CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 177


__ADS_3

Saat, ini Hayden sedang berhadapan dengan para pria bertubuh kekar. Dan, wajah'nya sedikit gelap membuat dia merasa takut, bukan takut secara fisik tapi Takus secara batin. Karena, orang-orang di depannya pasti orang yang sanga sulit di hadapi.


Para pria, bertubuh besar itu berkata kepada Hayden, "Sebaiknya, kamu tidak perlu mencampuri urusan kami, karena jika kamu mencampuri maka akan berhadapan langsung dengan tuan kami.!" kata seorang pria bertubuh besar, kulit sawo dan tidak mempunyai rambut.


"Cih, saya akan ikut campur, jika itu menyangkut perempuan, dan jika kalian merasa jantan maka lawan aku, jangan kau melawan wanita yang notabenenya adalah seorang wanita lemah." kata Hayden.


Para, pria yang bertubuh kekar Langsung menghajar Hayden, tanpa menunggu aba-aba terlebih dahulu. Hayden, yang memang belum memiliki persiapan langsung tersungkur ke belakang. Dan, sudut bibir Hayden mengeluarkan darah segar.


Hayden, yang mendapatkan pukulan merasa marah dia pun balik melawan para preman yang ada di hadapannya. Membuat para preman berjatuhan. Dengan bangga Hayden berkata." Hahah.! teryata tidak sulit untuk mengalahkan para botak." ucap Hayden, lalu dia berbalik menatap ke arah wanita, yang membuat dirinya harus mengeluarkan tenaga.


"Apa, kau baik-baik saja?" tanya Hayden dengan datar.


"Aku, tidak apa-apa tuan tampan, aku hanya lelah saja. Karena, berlari berapa kilo meter." ucap wanita itu.


Hayden, lalu membawa wanita itu ke lesehan yang sangat nyaman untuk bercerita, karena tempat itu banyak di jumpai oleh kalangan masyarakat. Namun, baru berapa langkah, kepala Hayden di pukul oleh pria botak menggunakan balok kayu. Tiba-tiba saja kepala Hayden merasakan pusing karena pukulan itu.


Kairo, yang baru saja kembali terkejut melihat Hayden terkapar tak berdaya. Dia, pun langsung berlari dan menghabisi para pria botak dengan membabi-buta. Setelah, sang lawan tumbang dia membawa Hayden dan wanita yang bersama Hayden itu ke rumah sakit.


**


Di, rumah sakit, Hayden sudah di tangani, oleh tim medis. Dan, Hayden tidak memiliki luka yang cukup serius jadi dia sudah di perbolehkan pulang bersama dengan Kairo.


Lagian, Hayden juga tidak betah berlama-lama di dalam rumah sakit jadi dia meminta pulang saja, dan dia pun mencopot selang infusnya.

__ADS_1


"Dasar, keras kepala. Luka kamu tuh belum sembuh total kenapa minta pulang si?" gerutu wanita itu yang sedang menggendong seorang anak berusia dua tahun.


Namun, Hayden tak mendengarkan wanita burung beo itu..Karena, kepalanya masih merasa pusing untuk mendengarkan burung beo mengoceh tidak jelas.


Di, saat sudah sampai di parkiran mereka berhenti lalu Hayden menatap ke arah wanita yang telah membuat dirinya masuk rumah sakit. Lalu, dia berkata kepada kepada wanita itu.


"Hai, burung beo. Sekarang, kau boleh pergi kemanapun yang kamu mau. Karena, sekarang kamu sudah aman dari mereka." ucap Hayden. Dan, di angguki oleh Kairo.


"What, burung beo? Hai, tuan tampan nama aku bukan burung beo, tapi Raisa mehera." ucap Raisa, wanita yang di tolong oleh Hayden.


"Tapi, sayangnya aku tidak perduli." ujar. Hayden, acuh, saat dia sudah membuka pintu, Raisa bersujud di hadapannya. Dia memohon untuk membawa dirinya bersama dengannya. Dia, mau jadi apa saja asalkan dia bisa terhindar dari para pria yang sedang mengincar dirinya dan sang buah hatinya.


Hayden, pun tersenyum sinis, lalu dia menarik Kairo kedalam pelukannya, lalu menatap wanita itu dengan sinis. Dan berkata kepada Raisa. "Hai, burung beo, apa kamu sanggup tinggal satu rumah bersamaku? Di, saat kekasihku berada di sampingku?" ucap Hayden.


