
"Sayang..!"Seorang pria memanggil kekasihnya,dengan berjalan mendekat ke arah mama dan istrinya yang sedang adu mulut Sepertinya.
Vanandya, yang mendengar suara tak asing pun menengok begitu juga dengan Rebecca. Mereka berdua terkejut saa mendapati Virendra sedang ada di sini.
Virendra lalu bertanya kepada mereka, apa yang membuat ribut-ribut di butik, bahkan ia melihat berapa karyawan sedang berlutut kepada istri dan juga Mamahnya.
Rebecca pun, menceritakan tentang kejadian barusa dan Rebecca bilang kalau Vanandya akan meratakan bangunan ini. Karena mereka terlah membuat Vanandya bergonta-ganti baju, karena Vanandya sangat ati dengan itu.
Virendra pun menganggukkan kepalanya, lalu ia menelpon seseorang untuk meratakan bangunan ini gar mereka tak mengulanginya lagi.
Namun semua itu di cegah oleh Vanandya, karena Vanandya tak ingin ada karyawan yang berhenti berkerja karena hal sepele.
Virendra, Rebecca dan berapa pengunjung butik. Merasa kagum akan sosok wanita yang bernama Vanandya, yang memiliki hati yang sangat baik. Mereka juga membicarakan rumor yang beredar kalau Vanandya sang pewaris lacerta adalah seorang wanita yang sangat baik, bahkan sering membagikan sedikit hartanya buat orang tak mampu.
Dan, Vanandya juga sering menyekolahkan anak-anak yang tak memiliki pendidikan, bahkan sering membantu seseorang untuk menjadi sukses. Dan itu terbukti, setelah di bantu oleh Vanandya keluarga mereka menjadi terjamin, tak kekurangan uang sedikit pun.
"Jadi rumor yang beredar benar?"
"Katanya si gitu"
"Aku sangat kagum dengan nona muda lacerta"
"Benar aku juga sangat kagum. Selain cantik dia adalah seorang wanita yang memiliki sejuta kebaikan."
Mereka terus bergosip, menyanjung Vanandya yang sangat baik kepada semua orang.
Rebecca tersenyum, teryata mantunya begitu baik kepada semua orang, bahkan banyak warga di tanah air yang menyukai kepribadian Vanandya. Bahkan sebagian mas
Virendra yang jengah mendengar mulut ibu-ibu bergosip. Langsung mengajak istrinya dan juga Mamahnya pergi dari tempat itu, Virendra akan membawa mama dan istrinya pulang.
Namun Rebecca menolak ajakan anaknya, ia ingin mengajak mantunya pergi ke salon.
__ADS_1
Virendra sangat tau kalau perkataan Mamahnya adalah mutlak, pun tak bisa apa-apa ia hanya bisa menurutinya saja.
Dan disinilah mereka berada di salon di tengah-tengah kota. Lalu mereka pun masuk kedalam salon. Virendra sudah memboking tempat salon itu, agar tidak ada pengunjung yang bergosip lagi.
Nyonya Rebecca dan Vanandya pun mulai menyalon,
Lima jam terlah berlalu, Virendra mulai merasakan kesal karena mereka belum selesai-selesai juga. Ia lalu menelpon seseorang, untuk datang ke salon karena mereka akan berangkat dari sini.
Tepat setelah Virendra mengakhiri teleponnya ia berbaik mendapati istrinya ada di depan matanya. Ia sangat takjub dengan kecantikan di miliki oleh istrinya, bahkan Virendra tak bisa berkedip sedikit pun.
"Sepertinya ada mata yang ingin ku colok!"Perkataan sang ibu negara pun memutuskan kontak mata mereka.
"Se-sebaiknya kita cepat berangkat karena keluarga sedang menunggu."
Merekapun masuk kedalam mobil, dan mobil pun di Kendari oleh Virendra, dengan Rebecca dan Vanandya duduk di belakang, malang bukan nasib Virendra, yang di jadikan supir oleh mereka berdua.
"Sebenarnya tuh mama males jika harus ke mansion utama."Kata Rebecca sambil misah-misuh.
"Karena di sana ada Mak Lampir yang ingin menerkam."
"Bukannya mama mantan siluman singa betina berhati banteng? Lalu kenapa harus malas?"
Rebecca kali ini mematung mendengar perkataan mantu laknatnya itu yang mengatakan dirinya mantan siluman singa berhati banteng.
