
Di sebuah gedung perusahaan MARQUEZ GROUP. Seorang pria bersama dengan kedua anak kembar memasuki perusahaan, dan semua menatap ke arah sosok para pria itu. Namun, mereka tak berani menegur dan melarang mereka untuk tidak masuk, karena mereka tau siapa sosok pria dewasa itu. Sosok pria itu adalah tuan Laksh Vander Marquez anak tunggal tuan Faisal. Yang, menjabat sebagai seorang CEO perusahaan besar.
Laksh dan twins mengabaikan tatapan mereka. Karena, mereka sangat risih jadi mereka pun langsung masuk ke lift kusus CEO.
"Om, kok mereka tatapan seperti tatapan menggoda ya?" vagas berbicara kepada laksh.
"Mungkin mereka suka kali lihat kamu yang tampan ini," jawab laksh dengan bercanda. Sebenarnya ia merasa tegang juga di dalam lift, apa lagi melihat satu keponakan yang jarang sekali berbicara. Tapi, ia tak meragukan lagi, karena jika dia sudah berbicara dia akan seperti pemangsa. Bagaikan, air ombak yang menerjang dataran jika marah,
Ting! Pintu lift terbuka, lalu mereka keluar dari dalam lift. Saat sudah sampai di depan ruangan CEO, twins ingin sedikit mengerjai sang CEO.
Tok! Tok! Tok! Mereka terus mengetok pintu ruangan, setelah mendengar jawaban dari dalam menyuruhnya untuk masuk. Namun, kedua twins tak kunjung masuk, ia pun Kembali mengetok pintu sampai berulang kali. Mendengar jawaban dari dalam yang kesal mereka Langsung bersembunyi di balik tembok.
Dan benar saja seorang asisten bernama kairo keluar, tapi saat keluar Kairo tak mendapati seseorang. Kairo pun kembali menutup pintu, Twins itu pun kembali melakukan hal sama seperti tadi mereka lakukan.
Laksh, yang melihat itu hanya bisa geleng-geleng kepala. Melihat, keusilan kedua tuyul valdes. Namun, saat ia sedang melamun pintu terbuka dan nampak lah seorang CEO garang dan dingin, siapa lagi kalau bukan valdes.
"Ada apa? Kenapa kau terus mengetuk pintu ruanganku terus-menerus.!" ucap Valdes dengan dingin tanpa ekspresi.
"Bukan aku tapi para tuyul. Ehh maksudnya para twins."
"Mana?"
"Mereka ada di si...?" ucapannya terpotong saat ia tidak mendapati kedua tuyul yang tadi mengerjai valdes. Dan, sialnya dirinya juga ikut di kerjain.
Saat mereka sedang berdebat mereka mendengar suara anak kecil yang sedang membicarakan sesuatu, mereka pun melihat siapa anak kecil itu.
"Kan, kita tidak perlu mengikuti rencana om laksh yang mau ngerjain Daddy. Jadi seperti ini kan?" ucap vegas
"Tapi kak, itu rencana om sangat bagus." ujar vagas
"Tapi karena itu ponselku jatuh, apa lagi ada data-data penting." bantah vegas
"Cih, sok penting. Tinggal beli lagi apa susahnya," Vegas berdecak sebel
__ADS_1
"Nah kamu benar juga. Beli yang murahan kayanya bagus deh," ucap Vegas.
"Emang mau beli ponsel apa? Emang ada ya yang murah?" tanya vagas.
"Ada palingan cuma 50 jutaan saja." ucap vegas sambil melihat-lihat ponselnya yang sudah mati.
Para karyawan yang berlalu lalang dan para pria keluarga Marquez merasa terkejut seketika membulatkan matanya. Apa yang mereka dengar membuat dompet mereka berkedut-kedut, bisa-bisa dia mengatakan, "cuma 50 jutaan saja." Kata-kata yang sangat mengerikan.
Kedua twins tak menyadari kalau mereka sedang di tatap dengan tatapan aneh. Vegas lalu mengajak kembarannya untuk segera masuk kedalam ruangan. Namun, saat mereka berbalik arah mereka di kejutkan dengan apa yang mereka lihat, "Daddy? Om?" ucap twins secara bersamaan.
