menit dan tuan virendra turun bersama kekasihnya. Menu makanan yang sangat menggugah selera pun suda berjejer di meja makan, tanpa ada yang kurang sedikit pun.


Mereka lalu duduk di kursinya masing-masing. Dan Vanandya melayani suaminya dengan baik. Ia lagi sadar menjadi istri yang berbakti, tapi besok-besok gak tau ia akan jadi istri apa buat suami'nya itu.


Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada suara. Cuma ada dentingan sendok dan garpu. Tapi tidak dengan si Vanandya ia kali ini menggunakan tangannya untuk makan, sekali-kali jadi seperti orang Indonesia makan menggunakan tangan.


Semua yang ada di situ merasa aneh dengan cara makan vanandya yang terkesan norak.


"Cih kampungan.. Gak bisa makan pake sendok ya?"Ledek si Amora yang sangat jiji melihat cara makan kakak ipar terkutuknya itu.


"Benar.. kau norak Nadya, masa makan menggunakan tangan."


'Bukanya setia orang makan menggunakan tangan ya? Berarti nona Tanu makan menggunakan kaki.'Batin para maid yang setia mendampingi majikannya makan.


"Lah orang kalau makan itu emang menggunakan tangan cuma sendok dan garpu menjadi perantara buat makan goblok. Berarti kita-kita makan dengan tangan lu menggunakan kaki."


Mendengar ucapan nyonya'nya membuat mereka tertawa dalam hati karena takut jika tuannya marah. Karena menertawakan wanita yang di sayangi oleh sang tuan.


"BISA TIDAK KALIAN DIAM? INI MEJA MAKAN BUKAN MEJA ADU BAKAT?"Virendra yang baru saja makan berapa suap langsung pergi meninggalkan meja makan. Sudah hilang selera makanya karena mendengar adu mulut para wanita.

__ADS_1


"Gara-gara kau..."


__ADS_2