"Hm, mama jangan salah paham aku tak bermaksud berkata seperti itu. Karena bunda dulu pernah berbicara kalau dia memiliki sahabat siluman singa berhati banteng. Karena jika mereka di ganggu sang singa akan bangkit dari jiwa sahabat bunda."
Rebecca membulatkan matanya, bisa-bisanya sahabatnya berbicara itu kepada mantunya.Ia ingin sekali membalas ejekan sahabatnya itu.
"Bahkan bunda kamu lebih dari itu."
"Oh masa sih ma? Kok bunda tak pernah cerita?"
__ADS_1
Rebecca pun menceritakan kalau varisa yang ia kenal sebagai Risa, sebenarnya adalah kelinci yang memiliki jiwa banteng, dan singa keduanya bersatu dalam jiwa Risa, bahkan kemarahannya tidak anggap remeh. Karena setiap kali dia marah dia bakalan menghancurkan semua barang yang ada di sampingnya.
Dulu pernah ada murid baru yang tiba-tiba mengatakan cintanya kepada kekasihnya. Namun, Risa diam karena dia tidak mengusik ketenangan Risa. Tapi setelah Murid baru itu terus saja mengganggu karena menyuruh Risa untuk menjauh dari gebetannya. Namun Risa menolak.
Dan karena penolakan itu membuat murid baru itu menjambak dan menumpahkan minumannya ke kepala Risa, sampai di situ Risa mulai marah, bahkan Risa menampar bolak balik tuh anak baru. Bakan sampai babak belur, dan suasana tempat kantin pun menjadi kacau tak terbentuk.
Dan setelah kejadian itu, Risa di panggil oleh pihak sekolah dan dengan terpaksa Risa di Do. Karena terlah melukai anak dari kepala sekolah, dan saat itu ia dan Risa tak pernah bertemu lagi.. Bakan ia sering merindukan sosok sahabatnya yang mau berteman dengan dirinya.
Sekolah itu pun menjuluki mereka dengan sebutan. Queen singa betina berhati banteng. Dan satu lagi queen kelinci berjiwa bansing. ( Banteng singa ).
Namun sebelum mereka mereka berpisah, mereka berjanji untuk menjodohkan anak mereka kelak, jika salah satu di antara mereka mempunyai anak laki-laki atau perempuan.
"Sepertinya, aku menurun dari bunda"Ucap Vanandya setelah mendengar cerita dari mama mertuanya itu.
Mama Rebecca pun mengerutkan keningnya, kenapa mantu'nya berkata seperti itu apa ada kejadian waktu itu.
Vanandya pun menceritakan kalau dirinya pernah menyuruh sang dokter menyunat seorang pria karena terlah berselingkuh darinya, bahkan Vanandya tidak segan-segan melakukannya jika dia bermain wanita di belakangnya apa lagi berhubungan badan di depannya.
Perkataan Vanandya membuat Virendra mengerem mendadak. menelan ludahnya dengan kasar teryata wanita itu lebih kejam dari seekor hewan. Ia pun memegang juniornya yang sedang bangun, tiba-tiba ia merasakan linu. Jika ia ketahuan selingkuh pasti juniornya sudah menjadi taruhannya.
Rebecca tertawa terbahak-bahak, mendengar cerita dari mantu'nya itu. Ia tak menyangka kalau mantu'nya sangat hebat.
"Kamu hebat sayang. Mama akan mendukung mu, jika pasangan kamu berselingkuh dengan para jal*Ng. Kita akan pring saja juniornya, agar tak berkembang biak bersama para jal*Ng."
Vanandya pun menganggukkan kepalanya, ia menujui Perkataan mertuanya itu yang mendukungnya.
"HM. Ma berarti jika akan mama. selingkuh bisa kan juniornya aku jadikan qurban? mamah ga keberatan kan?"Vanandya berkata kepada mamanya.
"Tentu saja tidak keberatan, mama sangat ikhlas, dari pada mama punya cucu dari para jal*Ng yang suka jajan sembarangan."
'Dasar gila, amit-amit. Punya istri kok kejam benar, Justin kamu harus berhati-hati sama pemilik sangkar mu. Dia terlalu kejam. 'Batin Virendra bermonolog dengan bergidik ngeri.
__ADS_1
"Selamat datang...