CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 216


__ADS_3

AB-negative,


Darah yang harus di butuhkan oleh hazel darah yang sangat langka untuk di cari dimanapun. Bahkan stok bank darah sedang kekosongan dengan darah ab- negatif,


Semua orang terdiam mendengar apa apa yang di katakan oleh sang dokter kalah rumah sakit sedang kehabisan darah ab- negatif,


Keluarga Marquez pun langsung menelpon anak buah mereka untuk mencari darah yang sesuai yang di miliki oleh hazel karena jika tidak ada darah itu hazel akan banyak kekurangan darah.


Saat semua sedang sibuk mencari golongan darah yang sesuai dengan yang di miliki oleh hazel, varisa sejak tadi diam saja entah apa penyebabnya.


"Apa kalian sudah menemukan golongan darah yang cocok dengan pasien?" tanya dokter.


"Kami sedang berusaha. Mencari golongan darah yang sesuai dengan darah milik hazel dok." ucap Grey's.


"Waktu kalian sudah tidak lama lagi untuk mencari golongan darah yang sesuai dengan milik pasien, karena kita benar-benar harus segera menyelamatkan hazel." ucap sang dokter.


"Lalu, bagaimana dengan anak yang di kandung istriku dok?" tanya Grey's kepada sang dokter.


"Untuk saat ini kami sedang melakukan pengangkatan janin. Namun, karena kami kehabisan darah kami belum melakukan tindakan selanjutnya." jelas sang dokter kepada Grey's dan mereka semua.


"Aku mohon dok selamatlah istriku dok." ucap Grey's,


Ia sudah pasrah jika takdir harus kehilangan anak yang sedang di kandung oleh hazel, asalkan hazel bisa di selamatkan karena ia tidak ingin kehilangan istri tercintanya.


Varisa, yang sejak tadi diam pun angkat bicara, karena ini adalah jalan satu-satunya untuk bisa membuat hazel selamat dari masa kritisnya. Ia akan menemui ayah dari hazel.


"Aku, sudah menemukan orang yang memiliki golongan darah yang sama dengan hazel." ucap varisa.


Sontak perkataan varisa langsung membuat mereka sangat terkejut pasalnya darah yang di miliki oleh hazel adalah darah langka, jadi kenapa bisa varisa bisa mendapatkan dengan mudah.


Grey's dan vernando mendekati varisa. Mereka menanyakan tentang pemilik dari golongan darah AB- negatif.


"Bunda," ucap kedua pria.


"Orang yang akan mendonorkan darahnya untuk hazel akan segera kemari jadi kalian bersabarlah." ucap varisa kepada semua orang yang berada di situ.


***


Sementara di sebuah apartemen..

__ADS_1


Dua orang pria berbeda generasi baru saja sampai di apartemen yang tidak jauh dari kota. Pria itu yang tidak lain adalah,


Hendrik lacerta. Dan,


Vernon Australian Marquez.


Mereka pun langsung masuk kedalam apartemen yang sudah di beri tau tentang nomer apartemen kakak'nya.


Hendrik pun langsung memeluk tubuh putri tunggalnya ia benar-benar sangat mencemaskan kondisi putrinya,.


"Kamu, tidak apa-apa kan sayang?" tanya Hendrik.


"Aku tidak apa-apa yah, hanya saja aku merasakan takut saat Valdes menabrak mobil itu yah." ucap vanandya.


Dengan, mengatakan itu tubuh vanandya bergetar karena merasakan ketakutan yang amat dalam apa lagi ia melihat secara langsung saat kereta api yang di Kendari oleh Valdes menabrak pengendara mobil.


Mengetahui kalau tubuh Putrinya bergetar Hendrik langsung menenangkan agar vanandya tenang dan tidak memikirkan kejadian yang menimpa mereka.


Di lain sisi.


Vernon mendekati kakak'nya ia menanyakan tentang kronologis kejadian yang menimpa mereka karena banyak warga sedang membicarakan tentang kecerdasan dahsyat itu.


"Kakak tau tapi anak-anak dan istri kakak yang meminta, jadi kakak tidak bisa menolak permintaan mereka." ucap Valdes.


