
Setelah sang dokter membawa dokumen yang berisikan formulir persetujuan dari kedua belah pihak. "Bagaimana apa keputusan kalian?"
"Segera kalian selamatkan hazel karena saya tidak ingin kehilangan hazel.!" ucap vernando.
Tanpa pikir panjang vernando menanda tangani surat persetujuan pengangkatan janin yang ada di perut adiknya karena ia tidak menginginkan kalau adiknya harus pergi dari dunia ini. apa lagi dia adalah peninggalan satu-satunya dari bunda yang harus ia jaga.
Semua orang terkejut mendengar perkataan keputusan dari vernando apa lagi keputusan yang dia ambil tanpa persetujuan dari Grey's yang berhak atas semua ini.
Setelah mendapatkan persetujuan dan tanda tangan dari vernando dokter segera melakukan tindakannya untuk pengangkatan janin dari hazel.
Kepergian sang dokter membuat semua keluarga menatap ke arah vernando karena seharusnya vernando tidak bisa melakukan hal seperti itu kepada hazel.
"Vernando, apa maksud dari semua ini? seharusnya kamu tidak berhak mengambil keputusan tanpa persetujuan dari Grey's," ucap Victor kepada vernando.
"Haruskah aku menunggu putra anda? sampai kapan? sampai keduanya meninggal begitu? Karena saya tidak ingin membahayakan keselamatan adik kesayangan saya terpaksa melakukan hal seperti ini dan di mana putra anda disaat hazel membutuhkan Grey's?" ucap vernando.
Semua orang terdiam mendengar perkataan dari vernando mereka memang harus melakukan tindakan cepat dari pada keselamatan hazel terancam.
"Bunda bangga sama kamu ver, kamu sangat menyayangi adik kamu." ucap varisa mendekati putranya.
"Aku seperti ini karena dulu bunda selalu mengajariku untuk saling menjaga adik-adik vernando.Dan sekarang tugas ver adalah melakukan yang terbaik buat hazel." ucap vernando.
Para dokter pun melakukan tugasnya yaitu pengangkatan janin yang ada di dalam perut hazel. Karena janin itu sudah tidak bernyawa lagi setelah terkena benturan yang cukup keras.
Di saat sedang menunggu seorang pria berlari dengan tergesa-gesa karena merasa khawatir akan kondisi istrinya. Ia baru saja mendapatkan pesan yang mengatakan kalau istrinya mengalami kecelakaan jatuh dari tangga.
"Mama, bagaimana kondisi hazel?" ucap seorang pria.
Bugh.. Bugh.. Bugh..
Berapa, pukulan mendarat di pipi pria itu sampai ia tersungkur karena tidak bisa mengelak pukulan yang di dapat dari vernando yang cukup keras.
__ADS_1
Grey's faresta Marquez..
Pria yang mendapatkan pukulan dari vernando. Ia hanya diam saja karena ia memang salah karena ia saat itu merasakan pusing dan seperti ia habis melakukan hal yang menjijikan.
"Dari mana saja brengsek? Apa kau tau saat ini adik saya sedang mempertaruhkan hidup dan matinya? kau kemana saja di saat hazel membutuhkan kamu hah?" tanya vernando dengan membentak Grey's. Namun tidak ada suara yang keluar dari mulutnya karena ia tau kalau saat ini ada di dalam rumah sakit.
"Aku... Aku.. aku," belum sempat menyelesaikan ucapannya sudah mendapatkan pukulannya kembali dari vernando.
"Sudah hentikan saat ini kita berada di rumah sakit dan dokter sedang melakukan pengangkatan janin jadi kalian harus tenang." ucap varisa menghentikan ke-dua nya.
Deg..
Grey's sangat terkejut mendengar perkataan dari varisa, yang mengatakan kalau sang dokter sedang melakukan pengangkatan pada janin istrinya?
Ia lalu menatap ke arah mamanya ia meminta penjelasan atas apa yang terlah di katakan oleh varisa yang mengatakan kalau janin hazel harus di angkat.
Rebecca menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafasnya, ia pun menjelaskan kepada putranya atas apa yang terjadi. Ia menceritakan semuanya kepada Grey's kalau bayi yang di kandung oleh hazel tidak selamat karena terkena benturan di bagian perutnya.
