
Vanandya marquez.
Wanita yang sedang berlari ke jalan raja. Karena ia harus segera ke tempat gedung tua tersebut, dan ia juga sudah mendapatkan semua berkas-berkas yang Eriska dapatkan.
Di saat sedang berlari ia di hadang oleh keluarga Marquez yang sudah berhenti tepat di depannya. Vanandya pun mematung melihat keluarga Marquez ada di depannya.
Begitupun dengan keluarga Marquez, mereka sangat terkejut dengan apa yang Vanandya lakukan di jalan seperti ini apa lagi dia membawa bekas. Dan mereka menduga kalau berkas yang di bawa oleh Vanandya adalah berkas tahta wilangga Adiningrat. Yang akan di serahkan kepada Eriska.
"Vanandya apa yang kamu lakukan dengan berkas itu?" tanya Valdes.
"Berkas? Berkas apa aku gak tau apa yang kamu bicarakan sayang." ujar vanandya dengan wajah tegang dan sedikit gugup. Ia segera menyembunyikan berkas itu di balik punggungnya.
"Vanda! Kamu jangan berbohong karena kami sudah mengetahui kalau kamu membawa berkas keraton Adiwilaga yang akan kamu serahkan kepada Eriska."
Deg.
Vanandya terkejut dengan perkataan suami'nya dari mana dia bisa mengetahui kalau ia akan menyerahkan berkas keraton kepada Eriska wanita yang sudah menculik putra dan ibunya.
"Vanandya. Kamu jangan gegabah, kamu tidak tau betapa licik dan bengisnya wanita yang bernama Eriska itu? Dia akan melakukan berbagai cara agar dia mendapatkan apa yang dia mau.. Dan kamu harus mengetahui walaupun nanti kamu memberikan berkas tersebut dia tidak akan memberikan Vegas atau varisa ke tangan kamu, karena itu tidak pernah terjadi. Sebelum dia mendapatkan kekayaan dari Marquez group, dan Miharjo family." ujar Kamandanu.
Vanandya kembali terdiam lalu ia menangis karena tidak bisa menyelamatkan anaknya atau ibunya. Ia sangat menyesal akan hal itu. Apa lagi mereka berada di tangan Eriska wanita yang sangat keji.
Valdes lalu mendekati Vanandya dan merangkul tubuh istrinya, ia menyuruh vanandya untuk tidak menangis karena menangis hanya untuk wanita yang lemah. Dan ia tidak ingin kalau Vanandya lemah, ia sangat menginginkan kalau vanandya kuat,
Mereka membawa Vanandya pergi dari tempat itu dan mereka saat ini akan pergi ke mansion Marquez yang di sana sudah terdapat Keluarga'nya. Mereka akan mencari cara agar bisa membebaskan Vagas dan varisa.
Saat mereka sudah sampai di depan mansion milik Marquez Valdes menuntun istrinya masuk kedalam mansion, dan mereka di sambut oleh rebecca, yang langsung memeluk mantu'nya.
__ADS_1
"Sayang, mama sangat mencemaskan kamu. Jika kamu benar-benar pergi ke sana mama tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kamu kenapa-kenapa." ucap rebecca.
"Maaf ma,"
Rebecca memanggil pelayan untuk membuatkan minuman untuk mantu'nya.
Valdes mengambil berkas dari tangan Vanandya ia ingin mengetahui apa yang di bawa oleh vanandya. Saat sudah berada di tangannya ia mulai membaca berkas tersebut dan isinya benar itu adalah berkas Tanta Kedaton Adiwilaga. Keraton yang saat ini masih berdiri sangat kokoh.
"Sayang, jadi kamu benar ingin menyerahkan keraton Adiwilaga ke tangan Eriska?" tanya Valdes.
"Vanda Kaka tidak menyangka kamu memiliki pikiran dangkal! Kamu tau kan Eriska wanita yang sangat kejam dan jahat dia tidak pantas mendapatkan apa yang sudah di miliki oleh eyang kita." ucap hazel.
"Benar Vanda, keraton itu adalah milik keluarga kita dan Eriska tidak berhak mendapatkan keraton itu. Jika pun dapat kita semua bakalan di hancurkan oleh dia. Dan bisa jadi anak-anak kita menjadi korban kejahatan Eriska." vernando membentak vanandya.