"Masuk.!" Valdes bersuara dingin. Membuat, kedua twins patuh mengikuti sang Daddy.
Mereka pun berjalan menunju ruang CEO, sepanjang jalan mereka terus di tatap oleh karyawan yang ada di tempat itu. Namun, mereka tak berani menatapnya mereka hanya menundukkan kepala.
Saat sudah sampai di ruangan Valdes menatap tajam ke arah anak'nya yang sangat menggemaskan. "Sedang apa kalian disini?"
Vegas berdecak sebel dengan perkataan sang Daddy yang sangat pelupa. " Pantesan aja dia pelupa, teryata dia sudah berumur tua kak. Kok mommy mau sih sama pria berumur ini?" bisik vagas yang selalu ceplas-ceplos kalau berbicara. Tapi, hal itu membuat vegas merasa senang karena kembarannya selalu terbuka kepada dirinya. Dan, hal itu juga membuat mereka semakin dekat walau terkadang ngeselin.
"Om pulang yuk? Sepertinya Daddy tak membutuhkan kita di sini. Dan,aku tidak suka terus-terusan di sini." ucap vegas.
Vegas mengangguk kepala ia akan menjelaskan kalau sebenarnya mommy tidak bersalah melainkan dia yang bersalah. " mommy sebenarnya ti..?" ucapan Vegas terpotong saat mendengar dering ponsel berbunyi.
***
Sementara itu indah dan astuti terus saja menenangkan vanandya. Namun, tak kunjung reda, lalu astuti berinsiatif menelpon suami Vanandya, tapi ia tak mempunyai nomer telponnya, lalu ia mencari ponsel vanandya ke seluruh ruangan dan saat ia melihat sebuah lemari kecil ia pun langsung membuka dan ia menemukan ponsel vanandya,
Dengan, cepat ia mencari kontak nomer telpon Valdes saat sudah menemukan ia pun menelpon Valdes.
"Hallo..?"
"Siapa?"
"Tuan ini saya astuti."
__ADS_1
"Ada apa?"
"Sebaiknya kamu kesini cepat karena vanandya berteriak histeris."
***
Valdes yang mendengar istrinya berteriak histeris pun langsung mematikan panggilan telpon lalu ia berlari keluar dari ruangan dan membuat twins dengan yang lain merasa aneh.
"Jangan-jangan nyonya.?" gumam Hayden yang menyadari akan perubahan tuan Valdes.
"Jangan-jangan apa?" ucap twins, Kairo dan Laksh.
"Nyonya Vanandya berteriak histeris."
"MOMMY.!" ucap twins, mereka pun langsung berlari keluar dari ruangan dengan sedih.
***
"Sayang!!" teriak Valdes dari luar, karena jalanan yang dia tempuh tidak terlalu jauh jadi ia bisa langsung cepat nyampai.
Saat di kamar ia melihat istrinya terus saja meracau tidak jelas, ia sangat sedih karena istrinya seperti orang gila. Valdes pun langsung menenangkan vanandya dengan memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
Ia takut jika istrinya melakukan hal berbahaya pada dirinya sendiri. "Sayang kamu jangan takut ok? Aku ada di sini kamu gak akan kenapa-kenapa selagi aku masih hidup. Dan, aku juga akan membereskan kasus ini sampai selesai,"gumam Valdes sambil mencium dahi vanandya.
"Mommy!!"
Vanandya yang mendengar suara anaknya pun melepaskan pelukan suaminya. Dan menatap ke arah pintu yang memperlihatkan twins yang sedang menatap vanandya dengan tatapan sedih.
Twins pun berlari memeluk tubuh mommy mereka, mereka sangat sedih kalau mommynya sedih. "Mommy tenang ok? Aku sudah menemukan dalang di balik semua ini jadi aku akan menghukum mereka dengan sangat kejam.!" ucap twins berapi-api, dengan sorot mata yang tajam bak seperti elang pemangsa.
Glek! Astuti, indah, Hayden dan Kairo sangat terkejut bahkan dengan susah payah mereka menelan ludahnya sendiri. Mendengar, ucapan twins yang sama seperti Valdes.
"Memang siapa dalang di balik semua ini?"
__ADS_1
"Dia adalah...?"