
"Baik mommy tapi. Agas, tidak janji,?" ucap vagas, yang membuat Vanandya menggelengkan kepala. Entah dari mana dia mendapatkan sifat yang menggemaskan dan lucu.
Valdes pun mendekati anak dan istrinya. Karena, mereka akan makam malam, vanandya lalu berjalan ke arah meja makan bersama dengan suami dan anaknya. Namun, saat sudah sampai di ruang makan, vanandya tak mendapati anak sulungnya. Lalu ia bertanya kepada agas, kemana putranya itu.
Agas pun hanya mengangkat bahunya. Karena, ia tidak mengetahui kakak'nya dimana. Bahkan, dari pagi dirinya tak melihatnya.
Vanandya merasa khawatir pun berteriak kepada seluruh pelayan dan bodyguard untuk mencari keberadaan putra sulungnya. Ia tak ingin sesuatu terjadi kepada anak-anaknya,
Valdes, menenangkan istrinya utuk tidak perlu khawatir. Karena, dirinya sangat yakin kalau putranya masih berada di mansion, apa lagi dengan cctv dan bodyguard dimana-mana, jadi tidak mungkin kalau si sulung pergi tanpa pengawasan dan penjagaan.
Vanandya merasa stres. Karena, Putranya pergi tidak bilang-bilang kepada dirinya, dengan kesal ia duduk di kursi makan.
"Mom, tenanglah.. Pasti kakak baik-baik saja, aku yakin itu karena firasat seorang twins saling berhubungan." ucap agas, menenangkan mommynya.
Mendengar perkataan anaknya ia mengangguk kepala sambil tersenyum ke arah agas, ia tak menyangka kalau twins saling menyayangi dan melindungi. "Semoga saja kakak kamu balik-balik saja?"
Saat vagas akan mengatakan seorang anak yang berumur lima tahun datang dengan tatapan mata tajam, dingin, datar dan tanpa senyum sedikit pun. Tapi, saat anak kecil itu di hadapan orang tua dan saudara kembar'nya sangat berbeda dia sedikit lebih lembut dan murah senyum.
Melihat anak sulungnya ada di hadapannya ia tersenyum lalu bangkit dari duduknya, ia berjalan mendekati vegas dan ia memeluk tubuh kecil itu.
Melihat itu vagas sedikit iri lalu cemberut, yang membuat Vanandya dan Valdes tersenyum melihat tingkah anaknya itu, ia pun merentangkan tangannya memberi isyarat kepada vagas untuk mendekat ke arah dirinya.
Vagas, pun langsung berlari dan menubruk badan vanandya, mereka pun berpelukan seperti seorang Teletubbies. Sekarang, giliran valdes yang merasa di cuekin, "Daddy gak di ajak nih?"
"No dad! Karena, mommy hanya milik dua V." ucap twins kepada sang daddy. Valdes yang mendapatkan penolakan dari anaknya pun ngambek kepada twins.
Twins, melihat Daddy'nya merajuk pun menggodanya. Agar Valdes semakin kesal kepada mereka. Dan, benar saja saat mendengar perkataan twins, valdes sangat kesal. Dengan, itu ia mendekati twins lalu menggelitik tubuh twins, sampai twins tertawa terbahak-bahak. Karena merasa geli akan ulah daddy mereka.
"Dad stop! Dad stop!" ucap twins kepada daddy'nya yang sudah tidak tahan geli. Mereka, pun meminta tolong kepada mommy untuk menyelamatkan mereka dari kekejaman sang Daddy.
__ADS_1
Tapi sang mommy palah mendukung sang Daddy membuat mereka kesal, kepada sang mommy. Tapi, saat itu sang mommy juga menggelitik tubuh Valdes yang membuat Valdes merasakan geli. Melihat sang daddy sudah tak berdaya, mereka pun langsung memberikan pembalasan kepada sang Daddy.
"Ampun Daddy minta ampun.!" ucap Valdes.
"Tidak semudah itu Daddy.! Karena, ini baru awal, Daddy harus merasakan gelitikan seorang twins V." ucap twins, membuat meraka senyum mengerikan.
Dan, setelah mengatakan itu pun Valdes merasakan geli karena tangan mungil sang anak menyentuh tubuhnya. Valdes pun berkata.
