
"Apa ingin aku bantu. Menidurkan adikmu? Biasanya seorang wanita pandai menidurkan, mulai dari menidurkan bayi, menidurkan hewan, menidurkan anak-anak, menidurkan suami bahkan sampai menidurkan junior."Ucap seorang wanita kepada Gilang yang sedang gelisah tak bisa menidurkan adi kecilnya. Sebenarnya ia pernah melihat junior Gilang.
Gilang membulatkan matanya terkejut dengan perkataan wanita yang bernama astuti. Yang saat ini berada di apartemen gilang, semalam ia ikut dengan Gilang untuk mengantarkan makanan kepada sang nyonya'nya. Tapi mereka melihat semuanya, jadi Astuti langsung terdiam mencerna apa yang terlah lihat. Dan saat ini ia sedang mengantarkan minuman pagi untuk Gilang, tapi ia melihat junior Gilang yang sedang berdiri.
Dengan keberanian Astuti mendekati Gilang dan duduk di pangkuan Gilang sambil mengelus-elus tonjolan yang sangat jelas.
Sebenarnya Astuti sangat mencintai Gilang sejak ia berkerja di kediaman Marquez, ia sering memberikan perhatian lebih ke Gilang, tapi Gilang tak menanggapi semua yang ia berikan.
Gilang pun terbuai lalu menganggukkan kepalanya, sambil menahan *******.
Astuti lalu berjongkok siap membuka sangkar burung agar sang burung keluar. Ia tidak apa-apa di anggap seperti pel*cur. Astuti sangat takjub dengan apa yang ia lihat, ia melihat burung yang di miliki oleh pria yang akan menjadi kekasihnya.
"Gilang, maukah menjadi kekasihku? Dan menikahlah denganku agar kita bisa menyingkirkan para jal*Ng itu."Ucap Astuti.
Gilang yang sedang menahan kenikmatan karena burungnya selalu saja di mainin oleh astuti, tak menjawab pertanyaan astuti.
Dengan tidak sabar Gilang menggendong Astuti ala bridal style, ia membawanya kedalam kamar.
Di dalam kamar Gilang siap melepaskan keper**kaan'nya kepada astuti, begitu pun sebaliknya astuti melepaskan keperawanan untuk di berikan kepada Gilang.
Gilang juga sebenarnya mencintai astuti, jadi ia akan mengorbankan keperjakaan kepada orang tercintanya.
Saat sudah sampai di kamar mereka langsung membuka semua pakean yang melekat di tubuh mereka,
Lalu Gilang mencium bibir Astuti dengan sangat nikmat. dengan ciuman yang sangat ganas, Gilang menuntun juniornya masuk kedalam gua. Yang sejak lahir ia belum pernah memasukkan juniornya ke dalam gua,
Astuti meneteskan air matanya saat ia merasakan sakit di area terlarangnya, dengan mencakar punggung Gilang.
Mengerti kalau astuti sedang kesakitan Gilang menghentikan perbuatannya terlebih dulu, dengan lembut ia mencium seluruh wajah astuti, dan ia juga mengelap air matanya menggunakan lidahnya.
Karena sudah merasa rileks Gilang pun perlahan mulai memaju mundurkan juniornya.
Berapa saat rasa sakit itu sudah berganti menjadi rasa nikmat, bahkan ******* itu sudah mulai terdengar begitu merdu dari mulut wanita yang sedang berada di bawah Gilang.
"Panggil namaku sayang, mulai sekarang kamu menjadi milikku tidak ada yang lain"
__ADS_1
"Ahhh. Terusss Lang lebihhhh cepat lagi. Ahhhh"
Mendengar astuti Mendes memanggil dirinya, ia pun mempercepat gempuran nya.
Berapa jam terlah berlalu, mereka terus saja melakukan tanpa berhenti. sampai berapa lamanya akhirnya Gilang mengeluarkan benih untuk di tanam di lahan ajaib.
Gilang pun ambruk di atas astuti. Sambil mencium gunung kembar yang ada batu krikilnya di atas bukit gunung.
"Terima kasih sayang sudah mau memberikan hal berharga ini"
"Sama-sama sayang. Aku tidak akan memberikan hal paling berharga buat pria sembarangan."
