CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 146


__ADS_3

Kedua, pria dan wanita yang mendengar suara. Itupun melihat ke arah sosok wanita paruh baya. Lalu, ke-dua nya menyalami sosok wanita yang sudah lama tidak di temuinya. Keduanya pun memeluk wanita paruh baya. Paruh, baya menangis terharu di pelukan sosok pria yang bertubuh besar. Vernando pun membalas pelukan wanita itu. Wanita, yang merawat dirinya sejak kecil.


"Sayang. Ibu sangat merindukan kamu sudah sepuluh tahun ibu tidak melihatmu, dan sekarang kamu sudah bertumbuh besar sayang." ucap wanita itu dengan sesenggukan.


"Aku, seperti ini karena berkat ibu. kalau bukan. ibu yang merawat ku, mungkin aku sudah habis di yang dia." ucap vernando.


Lalu, wanita yang bernama Kavita Adhikara. Mengajak, anak-anak masuk kedalam rumah. Setelah mereka sudah sampai di dalam rumah Kavita menyuruh pembantunya untuk menyiapkan cemilan dan minuman.


"Sayang, kenapa kamu pulang tidak bilang-bilang sama ibu? Apa, kamu tidak ingin bertemu dengan ibu hmm?" tanya Kavita kepada vernando.


"Hmm..Maaf, Bu bukan maksud vernan seperti itu tapi kepulangan ver ke indo, hanya membahas kerjaan. Dan, sebenarnya aku ingin pulang ke Eropa, tapi aku baru ingat kalau bunda di makamkan di Indonesia." vernando, menjelaskan kepada ibu, angkatnya agar tidak berpikiran kalau dirinya jahat dan tidak mau menemuinya.


Para, membantu pun berdatangan membawa nampan berisi cemilan dan minuman. Mereka, pun menyajikan di meja. Setelah menaruh cemilan para pembantu kembali ke dapur.


Mendengar, vernando seperti itu membuat Kavita bersedih mengingat sahabatnya itu, sebelum dia meninggal dia menitipkan anaknya kepadanya. Dan, dia meminta persyaratan untuk tidak kembali ke Indonesia sebelum waktunya tiba. Dan, Kavita harus segera pergi karena Keluarga'nya akan segera datang.


"Apa, kamu sudah menemukan makam bundamu sayang?" tanya Kavita.


Vernando, menggelengkan kepala, dia belum menemukan pemakaman kedua orang tuanya. Dan, dia masih berusaha agar bisa menemukan makam kedua orang tuanya.


Kavita, menyuruh vernando meminum, kopinya agar tidak merasa lelah. Vernando pun, menuruti permintaan ibu nya. Setelah meminum vernando berpamitan kepada Kavita untuk pergi ke kamarnya dia ingin membersihkan badannya yang terasa sangat lengket.


Sebelum, vernando beranjak pergi. Kavita, mengatakan kepada vernando. "Kamu, harus kuat ok? Ibu, yakin pasti saat ini bunda dan ayah kamu sangat bangga kepadamu." ucap Kavita, dengan di angguki oleh vernando. Lalu, vernando pun benar-benar pergi menaiki tangga.

__ADS_1


Kavita, menatap sang asisten putranya itu yang sudah menjaga dan menemani putranya. "Dika, terima kasih ya sudah menemani vernan." ucap Kavita.


"Tante, tidak perlu berterima kasih. Karena, ini sudah menjadi tanggung jawab saya untuk ada di samping vernando." ucap dika.


Kavita, lalu menyuruh Dika untuk istirahat di kamar tamu. Karena, mereka baru di Indonesia jadi Kavita menyuruh Dika beristirahat di sini sebelum dia mencari apartemen.


Namun, Dika menolak tawaran kavita untuk tinggal di sini. Tapi, semua itu di tolak mentah-mentah oleh Kavita, dia memaksa Dika untuk tinggal disini, lalu dia menyuruh putrinya untuk mengantarkan Dika kedalam kamarnya.


