CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 167


__ADS_3

Setelah asisten pribadinya datang membawa motor, kesayangannya. Vernon, melajukan motornya denga kecepatan tinggi, dia seperti seorang pembalap handal yang siap untuk memenangkan balapan. Karena, dia memang hobi membawa motor, jadi dia selalu menggunakan motor kemanapun.


Dan, setelah berkendara cukup jauh. Vernon sudah sudah sampai di depan mansion'nya. Dan, itu bertepatan dengan kedatangan mobil milik Laksh dan mama'nya Rebecca. Tiga, orang itu lalu turun dari kendaraannya masing-masing.


Laksh, sangat terkejut melihat Vernon berada di hadapannya. Dengan menggunakan helm, jaket kulit. Sedang berdiri dengan tampang permusuhan.


"Ver, kok..Kamu disini?" ucap ambigu Laksh.


"Cih, dasar kakak gak punya perasaan. Memangnya aku cowok, apaan yang di tinggal di tengah jalan hah!" ucap Vernon, kesal. Lantaran kakak'nya meninggalkan dirinya di tengah jalan, seperti seorang jal*Ng di luaran sana.


"Lah, bukannya kamu cowok Maco ya. Kebal dengan jalanan.. Dan, kakak tidak pernah bilang kalau kamu cowok jadi-jadian," ucap Laksh.


Rebecca, yang melihat pertengkaran keduanya menggeleng pelan, lalu dia mendekati kedua anak remaja itu. Dan, dia berkata. "Sudah-sudah. Sebaiknya, kita masuk kedalam dan segera mandi lalu kita segera makan malam." ucap Rebecca, yang di angguki oleh Laksh dan Vernon. Mereka, pun masuk kedalam mansion lalu, ke-dua berjalan ke arah kamar mereka masing-masing.


Mansion, Marquez sekarang sangat berbeda jauh. Sekarang, hanya ada kesunyian. Tidak ada kehidupan, di dalam rumah itu.


"Mih, mansion ini terasa sangat sepi tanpa kehadiran mami. Andaikan, waktu itu aku menyadari kalau mami tidak bersalah. Pasti, saat ini mansion Marquez sangat rampai.. Dan, pasti adek bayi sudah lahir kedunia. Menambah keramaian keluarga Marquez mih." gumam Laksh, yang baru saja keluar dari kamar mandi. Yang, hanya menggunakan handuk untuk menutupi kejantanannya.


Saat, dirinya sedang memilih pakaian, dia menemukan sebuah majalah dewasa membuat dedek kecilnya bangkit dari tidurnya. "Damn it. Kenapa, harus bangun yang tidak tepat." Laksh berdecak sebal karena juniornya, bangun yang tidak tepat, apa lagi. Dirinya, masih berstatus jomblo.


Dengan, malas dia pun mulai senam lima jari, di ruangan walk in closet. Laksh, berdiri di depan cermin, yang sangat besar. Membuat dia melihat tubuh tanpa kain.


"Teryata, tubuh'ku sangat bagus, bahkan sangat seksi. Pasti leksa, sangat bangga memiliki suami seperti diriku. Apa, lagi dengan kejantananku yang sangat panjang." gumam. Laksa, dengan sambil senam lima jari.

__ADS_1


"Ahhh.. leksa, enak, terus.. Ini sangat nikmat leksa. Masukin yang dalam ahhh..Ahhhhh..yahhhh..yessss.. Terus, ahhhh.." racau Laksh dengan desahannya. Membuat, gairahnya meningkat.


Setelah, tiga puluh menit Laksh mulai merasakan hampir mencapai pelepasannya. Dengan, cepat dia mulai menggerakkan tangannya maju mundur.


"Akhhhhh.. Lekshh, aku mau sampai," Setelah mengatakan itu Laksh, mengeluarkan cairan sucinya.


Kaca, yang semula bersih tidak ada apa-apa, sekarang sudah ada cairan suci. Laksh, yang sangat putih. Setelah, mengeluarkan cairan laksh kembali ke kamar mandi, dan dia harus kembali mandi agar bersih kembali.


Laksh, lalu berpakaian dengan pakaian santai. Setelah, selesai berpakaian. Dia, membersihkan kaca yang terkena tumpahan cairan sucinya


Saat, sudah bersih. Laksh keluar dari kamar lalu dia berjalan menuruni anak tangga, tapi sebelum turun dia berpapasan dengan Vernon. Yang, menatap dirinya dengan aneh.


"Sudah, bermain solonya?" ucap Vernon kepada Laksh.


