CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 53


__ADS_3

"Apa yang terjadi kepadanya?"Suara bariton yang berasal dari dapur mengejutkan kai yang ingin mengantarkan tuan Valdes ke kamar. Karen ia tau tuan Valdes sedang mabuk saat ini.


Kai lalu berbalik menatap ke arah pria paruh baya yang masih sangat muda.


"Tuan Victor?"Ucap kai dengan dingin, namun kai masih bisa menghormati walaupun terkesan dingin.


Victor lalu menatap ke arah putra ke dua, yang sudah tidak sadarkan diri karena pengaruh alkohol. "Kenapa lagi dia? Tiap hari kerjaannya mabuk-mabukan."


Kai hanya diam saja toh memang benar, setiap pulang pasti dengan keadaan mabuk-mabukan. Kai pun permisi kepada tuan besar untuk mengantarkan tuan Valdes ke kamarnya.


Setelah sampai di depan kamar kai membuka pintu kamar Valdes, dan ia langsung membaringkan Valdes ke tempat tidur setelah sampai di kamar.


"Tuan aku yakin setelah ini pasti kamu akan menemukan kebahagiaan kamu bersama dengan nyonya muda."guman kai.


Setelah itu kai pergi meninggalkan kamar tuan Valdes, ia pun berniat untuk pulang ke apartemennya. Namun saat sakan pergi suara tuan besar Victor menghentikan dirinya.


"Ada apa tuan?"


"Kai bermalam lah di sini? Karena sudah Tengah malam."Ujar tuan Victor.


Saat kai akan menolaknya, suara Victor lebih dulu bersuara.


"Tidak ada penolakan.!" Kai pun dengan terpaksa menuruti perintah tuan Victor, lalu ia pun masuk ke kamar tamu yang sudah di sediakan oleh tuan rumah.


**


Pagi pun datang, menggantikan malam yang sunyi.


Saat ini seluruh keluarga Marquez sedang menikmati sarapan pagi, namun ruangan itu terasa sunyi. Tidak seperti saat ada Vanandya yang ruang makan terasa ramai.


Valdes, yang melihat Keluarga'nya sedang menikmati sarapan. Hanya mengabaikan saja, ia berjalan melewati ruang makan.


Namun langkahnya di cegah oleh sang mama. "Sayang. Makanlah dulu?"


"Tidak,"


"VALDES DUDUK!"Kali ini suara lantang sang tuan besar, menyuruh agar sang cucu untuk duduk.


Dengan aura dingin Valdes berjalan ke arah ruang makan, namun ia menghentikan langkahnya karena. Ia melihat kursi kosong yang berdampingan dengan virendra dan sang mama.


"Kai!"


"Baik tuan."Kairo yang sudah duduk di kursi berdekatan dengan Brianna langsung pindah, karena ia langsung peka dengan keadaan sang tuan.

__ADS_1


Valdes pun duduk yang tadi di duduki oleh Kairo,


Rebecca merasakan sedih saat tau anak'nya tidak ingin duduk di sampingnya, namun ia langsung menguatkan hati. Ia lalu berdiri ingin mengambilkan makanan buat anaknya, namun ia Langsung mengurungkan niatnya saat mendengar suara dingin anaknya.


"Jangan repot-repot memberikan aku makanan nyonya? Karena aku sendiri masih bisa mengambil makanan itu,"Ucap Valdes dengan sangat dingin dan datar, ia sangat tidak suka dengan apa yang dia lakukan.


TESS! Buliran air mata keluar begitu saja, karena anaknya selalu memanggil dirinya dengan sebutan nyonya'nya. Ia ingin sekali mendengar putra keduanya memanggil dirinya dengan mama lagi.


Victor yang melihat istrinya meneteskan air mata, pun berdiri ia langsung menampar pipi anaknya.


PLAKK!


"Apa kamu tidak bisa menghormati ibumu? Ibu yang terlah melahirkan kamu? Tapi apa balasannya, kau memperlakukan dia semena-mena."Bentak Victor,


Valdes pun tersenyum sinis ia pun bersuara dengan dingin. "Haha! Apa masalah nya dengan mu tuan Victor? Apapun yang aku lakukan buat wanita seperti itu memang pantas buat dia." Ucap Valdes sambil menunjuk ibunya,


Victor tentu saja tidak terima dengan semua itu, saat ia ingin memukul putranya langsung di hentikan oleh tuan vinton.


