CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 148


__ADS_3

Seorang, wanita keluar dari mobil dengan kesal. Karena, kakak'nya membuat dia malu di depan umum. Saat, itu kakak'nya memarahi dirinya karena lantaran dia dekat dengan seorang pria yang dia kenal sejak SMA dulu. Dan, kakak'nya marah-marah tidak jelas akan hal itu.


Namun, saat keduanya baru ingin masuk kedalam rumah sudah di hadang oleh ibu negara yang sangat menakutkan, bahkan bisa di katakan adalah ke hancurkan bagi mereka.


Mata, intimidasi dari ibu kavita kepada ke-dua anaknya. Yang, baru pulang larut malam. Apa, lagi mereka pergi. Dengan terburu-buru, membuat dia khawatir akan hal itu. Lalu, Kavita menyuruh anak-anak masuk kedalam rumah.


Vernando dan Tania mengekori sang ibu negara. Mereka, saling bertatapan karena ulah dari Tania membuat ibu marah kepadanya. Bahkan, bisa-bisa mereka akan di hukum olehnya.


"Tuan, anda dari mana saja? Aku, sudah menyuruh anak buah. Untuk, mencari anda tuan."


"Aku, gak. Kemana-mana, jadi kau tak perlu khawatir begitu." jawab vernando seadanya.


"Duduk!!" suara dari Kavita, mengejutkan mereka. Lalu, mereka duduk dengan rasa takut. Setelah anak-anak duduk, Kavita mulai membuka suara lagi. "Kalian, tau apa kesalahan kalian?" sambung Kavita.


"Maaf.!!" ucap ke-dua nya.


"Kalian, dari mana? Kenapa, dari tadi ibu telpon tidak ada yang menjawab? Kalian tau, Waktu kalian pergi itu, membuat ibu khawatir sama kalian. Ibu, takut kalian terjadi sesuatu?" ucap Kavita kepada anak-anaknya.


"Bu, maafkan kami. Sebenarnya, tadi aku melihat postingan teman-teman ku, kalau ada barang Keluaran terbaru, jadi aku meminta kakak untuk buru-buru mengantarkan aku ke mall." ucap Tania dengan sedikit takut, melihat raut wajah ibunya.


"Astaga, Tania Putri Adhikara! Jadi, tadi kamu buru-buru hanya karena sebuah barang saja?" pekik Kavita. Yang, tidak habis pikir dengan jalan pikiran putrinya. Dia, seperti orang kesakitan hanya sebuah barang saja. ia akui kalau Putrinya sangat overdosis dengan barang branded sejak umur lima tahun. Tapi, dia tak menyangka saja kalau dia akan seperti orang gila jika tak mendapatkan barang.


"Hehe..! Ibu, benar banget aku baru saja membeli tas pengeluaran terbaru. Bahkan, ini tas hanya aku yang memiliki." ucap Tania, cengengesan.


Kavita, hanya menggelengkan kepala pelan, lalu dia memijat pelipisnya, yang merasa pusing akan kelakuan putrinya. Entah nyidam apa dia dulu sampai dia mendapatkan anak yang overdosis dengan barang branded.

__ADS_1


Kavita, lalu berdiri dari duduk'nya dan dia menyuruh anak-anak untuk makan malam, dia akan ke kamar. Untuk, istirahat karena dia merasakan lelah.


Mereka, menganggukkan kepala. Lalu, berjalan ke meja makan yang sudah di sediakan beraneka macam makanan yang tersedia di meja. Ketiga, orang pun makan dengan hikmat walaupun sambil berdiam'an.


***


"Iya..Sih, tapi jika kalian. Tidak bersiap dan berpakaian pengantin maka, kalian tidak akan menikah." ucap Rudra kepada Grey's.


Sontak, hal itu membuat Grey's dan hazel. Membulatkan matanya mendengar opa Rudra berkata seperti, itu. Lalu, grey memastikan kembali kalau apa yang di ucapkan oleh opa tidak salah.


Opa rudra, menjelaskan kalau Grey's dan hazel, akan segera menikah besok hari. Karena, semua itu sudah di persiapkan olehnya di hotel Miharja.


Mendengar hal, itu kedua anak Adam dan hawa terkejut setengah mati mendengar perkataan dari opa Rudra. Keduanya, tidak menyangka kalau besok mereka akan menikah.