Laksh, membulatkan matanya, dia terkejut mendengar Vernon berkata seperti itu. Dia, pun pura-pura tidak mengerti apa yang di katakan oleh Vernon.


"Jangan, pura-pura menjadi polos, yang memang sebenarnya adalah seorang suhu." Vernon, kembali berkata kepada Laksh. Dan, dia juga membisikan sesuatu yang membuat, Laksh mematung, kenapa dirinya bisa ceroboh.


"Vernon?"


"Kamu, tidak perlu khawatir, aku tidak akan memberi tau leksa, karena kamu terus saja memanggil dia, di saat kenikmatan mu. Dan, aku datang ke kamar kamu karena suruhan dari bibi Yulia." ucap Vernon, lalu pergi dari hadapan Laksh.


Entah, kenapa hari ini dirinya di buat kesal oleh sang Vernon. Yang, selalu saja membuat dia merasa ingin sekali memakan orang.

__ADS_1


Di, ruang keluarga hanya ada Agni, Yulia, dan suami'nya. Dia, sedang menunggu kedatangan cucu laki-laki dan cucu perempuannya. Saat, Laksh, dan Feria, sudah datang keduanya duduk berjauhan.


"Laksh, Feria. Nenek, ingin memberikan kabar kalau Yulian akan mengurus perusahaan nenek. Karena, papa kalian sudah tidak mau mengurusnya. Maka, nenek serahkan kepada Yulia." ucap agni. Membuat, Laksh sangat terkejut. Pasalnya, dia tidak mengetahui akan hal itu, bahkan papi'nya sangat tidak menyukai kalau perusahaan Pratistha, jatuh ke tangan orang lain. Apa, lagi itu adalah wanita yang sudah membuat keluarganya hancur.


"Nek, tidak seharusnya nenek memberikan perusahaan nenek ke tangan bibi. Karena, aku dan papi masih sanggup mengurus perusahaan pratistha grup." ucap Laksh, tidak menyetujui kalau perusahaan itu jatuh ke tangan bibinya.


"Benar. Bu, aku tidak berhak menerima semua ini. Apa, lagi aku disini hanya orang lain, yang merawat anak-anak kakak." ucap Yulia, dengan lirih. Namun, hatinya berteriak bahagia. karena, mendapatkan perusahaan Pratistha, jadi dia tidak perlu capek-capek mencari uang.


"Tidak, sayang. Kamu, memang berhak mendapatkan semua ini? Apa, lagi kamu sudah susah payah membesarkan feria. Jadi, kamu berhak mendapatkan." ucap agni, kepada Yulia dengan lembut.


"Ini, sudah keputusan nenek. Jika, kalian membantah maka, kalian tidak mematuhi peraturan yang nenek buat." ucap agni dengan tegas.


Keluarga Marquez hanya terdiam saja. Memang, sangat sulit membantah Perkataan dari agni. Jika, mereka semakin membantah, maka semakin keras kepala juga Agni kepada keluarga.


Vinton, pasrah dengan perkataan Agni, baginya dia tidak bisa melawannya. Dia, juga langsung memutuskan, kalau dia akan mengurus peralihan saham dan kekuasaan kepada Yulia. Agar, Yulia resmi menjadi seorang pemimpin.


Laksa, dengan kesal berlalu pergi dari ruang keluarga. Niat, hati ingin menenangkan diri di rumah Ini, malah semakin membuat dia pusing. Dengan masalah keluarga yang tidak ada habis-habisnya.


"Akhhh..Brengsek, kenapa harus wanita sialan itu yang mendapatkan semuanya? Jika, semua di pegang oleh wanita itu, maka perusahaan nenek bakalan hancur di tangan wanita itu." gumam Laksh, yang sudah berada di kamarnya.


Dia, juga mengabari papi, kalau nenek akan mengalihkan kekuasaan dan saham kepada Yulian, dan itu akan di lakukan besok hari. Laksh, lalu meminta kepada papi untuk segera kembali ke mansion agar perusahaan itu tidak jatuh ke tangan Yulia.


Faisal, yang mendengar kalau ibunya akan menyerahkan kekuasaan, mengerang marah, dia sangat murka. Karena, ibunya terlalu percaya kepada yulia. Tapi, dia juga tidak bisa kembali ke ibukota, karena dia saat ini sudah berada di Bali untuk mengurus perusahaan yang ada di Bali.

__ADS_1


Tapi, Faisal. Meminta kepada Laksh, dan juga Vernon. untuk memantau pergerakan Yulia. Dan, sebisa mungkin dirinya mencari bukti tentang kejahatan Yulia.


"HAHAH..! Akhirnya, aku jadi penguasa...?"


__ADS_2