CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 11


__ADS_3

Tanu yang merasa kesel menatap tajam ke arah Vanandya. Karena dia ia juga terkena marah sama virendra.


Vanandya acuh tak acuh. Buat apa menanggapi radio butut yang membuat kupingnya sakit, apa lagi melihat mukanya yang sangat persis dengan badut di luaran sana. Udah lah mendingan ia pergi dari ruang makan itu. Tapi ia tersenyum mengerikan, lalu menyuruh Tanu mendekati dirinya.


Tanu yang orangnya bodoh pun menuruti apa perkataan si Vanandya. Lalu dia berdiri dan menghampiri vanandya dengan sejuta penasaran kenapa dia sampai memanggil dirinya.


Saat Tanu sudah sampai di depan vanandya. Vanandya pun mengelap tangannya di baju si Tanu. yang membuat si Tanu marah karena baju mahalnya di kotori oleh si musuh.


Vanandya pun tertawa jahat karena berhasil membuat si Tanu marah. Siapa salah mengusik ketenangannya.


Amora. Yang melihat kemarahan tanu berusaha menenangkannya karena tidak ada gunanya marah saat ini mereka harus melakukannya dengan cerdik agar bisa membalas kepada si vanandya.


Mereka. Pun pergi ke kamar mereka masing-masing untuk bergelut dengan dunia mimpi, karena hari terlah semakin sore.


Di kamar yang bernuansa modern. Seorang wanita sedang menelpon seseorang dengan raut wajah yang sangat dingin bahkan sangat di takuti oleh orang-orangnya.


"....."


"Kita tunggu saja."


"...."


"Karena tidak ada kata ampun buat mereka."


"...."


"Aku ingin kau menunjukkan dunia apa yang kita dapat."


"..."


"Karena itu akan lebih bagus."


"..."


"Trus gimana kondisinya mereka?"


"...."


vanandya nayesha lacerta . W. H. D. Langsung menutup panggilan sepihak setelah mendengar kondisi seseorang. Bahkan ia sampai membanting ponselnya dari tangannya, ia pun mergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah'nya.


Setelah selesai ia pun berganti baju dengan piyamanya. Dan ia pun merebahkan tubuhnya, yang berapa menit sudah pergi ke alam mimpinya.


***


Saat ini bulan sudah di gantikan oleh sang surya. Berarti sudah waktunya mahluk hidup melakukan aktivitasnya masing-masing.


Seorang wanita yang sudah bangun sebelum sang matahari muncul. Lalu ia sedang berada di meja makan sambil menatap tajam ke arah kedua pelayannya.

__ADS_1


"Dari mana saja kalian?"


"Hm.. anu.. itu.. anu.."


"Una anu Una anu. Anu apa?"


"Kita pulang kampung nyonya."


Vanandya mengangguk kepala. Mungkin mereka kangen sama suasana kampung jadi ia tak memperpanjang masalah, cuma ia ingin denger aja dari mulut ke-dua sahabatnya.


Ia melirik ke arah tangga yang sudah ada si pasangan menjijikan itu. Walaupun ia tau dia adalah suaminya tak di pungkiri ia merasa cemburu dengan kedekatan keduanya.


Hampir dua puluh maid berdatangan membawa makanan. Untuk di sajikan kepada majikan mereka. Di antaranya sepuluh lauk pauk, nasi dan piring dan gelas. Mereka membawa dengan cekatan.


Tak berapa lama Amora datang bersama kedua pelayannya di belakangnya.


Ketiganya pun duduk di tempat masing-masing. Mereka semua terdiam tanpa bersuara,


Kedua pelayan Vanandya merasa bingung dengan aura yang mereka keluarkan hari ini. Bahkan ruang makan seperti ada aura yang sangat mencengkram. Mereka tak mengetahui apa yang sudah terjadi kepada mereka selama, kami pergi.


Setelah selesai makan mereka pun meninggal tempat itu. Virendra pergi ke perusahaannya bersama dengan Cakra. Sedangkan Vanandya sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan kedua pelayannya, tak lupa dengan PPS. Yang membuat ia sakit mata dengan wajah mereka.