Saat, Valdes akan menolak. Twins, berucap kalau dia akan tinggal di kediaman Marquez. Jadi mau tidak mau Valdes dan vanandya tinggal di kediaman Marquez.


Semua, orang sudah pergi dengan kesibukan mereka masing-masing. Virendra bersama dengan Tanu dan Anaknya. Grey's dengan hazel dia pergi ke taman belakang, sedangkan Valdes dan Vanandya mereka sedang mengobrol di halaman samping yang terdapat bunga-bunga dan ayunan.


Sementara, Vernon dia sedang melamun membayangkan pertemuan dia dengan sahabat SMA-nya. Bahkan, sosok wanita itu yang membuat dia mengerti akan cinta. Dan, kedewasaan walaupun kelakuan dia di luar nalar tapi dia sangat menyukai sifatnya.


Sampai, dia tidak menyadari kalau ada seorang yang sedang mengendap-endap agar tidak kedengaran. Setelah sampai sosok itu mengagetkan Vernon. Sampai membuat dia menyebut ke kolam renang.


"Brengsek.!! Kenapa kau mengejutkan aku?" tanya Vernon kepada orang yang sudah membuatnya basah kuyup. Lalu, dia menghempaskan tangan nya ke kolam renang, sampai membuat airnya muncrat ke tubuh Laksh.


"Brengsek, si dodol lihat bajuku jadi basah,?" dia, tidak terima. Karena Vernon bajunya menjadi basah kuyup. Dia, pun

__ADS_1


"Harusnya, aku yang marah somplak, karena ulah kamu aku jadi harus mandi lagi." ucap Vernon dengan kesal, lalu ia kembali menyipratkan air ke arah Laksh. Yang, membuat dia angkat tangan dan menyerah.


Vernon tersenyum misterius, dia memiliki sebuah ide jail untuk kakak sepupunya itu. Lalu dia meminta Laksh untuk membantunya naik ke atas, karena dia merasakan kedinginan. Namun, Laksh tak mudah percaya begitu saja dia pun memicingkan matanya menatap ke arah Vernon. Dia, sedang mencari sesuatu di dalam matanya.


"Jika, tidak mau ya-sudah, aku bakalan menyipratkan air lagi ke arah kamu?" ancam Vernon kepada Laksh. Laksh, dengan berat hati membantu Vernon naik ke permukaan. Namun, saat tangan mereka sudah berpegangan Vernon menarik Laksh, yang membuat Laksh harus ikut tercebur ke kolam.


"Dasar, dodol. Aku di kerjain, awas aja kamu?" ucap Laksh.


Semua, keluarga, yang mendengar keributan yang terjadi di kolam renang. Membuat mereka menghampiri kebisingan itu terjadi. Dan, alangkah terkejutnya mereka saat melihat Vernon dan Laksh sedang berendam di kolam renang di malam hari begini.


"Astaga, Laksh, Vernon apa-apa kalian ini malam-malam begini berenang?" pekik Rebecca.


"Laksh, Vernon cepat naik nanti kamu masuk angin?" ucap agni kepada dua Cucunya.


"Wah-wah, jangan-jangan kalian sedang melakukan ritual berendam di malam hari?" ucap Vanandya yang melihat kelakuan adik dan sepupunya itu, tepatnya ipar.


Laksh dan Vernon yang baru saja naik pun terkejut mendengar kakak ipar berkata seperti itu. Membuat mereka merasa kesal kepada kakak iparnya.


"Kak, ini itu, jaman modern. Mana ada hal begituan?" ucap Laksh kesal.


Vanandya, tertawa melihat raut wajah Kekesalan adik-adik ipar'nya itu. Lalu, dia sedikit mengerjai keduanya kalau dia sangat tampan, dan yang membuat Keluarga'nya melongo dengan perkataan dari vanandya. Tanu dan hazel yang melihat kode dari vanandya pun mengikuti rencana vanandya.


"Laksh, Vernon. Kok, malam ini kalian sangat tampan banget melebihi suami-suami kita si?" ucap hazel dan Tanu. Vanandya yang mendengar hal itu menahan tawanya, teryata ke-dua nya peka.


"APA...!!"

__ADS_1


__ADS_2