CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 161


__ADS_3

Malam, hari terlah berganti, saat ini banyak kaum hawa dan Adam yang keluar untuk mencari ketenangan. Dan, saat ini seorang wanita sedang menikmati hidangan yang terlah di sajikan oleh pelayan cafe. Karena, cafe itu baru buka jadi dia langsung datang mengunjunginya.


Dia, tidak memperdulikan ponsel yang terus berdering. Karena, dia tau yang menelpon dirinya adalah mama dan papanya. Dia, masih kesal kepada keduanya karena tidak mau menuruti keinginan darinya untuk membatalkan perjodohan.


Pandangan mata wanita itu tidak sengaja jatuh ke pada sosok pria yang sedang bersama wanita lain. Dia, pun memiliki ide gila agar hubungan keduanya putus. Karena, ini adalah balasan buat dia yang sudah menjatuhkan martabat seorang princess Pitaloka.


Ya, wanita itu adalah pitaloka. Wanita, yang memiliki keanehan dan kecerobohan, bahkan dia selalu bikin heboh kepada siapa saja..Dengan, suara dia mampu membuat orang di sekitarnya ke berisikan,


Pitaloka, berjalan dengan anggun. Apa, lagi saat ini dirinya sedang menggunakan dress ketat yang membuat para kaum Adam menatap lapar. Dan, Pitaloka sudah sampai di hadapan ke-dua pasangan gila. Dia, pun memulai drama kepada sosok pria yang bernama vernando.


"Sayang, kamu tega menduakan aku? Padahal selama ini aku sudah setia pada kamu, apapun yang kamu minta aku turuti, tapi ini balasan kamu kepadaku? Apa, gara-gara aku hamil dan wajahku jelek jadi kamu berpaling dariku hah? Jawab aku sayang.!" ucap Pitaloka kepada vernando. Dengan suara yang seakan-akan marah dan seperti tersakiti. Membuat, para pengunjung menatap iba, mereka merasa kasihan kepada pitaloka. Bahkan, ada yang merekam video itu, sampai membuat video itu menyebar.


Vernando dan wanita itu sangat terkejut dengan tindakan yang di lakukan oleh wanita sinting itu kepada keduanya. Membuat, mereka sangat malu.


"Kau, bisa diam tidak!" ucap vernando kepada Pitaloka dengan menunjuk ke arah mukanya..


"Sayang.. Kamu, tega, kurang apa aku kepadamu sayang sampai kamu lebih membela dia dari pada membela aku." ucap Pitaloka, yang sudah nangis Bombay karena di bentak oleh vernando. Padahal hatinya bahagia membuat pria di depannya menahan malu.


"Tuan, vernando sebaiknya kerja sama kita berakhir dan kau urus rumah tanggamu jangan sampai melibatkan aku dalam masalah ini! Kalau gitu saya permisi." ucap wanita itu, yang langsung pergi dari cafe karena dia tidak ingin terlihat masalah percintaan mereka.


Vernando, menatap ke arah pitaloka, saat dia akan menampar dia sadar kalau saat ini dirinya sedang menjadi pusat perhatian oleh pengunjung cafe, jadi dia tersenyum sinis. Dia, akan mengikuti rencana yang di lakukan oleh pitaloka. Dia tidak jadi menampar melainkan mengelus pipi pitaloka, yang membuat Pitaloka menatap heran.


"Baby, kamu tau kan aku itu sangat mencintai kamu tidak mungkin aku menduakan cinta kamu. Aku, benar-benar setia, jika aku tak setia aku tidak akan menanam bibit ku kepada kamu. Jadi, maafkan aku ya?" ucap vernando, yang langsung berlutut di hadapan Pitaloka.

__ADS_1


Pitaloka, yang di perlakuan seperti itu menjadi kaku. Niat hati ingin menjebak pria di hadapannya, malah dirinya yang terjebak. Karena, perkataan dari vernando.


"Mbak, maafin aja, mungkin ini cuma salah paham?" ucap seorang pengunjung wanita.


"Benar, mbak jika mbak pisah kasian anak yang ada di dalam perut mbak." timpal seorang ibu-ibu.


"Iya mbak. Aku, yakin kalau kekasih mbak sangat mencintai mbak." ujar pengunjung pria.