Ia terjatuh mendengar kenyataan pahit yang di alaminya bahkan ia tidak sanggup untuk berdiri karena mendengar anak yang di kandung oleh istrinya harus mengalami keguguran.
"Hazel, maafkan aku karena aku lalai menjaga kamu dan anak kita, aku benar-benar minta maaf karena aku anak kita tidak Selamat." gumam grey yang terduduk lemah di lantai.
Rebecca pun ikut berjongkok agar bisa sejajar dengan putranya ia mengusap punggung kokoh Grey's, ia memberikan semangat kepada Grey's untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan.
"Grey's, ikhlaskan kepergian anak kalian, mama yakin suatu saat nanti anak kalian bakalan kembali ke dalam pelukan kalian dalam wujud yang sangat cantik." ujar Rebecca.
"Tapi, ma hazel seperti ini gara-gara aku yang tidak bisa menjaga buah hati kami ma." ucap Grey's.
"Kamu tidak perlu menyalahkan diri kamu sendiri karena ini semua sudah takdir dari sang pencipta, yang harus kamu lakukan adalah menemani hazel di saat dia sedang terpuruk beri dia dukung agar dia tidak melakukan apa yang akan terjadi." kata Rebecca.
Grey's yang mendengar perkataan dari mamanya pun bisa tenang ia tidak boleh lemah yang harus ia lakukan adalah menguatkan hazel agar dia tidak bersedih.
__ADS_1
Saat sedang dalam tegang ponsel varisa berbunyi yang membuat mereka menatap ke arah varisa tak kecuali Hendrik ia ingin sekali bertanya kemana berapa hari ini pergi dari mansion'nya.
"Hallo."
"Hallo oma,"
"Ya Tuhan, vagas kamu dari mana. kenapa kamu tidak mengangkat telpon dari kami? Apa kamu tau kalau kami sangat menghawatirkan kalia." ucap varisa sangat bahagia karena Cucunya menelpon ke dirinya.
"Hm, kami ada di kota sebelah Oma, kami akan tinggal di sini berapa waktu karena mommy masih merasa takut setelah kecelakaan tadi siang." ucap vagas.
"Apa kalian baik-baik saja? Apa kalian terluka dan kenapa dengan vanandya?" tanya varisa.
"Kami, baik-baik saja bunda, jadi bunda tidak perlu khawatir oke?" ucap vanandya yang sudah mengambil alih telpon putranya dan ia yang meneruskan.
"Syukurlah jika kalian tidak apa-apa Van, bunda merasa khawatir saat mengetahui kalau kalian ada di dalam kereta itu." ucap varisa.
"APA," pekik mereka semua karena terkejut kalau kecelakaan yang membuat semua jalanan macet dan menghebohkan sosial media dan pertelevisian,
Hendrik langsung merebut ponsel istrinya ia ingin mengetahui lebih jelas kalau saat ini putri dan kedua cucunya selamat tanpa ada yang terluka sedikitpun.
Ia meminta lokasi saat ini mereka berada karena ia ingin datang ke tempat di mana putrinya berada.
Mau tidak mau Vanandya memberikan alamat mereka berada kepada ayahnya. Karena jika sudah ayah'nya seperti itu ia tidak akan tenang. Seperti mendapatkan teror dari rentenir.
Sambungan telpon pun sudah terputus, Hendrik kalau memberikan ponsel kepada varisa tanpa banyak ada perkataan sedikit pun. Saat ia akan pergi, ia di cegah oleh Vernon.
"Om, hen aku ikut bersama dengan mu ya?" tanya Vernon kepada Hendrik.
Tanpa banyak bicara Hendrik menganggukkan kepalanya mereka langsung bergegas menuju lokasi dimana putrinya berada. Karena hanya dia satu-satunya anak kandungnya, dan ia tidak ingin kehilangan putrinya.
Tepat kepergian Hendrik dan Vernon, seorang dokter keluar dari dalam IGD. Ia memberi tau kepada keluarga dari hazel kalau saat ini ia sedang membutuhkan banyak darah.
__ADS_1
"Apa, di sini ada yang mempunyai golongan darah...?"