"Berhenti!! Bisa tidak kalian sopan. sedikit? Ini meja makan,"Semua orang pun terdiam setelah mendengar suara kakeknya, lalu dia menyuruh mereka untuk duduk. Valdes enggan untuk duduk, ia ingin pergi dari meja makan langsung di hentikan oleh Grey's dengan memegang tangannya.


"Duduklah?"Grey's menyuruh adiknya untuk kembali duduk, ia sangat paham kalau adiknya tidak akan duduk kembali setelah perdebatan tadi, kalau dirinya tidak menyuruhnya pasti saat ini Valdes akan pergi.


Nenek Agni merasa iba kepada kepada mantu tirinya itu, ia pun mengambil nasi serta lauk pauk buat cucu tirinya,


Dan suasa kembali seperti semula, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu.


Selesai melakukan aktivitas sarapan pagi, Valdes berlalu pergi dari hadapan semua orang. Dengan kai yang menjadi buntut untuk tuan Valdes.


***


Sementara itu di rumah sakit yang sangat besar, ada anggota keluarga yang sedang bahagia.


"Sayang apa yang kamu rasakan? Apa masih sakit?"Ucap tuan Hendrik.


"Tidak ayah, aku baik-baik saja.. Adik aku mana yah?"


"Apa kakakku sangat merindukan aku? Sampai-sampai mencari adiknya?"Ledek Vanandya kepada sang kakak. yang muncul di belakang sang ayah.


Plak.. Hazel pun memukul lengan adiknya itu, dia sangat suka sekali meledeknya.


Mereka hanya tersenyum dengan melihat interaksi antara adik dan kakak.


"Hai son."Sapa Vanandya kepada seorang anak yang berada di samping sang kakak.

__ADS_1


"Hai juga Tante."Anak kecil itu kembali menyapa Tante Vanandya. Dengan senyum mengembang yang mampu menghipnotis orang-orang dengan senyumnya.


Hazel yang melihat perut buncit adiknya pun bertanya. "nan, apa kamu sedang hamil?"


Vanandya pun menatap ke arah kakak'nya lalu mengangguk kepala.


Hazel sangat terkejut, begitu lama kah dirinya tertidur sampai-sampai ia tidak tau kalau saat ini adiknya terlah hamil.


Vanandya yang melihat raut wajah kakak'nya pun berkata ia akan menjelaskan tentang yang terjadi selama ini setelah kakaknya sembuh.


Hazel pasrah, ia lalu mengangguk kepala ia pun merebahkan tubuhnya ke ranjang rumah sakit.


"Grayland, apa kamu ingin ikut jalan-jalan?"Ajak Vanandya kepada keponakannya.


Grayland Ananta lacerta, yang di ajak keluar oleh Tante Vanandya pun langsung mengiyakan ajakan Vanandya, karena ingin sekali melihat dunia luar.


Sebelumnya Vanandya sudah izin dengan dokter untuk mengajak keluar keponakan, dan dokter pun mengizinkan untuk mengajak jalan-jalan grayland.


***


"Apa kau sudah menemukan?"


"Maaf tuan kami belum menemukan keberadaan nyonya Vanandya. Karena kepergian mereka sudah di tutup rapat oleh tuan lacerta."


Valdes menghembuskan nafas kasar, sudah satu minggu ia mencari wanitanya tapi belum saja ketemu. Ia pun memerintahkan anak buah untuk terus mencari.


**


Sudah satu minggu, keadaan Hazel berangsur-angsur pulih, ia pun sudah di perbolehkan untuk pulang ke kediamannya. Tujuan mereka adalah ke kediaman kakeknya, mansion Miharjo.


Saat sudah sampai di halaman mansion yang begitu besar mereka semua turun.


Hazel merasa takjub dengan mansion di depan, sudah begitu lama ia tak melihat mansion kakek buyutnya


Mereka pun masuk ke dalam mansion yang bak seperti istana itu.


"Ibu.. Apa ini mansion ibu?"Tanya seorang anak kepada ibunya.


"Bukan sayang, tapi ini adalah mansion kakek buyut ibu."Ujar Hazel dengan lembut.


Mereka pun kembali melanjutkan jalan memasuki ruangan yang sudah lama di tinggalkan.


"Selamat datang kembali di mansion Miharjo."

__ADS_1


__ADS_2