"Aku sudah sejak lama mencintai kamu Lang, aku ingin hidup bersama dengan kamu"
"Tapi kita berbeda? aku hanya pria miskin yang di angkat keluarga Marquez menjadi asisten pribadinya. Sedangkan kamu? Kamu adalah adalah anak tunggal dari Bram Wijaya."
"Aku yakin jika tuhan menjodohkan kita.. Pasti keluarga ku bakalan merestuinya, asalkan kamu mau berjuang."
Gilang pun menganggukkan kepalanya, ia berjanji akan memperjuangkan cintanya. Mereka lalu tertidur.
***
Saat sudah selesai membersihkan badannya, ia berjalan keluar dari kamar mandi. Dan melihat Astuti yang sudah bangun tapi enggan untuk bangun.
Gilang pun menyuruh Astuti untuk membersihkan badannya. Karena ia akan mengajak astuti untuk sarapan.
Namun astuti meminta Gilang menggendongnya ke kamar mandi karena ia tak bisa berjalan karena perbuatan Gilang.
Gilang pun dengan senang hati membantu Kekasihnya masuk kedalam kamar mandi. Dan ia pun keluar kembali untuk membereskan percintaan mereka.
Ia melihat ada bercak darah di seprai putihnya pun langsung menyimpannya untuk tanda bukti.
Astuti pun memanggil Gilang bahwa dia sudah selesai dengan Mandinya. Gilang pun menuntun astuti.
Setelah mereka siap, mereka pun pergi ke meja makan yang sudah di siapkan oleh Gilang. Mereka lalu menyantap makanan yang ada.
__ADS_1
***
Satu minggu kemudian.
Saat ini Vanandya dan Virendra akan bersiap-siap pulang ke mansion'nya, setelah mereka menghabiskan waktunya untuk berkeping di pantai, dan selama seminggu itu pula Vanandya begitu juga dengan Virendra tak menggunakan apa-apa karena mereka ingin mengagumi ciptaan Tuhan yang sangat sempurna.
Dan seminggu itu juga Virendra sering menggempurnya dengan sangat lembut.
Saat ini mereka sudah berada di mobil yang sedang berjalan meninggalkan pantai yang penuh dengan kenangan, Sebelum mereka berangkat Virendra menyuruh Gilang untuk mengambil mobil Vanandya di pantai. Dan ia juga meminta Gilang untuk membeli pantai itu, agar tidak ada seseorang yang datang ke pantai mereka.
Berjam-jam perjalanan mereka pun terlah sampai di mansion Marquez yang saat ini sedang menikmati makan malamnya.
Karena mereka merasa lapar, mereka pun ikut bergabung bersama mereka untuk makan malam.
"Gimana liburan kalian sayang?"
"Menyenangkan."Virendra menjawab dengan singkat kepada mamahnya.
"Ck, sayang bukan tanya ke kamu bodoh"Rebecca masih sangat kesal akan kebodohan putranya itu.
Vanandya pun menganggukkan kepalanya, saat sedang mengambilkan makan untuk suami'nya. dan juga dirinya.
"Hm, biasa aja mah. Gak ada yang menyenangkan."Ucap Vanandya seadanya.
"Tapi kurasa, kalian bercinta tidak ada habisnya.. Dan sepertinya permainan kalian sangat buas"Kata Grey's dengan dingin saat melihat tanda kepemilikan yang berwana ungu kemerahan. Di leher adik iparnya.
Uhuk Uhuk Uhuk.. Vanandya tersedak makanan yang baru saja ia masukan kedalam mulut, mendengar perkataan kakak'iparnya yang tanpa filter dulu tuh mulut.
Virendra pun dengan cekatan mengambilkan air minum untuk istirahat. Ia sudah mulai mencintai istrinya itu, dan ia juga meminta Gilang untuk mencari bukti-bukti tentang Tanu.
"Sepertinya. Kamu sudah mulai mencintai istrimu Vir?"Tuan Victor bertanya kepada anaknya.
Saat Virendra akan menjawab pertanyaan sang ayah sudah terlebih dulu suara anak kecil, yang membuat ia mengurungkan niatnya untuk berbicara.
"Tidak boleh, tante nandya hanya boleh mencintai ku, begitu sebaliknya aku mencintai Tante nandya. "Ucap anak kecil yang membuat semua orang tertawa gemes dengan tingkahnya, tapi tidak dengan Virendra, dia menatap permusuhan kepada sang keponakan.
__ADS_1
"Tidak karena...