"Wahh. Kayanya aku harus beli berlian yang sangat langka ini, bahkan cuma ada satu di dunia berarti siapa cepat dia dapat."Gumam Vanandya. Yang masih bisa di denger oleh pps itu. Ia ingin memancing jiwa kematrean mereka jika melihat berlian, yang cuma ada satu di dunia karena tidak ada yang lain bahkan harganya selangit ke tujuh.


Bener saja kedua wanita ondel-ondel langsung mengecek ponselnya mereka ingin lihat apakah bener apa yang terlah musuh mereka katakan bener.


"Mor. Kura-kura eh kira-kira siapa perusahaan yang mengeluarkan berlian yang sangat langka itu?"


"Aku. Juga tidak tau? Sepertinya aku harus beli tuh berlian agar tidak Kedulan oleh dia."Ujar Amora sambil melirik ke arah Vanandya dengan tatapan sengit.


Tanu merasa kesel karena ia tidak bisa beli, karena kekasihnya tak mengijinkan nya beli.


"ND."Gumam Amora.


ND. Adalah perusahaan yang hampir sejajar dengan perusahaan Keluarga'nya, jadi tidak heran jika semua mengetahui siapa perusahaan itu. Tapi tidak ada yang tau siapa pemimpin mereka, karena sangat tertutup itu. Bahkan untuk mengorek informasi mengenai perusahaan itu tidak bisa di tembus.


"What. ND?"Pekik Tanu.


Mereka. Sangat tau kalau perusahaan itu bergerak di bidang apa aja, bahkan pengeluaran mereka dalam barang-barang mewah mewah tidak nanggung-nanggung. Apa lagi perusahaan mereka di bawah naungan dari Ratu yang sangat besar.


"Bisa tidak kau tidak berteriak di telingaku?"Kesel Amora kepada Tanu.


"Hallo kak."


"...."


"Kak. Aku pengen beli berlian itu?"

__ADS_1


"...."


"Ck. Masa kakak ipar juga pengen beli?"


"..."


Kekesalan Amora kembali meningkat. Karena kakak' iparnya juga ingin beli berlian yang cuma ada satu.


Kayanya perusahaan itu emang sengaja mengeluarkan satu. Agar seluruh dunia berebut ingin membelinya walaupun mereka harus mengeluarkan uang ber ratus-ratus miliar, agar bisa membeli barang yang sangat langka.


Amora. Pun meminta kepada sang Daddy untuk membelikan tuh perhiasan yang sangat langka. Namun lagi-lagi respon nya sama seperti sang kakak. Bahwa mommynya juga menginginkan warang itu.


"Ck. Ga mommy ga kakak ipar sama aja ingin membelikan tuh perhiasan."


Amora dengan kesal pun menyalakan televisi. Agar kekesalannya bisa ia lampiaskan kepada aktor-aktor gandeng yang ia idolakan. Kim taehyung, Namun semua siarannya menayangkan tentang perusahaan ND. Yang mengeluarkan berlian ter-ter langka.


Vanandya yang melihat kekesalan adik iparnya pun tersenyum simpul. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"1"


"2"


"3"


Dretttt.. Drettt.. Dretttt.. Suara geteran ponsel Amora bergetar, Amora pun langsung mengangkat panggilan teleponnya.


"..."


"Oh kamu. Agra, Ada apa menelpon ku?"


"..."


"Kamu ingin menunjukkan apa?"


"..."


"Ok datanglah ke tempat kakakku."


Panggilan mereka terputus. Dan Amora kembali melanjutkan acaranya itu.


"Today's news.. Perusahaan ND Campanny baru saja mengeluarkan berlian Terlangka di dunia. Bahkan saat ini semua orang berbondong-bondong ingin membeli barang langka itu, yang di keluarkan oleh perusahaan yang hampir setara sama perusahaan Marquez grup.


Kita semua pasti tau perusahaan itu sering mengeluarkan barang-barang mewah da langka. Bahkan barang cantik itu tida pernah di temui oleh perusahaan besar-besar mana pun."


Amora langsung melemparkan vas bunga yang ada di hadapannya. Ia lemparkan ke arah itu itu, sampai membuat sang televisi mati seketika.


"Sadis juga ya kamu.. "

__ADS_1


__ADS_2