
Setelah, menunggu sekian lama. Akhirnya, orang yang di tunggu-tunggu terlah sampai sekarang mereka saling berhadapan dengan tampang yang sangat dingin dan datar. Lalu, pria yang berstatus suami dari varisa bertanya kepada pria di depannya.
"Jadi, ada apa kamu ingin bertemu dengan istriku. Bukannya, sudah Hayden jelaskan kalau kami tidak ingin menemui orang-orang dulu?" tanya hendrik kepada vernando dengan sangat dingin dan datar. Dia, sangat waspada kepada pria di depannya, takut-takut dia akan melukai istrinya.
"Saya, paham kalian tidak ingin di ganggu. Tapi, ini masalah yang harus aku selesaikan." kata vernando.
"Apa, kamu ingin menghina Vera, dan apa kamu ingin menghancurkan. Jika, masalahmu tentang Vera maka aku tidak akan tinggal diam." kata varisa, yang sudah meluapkan emosinya. Karena, dia tidak menyukai orang-orang menghina Vera, di saat dia sudah meninggal. Dan, dia juga tidak ingin aib Vera terus di buka menjadi bahan cemoohan.
Vernando, menghela nafasnya sejenak sebelum dia mengatakan. Vernando, menatap sang istri dan Pitaloka pun menganggukkan kepalanya. Dengan, pelan, Karena Pitaloka sudah mengetahui tujuan vernando bertemu dengan keluarga lacerta, yang sangat terhormat.
"Tante, salah menuduhku seperti itu, aku bertemu dengan anda hanya ingin menanyakan tentang makam Vera." ucap vernando dengan kesal, karena di tuduh ingin menghancurkan Vera.
PLAK...!! Varisa, menampar pipi vernando, yang sudah sangat lancang. Karena, terlah menanyakan tentang keberadaan makam dari Vera. Bahkan, keluar dirinya sudah berusaha menyembunyikan keberadaan makam Vera, tapi pria di depannya berkata kalau dia ingin ke makam Vera.
Vernando, diam saja saat mendapati tamparan dari varisa. Mungkin, varisa menghawatirkan sesuatu sampai, ada yang menanyakan keberadaan makam Vera dia sangat marah besar. Dan, vernando belum mengetahui apa alasan di balik semua itu.
Varisa, pun berdiri dan. meminta kepada suaminya untuk meninggalkan tempat itu. Karena, mereka sudah tidak ada urusannya lagi dengan siapapun. Dia, harus segera pulang,
Namun, saat saat dia akan melangkah keluar dari pintu VVIP, sebuah suara yang sangat serak mengejutkan varisa dan Hendrik.
"Tante. Apa, aku salah menanyakan tentang makam bundaku? Aku, sudah puluhan tahun mencari keberadaan makam bunda tapi hasilnya sangat nihil." ucap vernando, yang sudah di selimuti kesedihan. Karena, hanya varisa harapan satu-satunya yang ingin bertemu dengan orang tuanya.
__ADS_1
Varisa, langsung berbalik arah dan menatap ke arah vernando yang menundukkan kepalanya. Namun, ada tetesan air mata yang jatuh ke meja. Varisa, menatap suaminya, dan suaminya mengatakan kepada varisa. "Dekati lah, dia siapa tau ada sebuah rahasia yang dia sembunyikan. Dan, dia bilang kalau dia ingin melihat makam ibunya Vera." kata hendrik.
"Tapi, Vera tidak pernah memiliki seorang anak laki-laki." ujar varisa.
"Tanyakan, saja dulu siapa tau ada kejadian yang kalian tidak ketahui." ujar hendrik menyakinkan istrinya untuk berbicara kepada vernando agar. Masalah yang mengganjal di hati dia bisa terselesaikan.
Varisa, berjalan mendekati vernando. Dia, mengusap rambut pria itu. Dan, ada ada perasaan aneh yang tiba-tiba muncul di hati varisa. Dia, merasakan kedekatan yang teramat dalam.
Begitupun dengan vernando dia seperti kembali ke masa lalu saat dirinya terakhir kali di belai oleh Bunda'nya. Dan, hanya bunda yang bisa melakukan seperti ini. Namun, saat ini dia benar-benar merasakan kembali.