Di, dalam kamar seorang pria sedang termenung di bawah guyuran shower. Dengan, tangan dia tempelkan di dinding kamar mandi. "Bunda, kemana aku harus mencari'mu? Dan, kenapa bunda tidak memberi tahuku tempat makam bunda." ucap vernando. Dia, pun menyudahi mandinya lalu ia keluar dari dalam kamar mandi Dan, ia berjalan ke walk in closet. Dia, hanya memakai pakaian santai dengan kaos polos berwarna putih dan celana Chino pendek tak lupa ia menggunakan jam tangan.


Setelah dia siap, dia berjalan keluar dari kamar lalu dia menuruni anak tangga. Dia, ingin kembali mencari makam orangtuanya. Namun, sebelum dia pergi dia di cegah oleh Kavita. Yang, saat itu sedang membaca majalah. Dengan menikmati secangkir teh di sore hari.


"Sayang, kamu ingin kemana kok rapih banget?" ucap Kavita kepada vernando.


"Hmm..Aku, ingin mencari makam orangtuaku bu," ucap vernando dengan sedih.


"Ibu, yakin kalau kita bisa menemukan makam ibumu, ibu juga sudah menyuruh anak buah ibu untuk mencari keberadaan ibumu. Jadi, saat ini kamu tingal lah disini, kita akan mencarinya besok ya?" ucap Kavita.


Lagi-lagi, vernando menganggukkan kepala. Dia, pun mengurungkan niatnya untuk tidak mencari makam bundanya, dan dia lalu berjalan ke ruang keluarga dan dia duduk di sofa.


"Kakak...!!" teriak seorang wanita dari lantai atas. Suara, yang sangat menggema membuat para penghuni menutup telinga mereka, karena tidak ingin gendang telinga mereka pecah.


"Kenapa?" tanya vernando saat melihat adiknya sudah berada di hadapannya.

__ADS_1


"Gawat, kak!" ucap Tania dengan sangat gelisa dan ketakutan. Hal, yang membuat Kavita dan vernando bangkit dari duduknya dan melihat Tania yang sangat cemas.


"Gawat, kenapa?" ucap vernando dan Kavita, dia merasa khawatir karena Tania berkata seperti itu.


"Kakak, harus segera antarkan aku. Cepat kak," ucap Tania lalu menyeret tangan kakak'nya, yang membuat vernando mengikuti langkah sang adik.


Kavita, sangat cemas. Melihat putrinya berkata seperti itu, bahkan dia pergi terburu-buru tanpa mengatakan apa penyebab dia seperti itu.


"Ya, Tuhan. Lindungi lah putriku dari apapun aku mohon kepadamu tuhan." ucap Kavita.


***


Saat, ini keluarga kecil sedang makan di restoran yang tidak jauh dari mall ternama di daerah situ. Mereka, menikmati makanan dengan di selingi candaan oleh anak-anak mereka.


"Green, gray apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya hazel kepada dua putranya itu.


"Kami, ingin eskrim rasa strawberry dan brownies rainbow." ucap green dan gray. Secara bersamaan, karena ke-dua nya menyukai makanan yang sama.


Grey's, sangat bahagia karena dia bisa berkumpul dengan keluarga kecilnya, sambil menunggu pesanan mereka datang Grey's menyentuh tangan hazel, lalu dia mengecup punggung tangan ibu dari anak-anaknya.


Hal, itu tidak luput dari penglihatan putranya. Kedua, pria itu sangat bahagia bisa melihat papa dan mamanya seperti sekarang. Jadi, green berbisik kepada adiknya untuk membuat pesta kejutan buat orang'tuanya. Grayland, pun menyetujui ide dari kakak'nya. Lalu, dia mengirimkan pesan ke grup family. Tapi, tanpa ada kontak orangtua mereka.


"Hazel, aku sangat bahagia bisa bersama dengan mu? Walaupun, aku berapa kali terlah menyakiti mu. Tapi, kamu selalu saja memaafkan aku, bahkan kamu mau hidup bersama dengan pria kejam seperti ku?" ucap Grey's yang sangat menyesali perbuatannya terhadap hazel. Bahkan, dia sampai melukai hatinya.

__ADS_1


"Karena, semua itu karena cinta. Cinta lah yang mampu membuat aku memaafkan kamu dari kelakuan buruk mu. Dan, aku juga sangat bahagia bisa melihat kamu dan kedua anak kita tumbuh besar." ucap hazel.


"APA, KALIAN SUDAH SIAP....?"


__ADS_2