"Sayang, kalian lagi apa? Ini bukan rasa geli tapi ini rasa seperti sedang di semut'in." ucap valdes mengejek anak-anaknya.
Para pelayan yang sudah menjadi kepercayaan sang tuan wangsami. Pun, merasa bahagia melihat keturunan keluarga wangsami bahagia seperti itu.
Vanandya, menghentikan mereka yang masi terus saja bercanda gurau satu sama lain. Ia pun lalu menyuruh mereka segera menikmati makan malamnya. Dan, ketiga pria itu pun sangat patuh kepada ratu mereka.
Saat ini pun mereka sangat menikmati makan malam dengan hikmah dan tenang tanpa ada yang bersuara sedikitpun. Hanya, ada dentingan sendok dan garpu.
Sementara itu di lain tempat, seorang sedang berdebat dengan sangat keras. Mereka,.tidak memperdulikan orang sekitar menatap mereka, karena seorang wanita membohongi seorang pria.
"Jawab aku tanuja!!"
"Aku harus jawab apa tuan VIRENDRA yang terhormat?"
Yang pria dan wanita yang sedang berantem adalah Tanuja dan Virendra. Virendra, baru saja mendapatkan fakta bahwa Tommy adalah putra kandungnya. Dan, Tanu menyembunyikan berita besar itu.
"Apa benar kalau Tommy adalah Putraku?"
"Cih, sejak kapan Tommy adalah putramu? Dia, itu adalah anak ku bukan anak kamu?"
"Kamu jangan mengelak lagi Tanuja!! Aku sudah melakukan tes dna kepada Tommy. Dan, itu membuktikan kalau tommy adalah putra kandungku."
__ADS_1
"Lancang sekali anda melakukan hal itu? Atas dasar apa anda melakukan tes dna kepada putraku hah?"
"Ya karena dia adalah anak aku?"
Tanuja, tertawa dengan sangat sinis. Mendengar, perkataan dari virendra yang mengatakan kalau tommy adalah putra virendra, apa dia tak sadar kalau dia adalah penyebab putranya mengalai depresi.
"Bukannya anda sendiri tuan virendra yang terhormat. Yang mengatakan kalau anda tidak Sudi memiliki tommy, dan anda juga menggunakan kalau tommy adalah anak haram, belum lagi kau mengatakan kalau tommy anak menjijikkan."
DEGHH!! Seperti sebuah dejavu, virendra terdiam mendengar perkataan tanu, ia memang melakukan hal itu. Tapi walau bagaimanapun dia adalah putranya.
"Aku tau, aku melakukan itu. Tapi aku ingin tommy bersamaku."
"Percuma saja. Karena, tommy merasa takut kepada dirimu yang sudah menyakiti dan melukai fisiknya di usia masih sangat kecil."
DEGHH!! Lagi-lagi virendra merasa terkejut dan syok, teryata dampak apa yang terlah ia lakukan, kepada tommy berdampak buruk terhadap mentalnya. Ia lalu meminta kepada Tanu. Untuk, memberikan dirinya kesempatan agar ia mampu memberikan kasih sayang kepada tommy.
Tanuja, hanya terdiam saja, mendengar perkataan virendra, sebenernya ia juga ingin tommy sembuh dari rasa depresi nya, dengan cara mendekatkan tommy dengan sosok pria yang sudah menyakiti mereka.
"Aku tidak janji." Setelah mengatakan itu, Tanuja pergi dari hadapan virendra, dirinya sangat lemah jika berhadapan dengan virendra. Karena, terlalu besar cintanya membuat ia tidak bisa membencinya.
Mendengar itu pun virendra sedikit senang, itu tandanya Tanu sedikit memberikan lampu kuning, eh langsung lampu hijau saja biar cepat.
"Tanu, aku janji aku akan membuat tommy sembuh, biar dia bisa menerima aku sebagai ayahnya." gumam virendra.
"Virendra, kenapa sih aku sangat mencintaimu begitu dalam. Aku sudah lelah harus berjuang sendiri tanpa ada kepastian, kau selalu saja kejam," Gumam Tanu sambil berjalan ke arah mobilnya, yang sudah di tunggu oleh supirnya.
Namun, sebelum Tanuja masuk, pintu mobilnya kembali di tutup oleh seseorang pria. Saat Tanu menatap orang itu, ia langsung terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Kau harus...?"
__ADS_1