
"Cepat katakan atau kita mati bareng karena kita akan impas." bentak Bart dengan sangat serius.
"Kamu jangan gila Bart aku masih ingin hidup sampai aku menemani setiap generasi ku." bentak varisa yang tidak terima jika ia harus mati dengan cara seperti ini.
"Jadi kamu katakan siapa anak aku yang sebenarnya dan dimana dia berada?" Bart sudah habis kesabaran saat ia akan melakukan mobilnya ke arah jurang.
"Baik-baik aku akan memberi tau kepada kamu kalau anak kamu. Adalah, hazel marbella lacerta. Dia anak kamu dengan Vera." ucap varisa dengan keras.
Citttt..
Dengan cepat Bart mengerem dengan mendadak membuat goresan ban dan jalanan. Beruntung, Bart mengerem dengan tepat waktu jika sampai tidak mobil itu benar-benar akan terjun ke jurang.
Varisa bernafas lega kalau saat ini ia masih bisa selamat dari kematian karena kegilaan dari Bart.
"Dasar pria gila kau benar-benar ingin membunuhku hah?" bentak varisa.
"Saya, cuma meminta kejujuran dari kamu siapa anak aku yang sebenarnya karena hanya dia satu-satunya pewaris ku satu-satunya." ucap Bart.
"Cih, alasan." varisa berdecak sebel mendengar perkataan pria di sampingnya.
"Sekarang kamu kasih tah dimana anakku sekarang?" tanya Bart tanpa menanggapi perkataan dark varisa. Ia bertemu dengan varisa bukan hanya mendengar ocehan yang tidak penting dari mulut varisa ia hanya ingin bertemu dengan putrinya.
Namun, varisa melarang Bart bertemu dengan hazel karena ia membutuhkan waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada hazel.
***
Sementara itu seorang pria baru saja membeli sebuah kereta api dan kereta listrik yang akan di berikan kepada putra dan istrinya.
Valdes Hutabarat Marquez..
Seorang pria yang membeli dua kereta sekaligus dengan berbeda. Karena ia akan berkeliling menggunakan kereta api dengan dirinya yang menjalankan keretanya.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Valdes yang baru keluar dari dalam kereta dengan menggunakan pakaian masinis.
Semua orang yang berada di situ sangat terkejut melihat penampilan Valdes yang sangat sempurna bahkan ketampanannya tidak bisa di ragukan lagi.
Vanandya, yang melihat mata para wanita yang ingin keluar karena melihat ketampanan suaminya merasa kesal. Sampai ia menjadi bete.
__ADS_1
Twins, yang melihat hal itu tertawa cekikikan karena mommy mereka sedang cemburu melihat Daddy'nya menjadi pusat perhatian para wanita yang berada di situ.
"Daddy, sebaiknya kita segera berangkat takut ada gunung berapi meletus karena ada api kecemburuan yang ingin meledak." ucap vagas kepada Daddy'nya.
Valdes, yang tidak mengerti akan apa yang terlah di katakan oleh vagas mengerutkan keningnya. Namun, sesaat kemudian ia melihat ke arah Vanandya yang sedang cemburu karena dirinya menjadi pusat perhatian.
Karena, tidak ingin menambah masalah lagi Valdes pun meminta kepada semua pramugari dan pramugara untuk segera siap di dalam kereta. Tidak lupa juga ia meminta asisten masinis jug segera naik.
Setelah, semua'nya naik Valdes mengajak istri dan anak-anaknya segera masuk ke gerbong yang sudah dj sediakan oleh Kairo asisten pribadi dalam perusahaannya.
"Gimana sayang ruangannya?" tanya Valdes yang sudah berada di gerbong sepesial.
Vanandya diam sejenak gerbong yang ia tempati tidak begitu buruk karena semua keperluan sudah ada di situ. Vanandya menatap ke arah suaminya Tetang semua yang ada di gerbong yang ia tempati.
"Sayang ini?" tanya Vanandya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
"Iya sayang aku sudah merancang semua gerbong ini hanya untuk kamu bahkan aku mendesain seperti kendaraan yang di kerajaan-kerajaan jaman dulu." ujar Valdes.
