CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 84


__ADS_3

"Sayang apa kalian tau kalau.. Kalau mama kalian adalah orang yang baik, Dia pernah mengalami mati said saat melahirkan green. Namun saat mama kalian sedang membutuhkan green seorang penyihir datang membawa green karena dia ingin melihat mama kalian hancur."


Ucap Vanandya dengan lembut kepada kedua keponakannya ia tak ingin menyembunyikan sesuatu yang membuat kedua sodara itu akan membenci mama nya. Sebelum melanjutkan ia menghela nafas panjang lalu menghembuskan nafas. Ia menatap kedua anak lelaki itu yang sedang terdiam.


Grey's yang mendengar itu pun pergi meninggalkan mansion ia ingin mencari keberadaan hazel ia ingin meminta maaf karena dulu ia tak menganggapnya sebagai istri siri. Karena saat itu mereka masih sekolah.


Hati Rebecca kembali tercabik-cabik, ia sadar akan kelakuannya di masa lalu akan menghancurkan masa depan keturunannya. ia hanya berdoa agar semuanya baik-baik saja.


Sama dengan Rebecca meneer yang tubuhnya sudah mulai melemah hanya bisa terdiam karena ia tak bisa apa-apa selain meneteskan air mata.


"Benar apa kata Tante Vanandya, kalian harus menghormati mamah kalian, karena mamah kalian sudah berjuang melahirkan kalian. Hm coba oma mau tanya apa kesalahan mama kalian kepada kalian?"Tanya Kim kepada kedua cucunya, 'Anjir, gini banget ya memiliki cucu, di usia masih muda.'Batin Kimberly dengan cekikikan.


"Oma aku belum pernah merasakan. kasih sayang dari mama,"Ucapan Greenland, membuat Kim dan Vanandya terdiam sejenak lalu mereka bertanya.


"Mamah dulu adalah orang yang baik, tapi semenjak dia koma, aku tak pernah merasakan kasih sayang mamah lagi,"Grayland berkata dengan sedih, Saat mengingatkan kembali berapa tahun yang lalu.


Kimberly menatap ke arah Vanandya seolah bertanya tentang hazel, kenapa grayland berkata seperti itu.


"Hm, sayang apa Oma boleh bertanya sesuatu? Tapi terlebih dahulu Oma ingin mengetahui namamu?"Kim bertanya kepada grayland yang seorang lelaki yang cerdas mungkin menuruni sipat sang papa.


"Boleh Oma, dan nama aku adalah grayland Ananta lacerta,"


"Nama yang bagus senada dengan nama green dan Grey's"Batin para tetua, saat mendengar nama. putra dari Grey's. Bahkan ketampanannya mirip dengan. Grey's kecil,


Ingin sekali Rebecca mendekap dan memeluk rubuh anak-anak dari Grey's dan Valdes, karena dulu ia tak pernah melakukan itu sebab kedua putranya benci dengan dirinya.


"Mungkin sesuatu saat nanti mereka mengakui kamu sebagai mama dan Oma yang baik dan hebat."Bisik Victor yang melihat kesedihan istrinya yang sangat ingin mendekati cucu-cucunya.

__ADS_1


Vanandya dan Kimberly pun memberikan pahaman kepada green dan gray agar tak perlu membenci mama kandung mereka, Vanandya juga meminta kepada green untuk segera meminta maaf kepada hazel sebelum dia menyesal.


Kedua bocah itu pun paham lalu meminta maaf kepada Vanandya karena sudah berlaku tidak sopan kepada hazel.


Vanandya hanya tersenyum melihat kedua anak kakak'nya yang sudah baikan dan saling menyayangi satu sama lain.


"Mommy apa green juga kakak aku?"Tanya Vagas dengan suara anak kecilnya.


Vanandya mengangguk ia memberi tau kepada twins kalau green adalah kakak'nya sama dengan grayland dia juga anak dari aunty hazel


Bagas pun mengulurkan tangannya ia ingin. berjabat tangan dengan kakak barunya yang sudah membuat aunty nya sedih..


"Kenalin aku ALVAGAS!"Ucap dengan dingin.