"Kalian boleh salahkan saya, tapi ingat saya adalah seorang ibu dan seorang anak, saya tidak ingin anak dan ibu saya mati di tangan mereka, itu akan menyakitkan buat saya. Kerena melihat anak dan ibu habis di tangan Eriska. Maka dari saya akan melakukan apa saja agar mereka selamat." suara vanandya terdengar sangat dingin dan datar.
"Vanandya saya tau saat ini kamu sedang sedih karena anak dan ibu kamu sedang di sekap oleh Eriska, tapi kamu harus ingat kalau saat ini kamu harus berpikir secara dingin. Dan bisa menyusun strategi agar bisa menyelamatkan mereka.." ucap Kamandanu.
Namun perkataan dari Kamandanu tak di gubris oleh vanandya dia pergi begitu saja, ia berjalan ke lantai dua. Ia begitu sangat sedih karena ia tidak bisa menyelamatkan mereka dari tangannya.
Semua orang melihat kepergian Vanandya, mereka sangat sedih saat ini apa yang Vanandya rasakan begitu berat apa lagi orang yang sangat berarti ada di tangan wanita yang sangat keji.
Karena hari sudah semakin malam mereka pun segera pergi ke kamar mereka dengan membawa kesedihan dan kegelisahan yang terjadi dalam keluarga Marquez, Victor yang masih dalam ruang ICU karena belum sadar dari koma. Dan vagas bersama dengan varisa berada di tangan Eriska. Membuat mereka cemas.
***
Hahahaha ..
__ADS_1
Tawa Eriska menggelegar di ruangan ia akan mendapatkan semuanya. Dengan cara mengancam akan membunuh vagas dan varisa, karena apapun yang terjadi keraton dan kerajaan bisnis milik Marquez akan menjadi miliknya dan itu tidak bisa di ganggu gugat.
"Eriska brengsek setan busuk. Lepaskan saya dan cucu saya brengsek.!!" bentak varisa.
"Cih saya tidak akan pernah melepaskan kamu sebelum keraton Adiwilaga menjadi milik saya dan setelah itu saya akan menjadi penguasa." bentak Eriska.
"Jangan mimpi terlalu tinggi karena semua itu tidak akan pernah terjadi. Anak-anak saya tidak akan pernah memberikan kekuasaan keraton kepada kamu."
"Kita lihat saya karena, pasti vanandya akan memberikan kekuasaan keraton kepadaku."
"Pasti kamu mengancam putriku kan?"
"Tentu saja, karena jika tidak di ancam maka Vanandya tidak akan pernah memberikan kekuasaan keraton." ucap Eriska.
Varisa, terdiam mendengar perkataan Eriska. Ia sudah menduga pasti Eriska sudah mengancam Vanandya, karana dia tau kelemahan putrinya adalah tidak ingin melihat orang tersayangnya di sakiti.
Apa lagi dia akan memberitahu apapun agar orang-orang tersayangnya bisa selamat.
"Ya Tuhan jangan biarkan Vanandya memberikan apa yang di mau oleh Eriska karena saya tidak rela vanandya memberikan kekuasaan keraton kepada Eriska, ya Tuhan cegah dia ya Tuhan. Gak apa-apa kalau dirinya gak selamat asalkan cucunya bisa selamat. Dan vanandya tidak memberikan kekuasaan keraton." batin varisa.
Saat ini varisa sedang dalam keadaan tubuh terikat, karena hal itu varisa tidak bisa apa-apa selain hanya diam. Bahkan ia tidak bisa mendekati cucunya yang sama-sama keadaan terikat.
"Hai penyihir jelek. Bisa tidak kamu itu mati saja, karena rasanya aku ingin muntah melihat raut busuk kamu. Apa lagi badan kamu sangat menyengat seperti bau busuk. Istilah seperti bau bunga bangkai." ujar vagas.
Tentu hal itu sangat kesal karena ia di Katai oleh anak kecil, tentu saja ia sangat marah kepada vagas.
"Berani'nya kamu!!"
__ADS_1
"Apa....