Memang benar Valdes membeli kereta api tidak asal-asalan ia menyuruh Kairo untuk merancang semua gerbong yang akan di tempati oleh keluarganya yang ada kamar mandi mewah ruang tamu ada kamarnya dan berapa hal lain.
Setelah itu Valdes pergi dari gerbong itu meninggalkan istri dan anak-anaknya. Ia tidak lupa meminta twins untuk menjaga mommy mereka.
Sang, twins menjawab kalau mereka akan siap menjaga mommy mereka selama dua puluh empat jam bahkan mereka tidak akan mengizinkan siapapun menyentuh mommy mereka.
Tanpa menunggu lama Valdes langsung menjalankan kereta api. Dengan perlahan kereta api mulai berjalan.
"Mom, apa mommy yakin kalau Daddy bisa menjalankan kereta api?" tanya vegas yang masih sangat penasaran dengan perkataan sang Daddy yang bisa membawa kereta api.
"Mommy juga sangat meragukan akan hal itu tapi kita hanya bisa berdoa saja agar kita pulang dengan selamat." ucap Vanandya dengan lembut.
***
"Penawaran ku masih berlaku jika kamu ingi. berkerja sama dengan ky maka katakan lah jika kamu ikut bersama kami saya jamin kalau besok kamu akan mendengar hazel tidak mempunyai bayi lagi" kata wanita yang tidak lain adalah Yulia yang menginginkan.
Gisel yang memang sedang berada di dalam balkon kamarnya terdiam mendengar perkataan dari Yulia jika benar Yulia bisa melakukan itu, maka tidak ada salahnya untuk Gisel berkerja sama dengan mereka.
"Seperti gak ada salahnya aku berkerja sama dengan mu, Lagian jalan kita memang sama yaitu menghancurkan mereka." ujar Gisel.
__ADS_1
Yulia tertawa senang karena rekannya tambah satu orang lagi untuk menghancurkan mereka. Karena jika bertambahnya rekan maka mereka akan semakin kuat untuk menghancurkan kedua keluarga besar.
"Jika, kau bisa membuat hazel keguguran maka aku akan membatu kamu juga untuk menghancurkan mereka semua." ucap Gisel.
"Baiklah, aku akan melakukannya segera agar dia cepat-cepat kehilangan bayinya." ucap Yulia.
Yulia lalu menelpon atasannya untuk memberikan ide agar hazel keguguran tanpa ada yang curiga kalau mereka yang melakukan.
Wanita yang bernama Eriska menjelaskan kepada Yulia tentang rencananya agar hazel keguguran tidak karena di sengaja melainkan karena keteledoran dari hazel sendiri.
"Baik, aku akan segera melakukan." ucap Yulia yang langsung mematikan sambungan teleponnya.
***
Di sebuah restoran terdapat dua orang pria dan wanita yang sedang mengobrol satu sama lain. Mereka adalah,
Varisa lacerta..
Dan, Bart adalar..
Varisa sedang menjelaskan kepada Bart Tetang apa yang terjadi yang sebenarnya kalau Vera terlah meninggal saat melahirkan putrinya yang bernama hazel anak dari Bart.
Bart adalah sahabat dari Vera tapi ia sangat mencintai Vera bahkan sampai ia pergi keluar negri saat Vera memiliki kekasih yang bernama venton.
Tapi, saat ia mengetahui kalau Vera tidak jadi menikah dengan venton ia berusaha mencari dimana keberadaan Vera sampai Bart menemukan kalau Vera ada di negara yang sama. Dan, ia berpura-pura mendekati Vera sampai saat dimana Bart mabuk dan mempe*kosa Vera.
varisa yang mendengar semua itu hanya diam saja ingin benci pun tidak akan merubah keadaan, ia hanya bisa berusaha ikhlas menerima takdir yang terjadi.
"Saya janji akan mempertemukan kamu dengan hazel tapi tidak sekarang."
"Lalu kapan aku akan bertemu dengannya?"
"Tunggu waktunya tiba."
***
Brakkkk...
__ADS_1