"Tuan, tampan saya tidak mempermasalahkannya. asalkan aku bisa tinggal bersama tuan tampan, dan aku juga siap menjadi orang ketiga buat kalian. Asalkan aku bisa tetap tinggal bersama kalian." ucap Raisa, kepada Hayden.


Mendengar, hal itu Hayden terdiam saja. Niat, hati ingin mengerjai wanita di depannya. Palah dirinya yang di kerjain habis-habisan. Saat, dia akan menolak permintaan Raisa, mata dirinya melihat seorang bayi mungil yang sedang menatap dirinya.


"Baiklah, aku akan mengizinkan kamu ada di rumahku, asalkan kamu bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah dan lain sebagainya. Dan...?" belum, sempat Hayden meneruskan Perkataannya sudah lebih dulu di potong oleh Raisa. " Baik, tuan tampan aku akan menuruti semua mau tuan." ucap Raisa. Yang, membuat Kairo berdecak sebel. Dia, merasa kesal kepada wanita di depannya itu.


"Tuan, imut gak apa-apa kan kekasih kamu di pinjam dulu sama nona princess?" ucap Raisa menggoda pria di samping Hayden.


Mereka, pun pergi ke kediaman Hayden. kediaman itu adalah pemberian dari vanandya untuk dinas Hayden saat berkunjung ke perusahaan cabang yang di Bali.

__ADS_1


Setelah berapa waktu mereka terlah sampai di kediaman milik Hayden Panettiere. Lalu, Hayden membawa Raisa ke kamarnya, dia memberikan kamar yang layak untuk tempat istirahat Raisa. Karena, dia tidur bersama dengan anaknya.


"Ini, adalah kamu kamu, kalau ada apa-apa bilang saja. Dan, kalau menginginkan sesuatu kamu bisa pergi ke dapur." ucap Hayden kepada Raisa.


"Terima kasih tuan, sudah berbaik hati sama saya. Tapi, kenapa anda begitu baik sama orang yang tidak kau kenali?" tanya Raisa.


"Karena, aku pernah berada di posisi kamu saat ini, jadi aku merasa kasian saja." ucap Hayden.


Saat, sedang mengobrol Kairo datang menghampiri Hayden dan Raisa, Kairo mengatakan kepada Hayden kalau mereka harus segera kembali ke ibukota karena, ada sesuatu yang penting yang harus mereka kerjakan.


Hayden, menyipitkan matanya, dia menatap ke arah Kairo, dan mengatakan masalah apa yang membuat dia harus kembali ke ibukota, karena tidak biasa'nya Kairo mengatakan seperti itu.


Namun, Kairo menyakinkan kalau ini adalah masalah yang cukup serius, karena ini menyangkut tentang perusahaan yang ingin menghancurkan perusahaan mereka.


Hayden, mau tak mau mengiyakan perkataan Kairo, mereka sepakat akan pergi ke ibukota malam hari. Mendengar, hal itu Kairo langsung pergi dari hadapan mereka berdua.


"Hm, tuan apakah tuan mau aku bantu packing baju-baju tuan?" ucap Raisa menawarkan diri untuk membantu tuan Hayden berkemas, karena dia akan pergi berapa hari untuk pekerjaan.


"Hmm.. Baiklah, jika kamu memaksa, aku tak akan melarang. Dan sebagai gantinya aku akan menjaga baby Arsyilla." ucap Hayden, sedikit tersenyum. Dia, pun mengambil arsyilla dari gendongan Raisa. Setelah itu Hayden membawanya ke taman karena di tempat itu adalah tempat ternyaman untuk melatih jalan arsyilla anak dari Raisa.


"Sayang, ayo terus mendekatkan ke papa!" teriak Hayden, yang tidak menyadari kalau ada seorang wanita yang memperhatikan mereka. dari jauh.


"Sejak, kapan kamu di sebut papa hah?" ucap Raisa yang sedikit kesal.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku hanya ingin saja di sebut papa, karena aku tidak ingin arsyilla merasakan seperti apa yang aku rasakan," ucap hayden. Dia, sedikit sedih karena dia tidak di izinkan arsyilla memanggil dirinya papa. "Kalau, begitu aku akan pergi....?"


__ADS_2