"Apa, maksud kamu mengatakan kalau Vera adalah bunda kamu hm? Apa, kamu bisa menjelaskan?" tanya varisa kepada
"Vera, adalah ibu yang sudah melahirkan diriku. Namun, saat usiaku lima tahun bunda pergi peninggalan aku." kata vernando yang teringat masa lalu yang teramat sangat menyakitkan di tinggal oleh ibunya di usia lima tahun. Vernando lalu menunjukan foto dirinya bersama dengan bunda'nya. Yang, saat itu dirinya masih sangat kecil dan di pangku oleh ibunya, vernando hanya memiliki satu foto itu.
"Jadi, kamu adalah anak dari vera?" tanya varisa, memastikan kalau ini semua tidak mimpi.
"Iya, tante. Aku adalah Vernando anak yang di lahirkan oleh verossa Vera." ucap vernando.
Varisa, langsung memeluk tubuh vernando dengan sangat erat. Dia, tidak perlu melakukan tes dna. Karena, bukti yang ada sudah menjelaskan semuanya. Dia, sangat bahagia karena bisa bertemu dengan anak dari kembar'nya.
Varisa, berkata kalau dia akan mengantarkan vernando ke pemakaman Vera. Agar, verossa bahagia bisa bertemu dengan anaknya. Namun, mereka melupakan pitaloka yang sedang berdiri di belakang vernando. Lantas, varisa mendekati wanita itu, dan menanyakan siapa dia.
__ADS_1
"Siapa, kamu hm?" tanya varisa dengan lembut.
"Dia, adalah istriku tante. Wanita, yang baru berapa hari ver nikahi. Sebenarnya, kami ingin menunda pernikahan sebelum vernando menemukan makam bunda. Tapi, kami harus mempercepat pernikahan karena Pitaloka, sedang mengandung." kata vernando.
Varisa dan Hayden menggelengkan kepala. Dia, sudah tidak terkejut lagi tentang hal itu karena anak-anaknya yang lain juga melakukan seperti itu. Jadi, dia sudah tidak terkejut lagi.
Varisa, mendekati wanita yang berstatus sebagai istri dari vernando. Dia, lalu mengucap perut pitaloka, dengan sangat lembut. Dan, varisa bertanya berapa Minggu usia kandungan Pitaloka.
"Berapa, usia kandungan kamu sayang? Apa, kamu baik-baik saja kan selama hamil?" tanya varisa kepada Pitaloka.
"Kandungan aku baru memasuki 3 Minggu. Dan, sejauh ini kandungannya baik-baik saja."
"Semoga, kandungan kamu sehat-sehat sampai ke persalinan. Agar bisa barang dengan kelahiran adik kalian." ucap varisa,
"Apa, adik aku masih hidup tan?" tanya vernando. Karena, dulu dia pernah menemukan sebuah alat kehamilan dan surat dari dokter yang tergeletak di meja rias bunda'nya. Dan, karena dia belum mengetahuinya dia menanyakan kepada ibu kavita. Dan, ibu kavita menjelaskan kalau saat itu bunda'nya sedang hamil.
"Dari mana kamu mengetahuinya ver?" tanya varisa yang kembali terkejut akan perkataan dari vernando,
Vernando, kembali menjelaskan kepada Tante varisa. Mengenai dirinya yang mengetahui kalau bunda tengah hami. Dia, juga menemukan bukti di kamar Bunda'nya yang membuat dia sangat terkejut kalau Bunda'nya memiliki kembaran. Jadi,, Vernando menyimpulkan kalau Bunda'nya pergi menemui varisa. Namun, sampai di usia sembilan tahun vernando mendapatkan kabar kalau bundanya sudah meninggal. Saat, dirinya akan datang ke Indonesia Kavita melarang kalau ini itu belum saatnya vernando kembali.
"Jadi, kamu benar-benar putra dari Vera. Kenapa kamu tidak pulang ke Indonesia dan menemui tante. Kamu, tau grandpa dulu sering berbicara tidak jelas tentang masalah itu. " kata, varisa yang baru menyadari kalau dulu ayah'nya sempat mengatakan kalau Vera memiliki seorang anak tapi, tidak di gubris oleh dirinya.
__ADS_1
"Ini, adalah makam bunda kamu sayang..?"