
"Dia, adalah... Ibu tiri kami, karena dia orang yang menghancurkan semua keluarga kita. Dulu, bunda memiliki 13 saudara. Yang, kebanyakan adalah laki-laki dan yang perempuan hanya ada tiga. Tapi, semua itu terlah di bunuh oleh wanita itu. Yang, menginginkan semua kekayaan keluarga Adiwilaga. Karena, kekayaan Adiwilaga sangat lah banyak. Namun, semua itu di sembunyikan oleh kakek bunda. Agar, mengira kalau Keluarga Adiwilaga hanya orang biasa." kata varisa, yang masih ingat betul saat dia berusia lima tahun. Semua kakak'nya terbunuh di waktu bersamaan. Bahkan, tidak ada yang tersisa sedikit pun. Bahkan, di saat itu ibunya mengalami depresi yang sangat fatal, membuat ibunya harus di larikan ke RSJ. Dan, karena hal itu juga ayah'nya terpaksa menikah Lagi. Dan, dia melakukan berbagai cara untuk menyingkirkan kami, karena dia ingin anak perempuannya menjadi seorang pemimpin.
Semua, keluarga yang mendengar cerita dari varisa terdiam dan marah. Mereka, tak menyangka kalau semua itu terjadi kepada keluarga Adiwilaga. Mereka, juga baru mengetahui kalau varisa dan Vera adalah anak dari Adiwilaga.
Vernando, meminta izin kepada bunda varisa, kalau dia akan menghancurkan orang yang sudah menghancurkan Keluarga'nya. "Bunda, izinkan aku untuk menghancurkan mereka? Karena, tidak ada kata ampun untuk mereka yang menyakiti keluargaku.!" ucap vernando dengan suara datar, dan perkataan vernando di setujui oleh hazel, Vanandya dan berapa pria yang lain.
Bunda, varisa pun mengangguk kepala, dia mengizinkan putra dan putrinya untuk menghancurkan semuanya, karena dia juga sangat marah kepada mereka.
Saat, sedang membahas itu ponsel vanandya berdering, dan dia melihat nama Hayden tertera di panggilan teleponnya.
"Siapa?" tanya Valdes, kepada Vanandya.
"Hayden," jawab, vanandya.
"Ada, apa dia menelpon?"
"Mungkin ada kerjaan yang harus aku tanda tangani." ucap vanandya menjawab pertanyaan dari suaminya.
Vanandya, pun mengangkat panggilan telepon dari Hayden, saat dia mengangkat ada teriakan Hayden yang menggema, membuat vanandya menjauhkan ponselnya.
"Nyonya, apa ada mendengar teriakkan orang kepercayaan mu?" tanya Jojo asisten pribadi Faisal.
"Om, Jojo apa maksud kamu melakukan ini hah? Memang Hayden punya salah apa?" tanya vanandya dengan datar, melihat kondisi Hayden, di saat panggilan sudah berubah menjadi panggilan video.
__ADS_1
"Ada, apa sayang?" tanya Valdes, kepada istrinya. Namun, Vanandya tidak mengatakan apa-apa, tapi dia menunjukkan ponselnya kepada suaminya, dengan penasaran Valdes mengambil ponsel vanandya dan melihat apa yang di lakukan Jojo, dan berapa asisten pribadi yang lain. Bahkan Kairo asisten dari dirinya juga ikut terlibat.
"Jojo..! Apa-apaan, kamu ini..Apa yang kamu lakukan kepada Hayden hah?" bentak Valdes, kepada asisten Jojo yang berada di sebrang telepon.
"Maaf, tuan ini semua perintah dari tuan vinton. Dia, menyuruh kami untuk menyiksa Hayden. Dan, jika tuan ingin Hayden selamat, maka tuan dan keluarga lacerta harus membawa Axel kehadapan keluarga Marquez." jelas Jojo, yang langsung mematikan sambungan teleponnya. Namun, sebelum itu, berapa anak buah yang lain sempat menyiksa Hayden dengan sangat kasar.
"Brengsek.! Apa yang vinton lakukan, sampai dia menyiksa Hayden." ucap Rudra marah. Karena, walau bagaimanapun juga Hayden, sudah mengabdi kepada keluarganya puluhan tahun.
Rudra, pun menelpon suruhannya untuk menjemput Axel, untuk datang kepada dirinya. Dia, ingin menanyakan tentang apa yang Axel buat sampai membuat vinton merasa marah.