Mendengar, para pengunjung yang menyuruh dirinya meminta maaf. Dengan terpaksa dia memaafkan vernando, dari pada dia yang akan menjadi sasaran bualan warganet. Jadi, dia hentikan aksi gila'nya.


Vernando, pun membawa pitaloka keluar dari cafe. Dan, seketika vernando merubah ekspresinya menjadi sangat datar dan dingin. Dia, memaksa Pitaloka masuk kedalam mobil, dan dia juga menyusul masuk. Saat, ke-dua nya sudah di dalam. vernando mencengkram dagu pitaloka.


"Dasar, gadis gila. Karana, ulah kamu membuat nama baikku hampir hancur. Dan, karena ulah kamu juga aku harus kehilangan investor besar." ucap vernando dengan dingin.


"Oh..Yay, tadi kamu bilang apa aku menghamili mu?" ucap vernando mengingatkan kembali tentang perkataan wanita di sampingnya.


"I-Iya, Ke-kenapa masalah? Itu kan biar rencanaku berhasil." jawab Pitaloka sedikit terbata-bata. Dengan, takut dia memegang area atasnya agar tidak di sentuh oleh pria gila di sampingnya.


"Gimana, kalau aku mengabulkan perkataan kamu? Aku, akan memberikan benihku untuk di rawat sama kamu di dalam perut hm..hm?" ucap vernando sambil menaik turunkan alisnya. Dia, akan melakukan Apapun agar dia, bisa mencapai tujuannya.


Vernando, pun memundurkan mobilnya sampai keluar dari parkiran, lalu dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tujuannya adalah mansion pribadinya. Yang, hanya di tinggali oleh anak buah saja.


Dia, lalu menelpon asisten pribadi untuk mengosongkan mansion pribadi, agar dia bisa leluasa melakukan apa saja kepada gadis yang sudah melakukan hal gila.

__ADS_1


Saat, berapa menit mobil yang di kendarai oleh vernando sudah sampai di halaman mansion milik dirinya. Yang, hanya di ketahui oleh para anak buah dan asisten pribadi.


Vernando lalu membuka pintu mobil dia keluar dan membanting pintu mobil. Dia, lalu berjalan ke pintu sebelahnya. Dia kembali membuka pintu mobil.


"Keluar.?" pinta vernando berbaik hati.


"Tidak.!" ucap Pitaloka, yang ketakutan melihat mata tajam vernando. Dia, seperti seorang iblis yang berwujud manusia.


"AKU, BILANG KELUAR.!!" bentak vernando yang sudah kehabisan kesabaran menghadapi kelakuan pitaloka, yang tidak menurut kepada dirinya. Dengan, kasar dia menarik tangan pitaloka, sampai membuat pitaloka keluar dari mobil,


Dengan, kasar vernando menyeret Pitaloka, kedalam rumah yang sangat sepi dan gelam. Setelah keduanya sudah masuk kedalam mansion vernando mengucapkan kepada sebuah benda yang tidak tau apa itu. Tapi, setalah mengatakan itu, semua pintu dan jendela mengunci dengan sendirinya.


Dan, tirai-tirai yang sangat panjang menutup jendela, sampa membuat mansion semakin gelap.


Vernando, lalu menyeret kembali pitaloka masuk kedalam kamar yang berada di lantai dua. Dia pun melemparkan pitaloka ke arah kasur. Dia, mulai melepas kancing bajunya, dan, setelah terlepas dia melemparkan kemejanya ke sembarang arah lalu dia mendekati pitaloka.


"Mau, apa kamu hah? Aku, minta maaf karena tadi tapi aku mohon jangan melakukan hal itu kepadaku?" ucap Pitaloka memohon agar vernando berbaik hati, agar tidak melakukan hal gila.


Tapi, vernando tetap lah vernando dia tidak menyukai bantahan atau permohonan. Karena, dia akan melakukannya dengan keinginannya sendiri, mau tidak mau Pitaloka harus mau melakukannya.


Pitaloka, pun merangkak menjauh dari vernando agar dirinya bisa terlepas dari jerat masalah ini. Jika, sampai dia menanam benih di dalam perutnya maka dia akan terjebak.


Jlebbb..!

__ADS_1


__ADS_2