"Aku Greenland."Balas green menjabat tangan adik sepupunya, yang sangat gemes. Ia lalu menatap muka datar yang jarang berbicara bahkan, Vagas yang. melihat lirikan green menjawab. "Dia adalah kakak aku alvegaza. Orang terdingin di keluarga lacerta."Ucap Vagas memperkenalkan nama kakak kembarannya.


"Sayang sebaik kita pulang karena kita harus mengurus pernikahan kita,, karena ini Adalah janji Oma."Ucap seorang pria yang baru saja datang dari luar.


Vanandya pun hanya mengangguk kepala, karena ia juga sudah sangat lelah,


"Hm.. Sayang kalian akan menikah?"Tanya Rebecca dengan hati-hati kepada Valdes dan Vanandya.


Namun Valdes enggan untuk berucap ia pun membawa kedua putranya untuk lebih dulu keluar. Karena sebenarnya ia tak sanggup melihat tatapan mata mamahnya.


"Iya Tante besok lusa kita akan menikah, jika berkenang datanglah karena kalian juga berhak untuk menghadiri acara anak kalian... Walaupun saya masih punya salah kepada kalian"Ucap Vanandya dengan lirih, ia pun berpamitan kepada keluarga Marquez.


Namun saat akan pergi di cegah oleh green dia ingin ikut dengan-nya, karena dia ingin merasakan kasih sayang seorang ibu yang sesungguhnya.

__ADS_1


Vanandya dengan senang hati mengabulkan keinginan green, namun. sebelum itu ia menyuruhnya untuk izin dulu dengan keluarganya.


Green menatap Oma. Kim untuk mengizinkan dirinya untuk ikut bersama dengan Vanandya untuk berapa hari saja.


Kimberly pun tersenyum lalu menganggukkan kepala ia akan mengizinkan green untuk ikut bersama dengan Vanandya, biar nanti urusan keluarga biar dirinya yang nanggung.


Setelah mendapatkan persetujuan dari Kim green pergi bersama dengan Vanandya.


****


Di kamar bernuansa putih seorang wanita sedang bersedih karena ia tak bisa menjadi wanita yang. sempurna di seperti kebanyakan wanita-wanita lain.


"Berhentilah menangis sayang? Karena aku tidak menyukai air mata kamu keluar!"Ucap seorang pria dengan tegas.


"Apa kamu tau hati aku tersiksa saat melihat para wanita yang bisa memberikan keturunan? Sedangkan aku tidak bisa sama sekali, kita sudah menikah berapa tahun tapi aku tak kunjung di berikan keturunan."Seorang wanita yang berbicara kepada suaminya sudah sejak lama dia tak bisa mengandung, bahkan dia pernah hamil namun keguguran, ia hamil sudah lima kali tapi semua itu tidak bisa selamat.


"ALTHEA KIMBERLY MARQUEZ!! Aku tidak mempermasalahkan kamu memberikan aku keturutan atau tidak yang terpenting aku akan selalu mencintaimu sampai akhir hayatku kau paham itu? Jadi stop jangan pernah menangis lagi karena masalah ini.."Faisal membentak Kimberly.


Setelah Kim membujuk keluarganya kalau saat ini green ikut bersama dengan Vanandya, ia menjadi sedih. Karena ia ingin sekali bisa memberikan kasih sayang kepada anaknya.


"Kalau kamu cinta dan sayang sama aku kenapa kamu membentak aku Faisal Agustin Marquez?"Kim ikut membentak suaminya.


Faisal menghembuskan nafas kasar'nya lalu memeluk wanita yang lebih muda dari dirinya. "sorry aku gak sengaja membentak kamu aku aku cuma marah pada diriku sendiri karena membuat kamu mengeluarkan air mata."Ucap Faisal dengan lembut.


Faisal sangat mencintai istrinya yang sekarang bahkan ia tidak akan membiarkan istrinya menangis, tapi sekarang karena dia tak bisa hamil ia merasa gagal jadi seorang suami. Bahkan ia sudah memberikan semua yang Kim mau, 26 mobil, Alphard, Lamborghini, dan Ferrari.. Bahkan ia membeli mansion, jett pribadi, kapal pribadi, mall pribadi dan dua puluh kartu kredit.. Tapi semua itu tidak ada apa-apanya di bandingkan dengan kehadiran seorang anak.


"Sayang gimana kalau kita..."

__ADS_1


__ADS_2