CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 96


__ADS_3

"Ahhh!" teriak Vanandya ketika melihat adegan plus-plus di televisi, membuatnya kesal dengan suaminya. Vanandya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Valdes, namun yang dilihatnya hanyalah sebuah antena yang berdiri tegak seperti tiang listrik.


"Kenapa..? Kamu harus menanggung jawab karena sudah membuat burung merpati bangun?" Ucap Valdes tepat di depan telinga Vanandya, membuatnya merinding.


"Apa...?" Namun sebelum Vanandya sempat menyelesaikan ucapannya, Valdes sudah menyerang bibirnya dan ******* habis bibir istrinya yang terasa sangat manis. Setelah mereka kehabisan nafas, Valdes melepaskan ciumannya.


Lalu Valdes melucuti pakaian Vanandya sampai ia telanjang, dan melahap buah melon yang menggantung di pohonnya. Vanandya hanya bisa menikmati permainan sang suami yang membuatnya mengerang keras, untungnya ruangan mereka kedap suara sehingga tidak ada yang mendengar.


Valdes terus menciumi tubuh istrinya mulai dari atas hingga ke kaki, karena bagi Valdes tubuh istrinya sangat nikmat. Ia juga memainkan "gua" yang sangat rimbun terhalang rerumputan, agar tidak ada yang masuk ke dalam "gua Kramat". Vanandya tak tahan dan mengerang kuat saat dirinya merasa sangat puas.


Valdes berkata kepada istrinya untuk memanggil dirinya di sela-sela desahannya agar dirinya semakin bersemangat. "Aku tak tahan lagi, cepat masukin sayang," teriak Vanandya.


"Tak semudah itu, karena harus melewati beberapa rintangan dulu," kata Valdes. Kemudian Valdes mempermainkan "gua" istrinya dengan lidahnya agar rerumputan hitam cepat tersingkap dan pitonnya mudah masuk. Setelah membersihkan area sekitarnya, Valdes memasukkan pitonnya ke dalam gua Kramat.


Valdes terus menggerakkan pinggulnya dengan tempo cepat karena sangat nikmat dan membuatnya sangat candu. ******* Vanandya terus menerus keluar begitu saja dari mulutnya.

__ADS_1


Valdes lalu mempercepat tempo dan mereka sudah satu jam melakukan atraksi maju-mundur sampai mereka merasakan lelah. Bahkan mereka sudah berganti gaya beberapa kali.


Tubuh Valdes menegang saat ia melakukan pelepasan telur-telur untuk ditanam di ladang yang subur. Teriakan Valdes terdengar begitu keras, namun ia tak melepaskan ular pitonnya, ular itu tetap tertanam.


Perlahan demi perlahan, Valdes mulai menggerakkan pinggulnya dan membuat Vanandya mengerang. Mereka melakukan hubungan intim sampai sore hari, bahkan televisi yang sedang menayangkan film semi diabaikan saja.


"Sayang, aku ingin memasak," ujar Vanandya yang terus saja digempur oleh suaminya.


Valdes tersenyum simpul, ia memiliki sebuah ide gila. Ia menyuruh seluruh pelayan dan bodyguard untuk mengosongkan area mansion-nya dan menyuruh anaknya tetap tinggal di rumah bunda. Kemudian Valdes menggendong Vanandya dengan posisi Justin masih di dalam.


Setelah sampai di dapur, Valdes memulai hubungan intim dengan Vanandya di dekat kompor. Mereka melakukan hubungan intim sampai berjam-jam.


Setelah merasa bosan, Valdes mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke sebuah taman yang ada di mansion-nya karena taman itu sangat tertutup, walau tertutup cahaya dan angin luar masih bisa masuk.


Vanandya hanya pasrah saja dengan apa yang suaminya lakukan selagi tidak ada orang di rumah tersebut. Mereka melakukan hubungan intim sampai sepuluh ronde, tapi stamina Valdes masih kuat. Namun akhirnya Valdes meminta istirahat terlebih dahulu karena ia merasa lapar. Mereka pun makan malam bersama.

__ADS_1


Valdes bertanya kepada Vanandya apa yang ingin dimasak, dan ia mengaku bisa memasak rica-rica ayam. Setelah memasak, Valdes melepaskan celana pelindung badannya dan ia berjalan ke arah Vanandya dengan ular piton yang menantang. "Silahkan dicicipi, nyonya," katanya. Vanandya hanya bisa tersenyum melihat suaminya memasak tanpa mengenakan apa-apa.


Setelah makan, Valdes meminta Vanandya untuk duduk di pangkuannya dengan junior di dalam sarangnya. Saat Vanandya akan protes, Valdes mencegahnya dan menggendongnya ke meja makan. Mereka melakukan hubungan intim sampai merasa lelah dan memutuskan untuk istirahat terlebih dahulu.


Setelah makan malam, Valdes membawa istrinya ke dalam kamar karena dirinya sangat lengket karena terkena keringat dan keintiman. Mereka mandi berdua di dalam bathtub diiringi aromatik lavender yang membuat mereka tenang dan merasakan keharuman itu melalui indra penciuman mereka.


Sementara itu, di kediaman Marquez, makan malam terganggu oleh seseorang yang terus saja muntah dan memuntahkan isi perutnya. Ia merasa lemah sejak tadi dan sangat mengganggu selera makan mereka. Setelah kembali ke tempat duduknya, pria itu melanjutkan makan malamnya. Sebelum itu, ia sudah meminta pelayan untuk membuang udang goreng yang telah dimakan.


"Faisal, kenapa kamu bolak-balik ke kamar mandi?" tanya Agni yang melihat putranya terlihat pucat.


"Tidak apa-apa Bu, mungkin aku sedang masuk angin," jawab Faisal yang merasa mual-mual.


"Pak duda. Kamu tidak apa-apa kan? Nanti kalau kamu sakit, siapa yang akan bekerja? Bisa-bisa aku tak dapat uang lagi." ucap Kimberly.


Agni, Vinton, Meneer, Victor, dan Rebecca terkejut dengan perkataan Kimberly yang lebih memikirkan uang ketimbang kesehatan Faisal.

__ADS_1


"Kamu..."


__ADS_2