"Aku, akan menelpon orang rumah? Siapa, tau aku mengetahui sesuatu." ucap Grey's, karena dia merasa ada yang tidak beres karena Kemarahan kakeknya tidak biasa.
"Aku, setuju kak. aku, juga merasa ada sesuatu yang kita tidak tau sampai kakek marah besar." ujar Valdes.
"Hm, sepertinya kamu akan pulang terlebih dahulu. Karena, kami ingin melihat kondisi di mansion." ucap virendra, yang berniat akan pulang ke kediaman Marquez. Dengan, membawa Tanu dan anaknya. Virendra, juga akan mengadakan resepsi pernikahan di kediamannya. Karena, dia sudah menikah dengan tanu.
"Ada, apa kak?" tanya Valdes dan Virendra, yang penasaran. Keluarga lacerta hanya diam tapi dia juga penasaran Jadi mereka hanya menyimak saja.
"Keadaan di Marquez sedang tidak baik-baik saja.." lalu, Grey's menjelaskan semuanya, mulai dari di mana saat kejadian Kimberly di permalukan sampai kejadian di saat Amira datang dengan muka lebam karena di pukuli oleh Axel, dia juga mengatakan kalau saat ini nenek Agni mengalami stroke karena jatuh dari tangga.
Dan, Laksh bilang kalau dia mencurigai Yulia, orang yang terlah melakukan semua'nya. Namun, karena Laksh tidak ada bukti kuat, jadi dia tidak bisa menyalahkan Yulia.
Mendengar, penjelasan dari Grey's semua orang terdiam, karena mendengar mansion Marquez sedang tidak baik-baik saja. Bahkan, keluarga Marquez sedang terancam.
__ADS_1
"Kak, aku, akan pulang. Dan, membantu mereka untuk menyelesaikan semua ini?" kata Virendra.
"Kakak, juga akan pulang. Karena, kakak takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan." ucap Grey's.
Rudra, yang merasa kasian kepada vinton pun menyuruh cucu-cucunya dan cucu menantu pulang. Dan, membantu untuk menghentikan kejahatan, agar tidak ada korban lagi. Dia, akan menyusul setelah dia siuman. Karena, mereka tidak bisa meninggalkan tempat itu.
Mereka, pun menganggukkan kepalanya, menuruti perintah dari opa.. Untuk ikut pulang bersama dengan Grey's. Mereka, pun langsung pergi ke kamar mereka masing-masing untuk Packing baju-baju yang akan mereka bawa.
"Bunda, sepertinya kamu juga akan ikut pulang bersama dengan mereka." kata vernando. Yang tiba-tiba, membuat varisa menatap lekat ke arah vernando.
"Lho.. Kenapa, harus ikut mereka? Apa, kamu tidak nyaman dengan mansion ini hm?" tanya vaira kepada vernando.
"Bukan, begitu Bun. Karena, kami juga akan ada kerjaan di sana, dan siapa tau adik-adik vernando membutuhkan aku. Karena, lawan yang akan mereka hadapi bukan lawan sembarangan." kata vernando.
"Sepertinya, memang begitu. Kamu harus ikut pulang bersama mereka. Aku, takut adik-adik kamu mengalami masalah di sana." ucap Hendrik yang menyetujui perkataan vernando. Karena, dia takut anak-anaknya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
"Baiklah, yah. Aku, akan ikut bersama mereka karena aku juga tidak ingin kedua adikku terluka." ucap vernando.
Varisa, yang mendengar.Mau tidak mau pun menyetujui kepergian vernando untuk ikut bersama dengan mereka.
Valdes dan yang lain yang sudah siap pun turun ke bawa dia langsung menemui keluarganya untuk berpamitan kepada keluarganya. Mereka, sengaja tidak membawa anak-anak karena takut anak-anak mereka akan menjadi korban.
"Bunda, ayah, opa, oma. Kami, pamit dulu ya?" ucap mereka serempak.
__ADS_1
"Kalian, harus berhati-hati karena lawan kalian saat ini sangat berbahaya, dia sangat licik dan kejam. Kita tidak tau apa yang akan. terjadi kedepannya. Dan, kita juga tidak tah siapa lawan siapa kawan. Jadi, kalian. tetap waspada." ucap Rudra dan Eleanor.
"Kami, akan ikut bersama kalian...?"