"Sebaiknya kakak segera ke rumah sakit priksa kan keadaan kakak karena aku takut jika sesuatu terjadi sama kakak," kata Vernon.


"Kakak, tidak akan kenapa-kenapa, dan kakak ingatkan jangan pernah kau ungkit masa lalu lagi karena itu sudah aku jadikan mimpi buruk jadi jangan pernah kamu bocorkan apa yang terjadi kepadaku di masa lalu, kepada keluargaku atau pun istriku kau paham!" ucap Valdes.


Vernon, menganggukkan kepala langsung menyetujui karena jika tidak ia akan mendapatkan hadiah yang tidak akan pernah ia lupakan.


"Kalian, sedang membicarakan apa?" tanya vanandya kepada suami dan adik ipar'nya.


"Kami, tidak membicarakan apa-apa kak, aku hanya bertanya kepada kakak tentang kejadian barusan, dan aku juga menanyakan kondisi Kaka apakah dia sehat atau gila gitu," ucap Vernon yang sedikit bercanda.


Mendengar hal itu vanandya sedikit tersenyum. Sampai ia melupakan kejadian yang tadi siang.


Valdes dan Hendrik tersenyum bahagia melihat vanandya tersenyum karena candaan dari Vernon. Sebenarnya Valdes sempat takut jika istrinya tidak akan tertawa lagi. Tapi ia salah saat melihat senyum istrinya terukir jelas.


"Kalau gitu kamu istirahat ya? Besok ayah akan menjemput kalian karena ada sesuatu yang harus kalian tau." ucap Hendrik.

__ADS_1


"Memangnya apa yang harus kami tau yah?" tanya Vanandya.


"Benar yah? apa yang harus kami ketahui?" ucap Valdes.


"Sudah, pokoknya kalian saat ini harus banyak istirahat jangan ngadon atau ngeces dulu karena kalian benar-benar butuh istirahat ingat pesan ayah?" ucap Hendrik kepada anak dan mantu'nya.


Namun, saat menatap ke arah Valdes tatapannya berubah menjadi tatapan tajam, karena ia tau kalau Valdes akan melakukan apapun agar Vanandya mau melakukan hubungan.


Glek..


Valdes menelan ludahnya mendapati tatapan tajam dari sang ayah mertua, pasti dia sedang mencurigai dirinya kalau kalau ia yang memaksa vanandya melakukan hubungan suami-istri?


"Saya tau kok yah? Saya janji tidak akan melakukannya sekarang, tapi tidak tau lain waktu." ucap Valdes dengan lirih.


"Sudahlah, saya pergi dulu ingat pesan ayah?" ucap Hendrik.


"Ayok Vernon, kita pulang gak baik anak muda berkeliaran di tempat orang yang sudah menikah, bisa-bisa nanti kamu melakukan hubungan dengan dedemit." kata Hendrik yang langsung menyeret Vernon.


Vernon yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya mendengus kesal kepada ayah dari kakak ipar'nya.


Melihat tingkah mereka vanandya hanya tersenyum simpul, lalu mereka pun pergi ke kamar mereka. menyusul twins yang sudah tidur duluan karena merasa kecapean.


**


Kembali ke rumah sakit..


Tuk.. Tukk.. Tuk..Tukk..


Suara langkah kaki dengan sepatu pantofel berjalan di lorong rumah sakit. suara langkah kaki terkesan sangat wibawa. Ia lalu mendekati seorang wanita yang sedang menunggu dirinya.


"Risa, bagaimana keadaan hazel? kenapa dia seperti ini dan kenapa dia harus membutuhkan banyak darah? tanya seorang pria kepada varisa.


Bart adalar..


Pria yang akan mendonorkan darahnya kepada hazel. Karena sudah tidak ada waktu lagi untuk menjawab semua pertanyaan dari Bart, varisa langsung menyuruh agar Bart segera mendonorkan darahnya.


"Saat ini jangan pikirkan akan kekepoan kamu, yang harus kamu pikirkan adalah keselamatan dari hazel, jadi segeralah donorkan darah kamu sebanyak-banyaknya buat hazel.


"Baiklah aku akan mendonorkan darahku asalkan kamu harus menepati janji kamu?"

__ADS_1


__ADS_2