
"Jadi gara-gara aku. Kakak, meninggal?" ucap seorang pria yang mendengar cerita itu, dirinya tak menyangka kalau kakak'nya meninggal bukan karena, serangan jantung melainkan karena tembakan yang di lakukan oleh anak buah. Suruhan, dirinya untuk menyingkirkan Valdes, karena anak itu adalah penghalang dirinya untuk menikahi Rebecca.
Victor, benar-benar merasa terkejut dengan apa yang terlah putranya katakan. Dan, dia tak menyangka akan. Akan, hal itu dirinya baru mengetahui semua'nya.
"Kenapa, tuan Victor yang terhormat terkejut.?" ucap valdes dengan nada sinis.
Brukk..!! Victor berlutut di hadapan putranya, dia meminta maaf atas kesalahan yang dia perbuat Kepada Valdes dan kakak'nya, yang sudah terlebih dulu pergi meninggalkan dirinya.
Sontak, sontak hal itu mengejutkan Rebecca dan Valdes. Namun, Valdes masih dengan muka datar tanpa ekspresi wajah sedikitpun. Dia, masih enggan untuk menatap sang Victor.
"Apa, anda menyesal sekarang? Ahh, harusnya, dari dulu anda menyesal karena perbuatan anda yang sangat kejam. Bahkan, anda tega melukai hati anak kecil yang sangat tidak bersalah. Dan, anda juga menghancurkan hidup Daddy saya.. Kamu itu seorang pria yang tidak memiliki rasa tanggung jawab, anda hanya menikmatinya saja tapi kau tinggalkan mama. Dan, lebih kejinya lagi anda menyuruh Daddy untuk bertanggung jawab dengan cara menikahi mama. Padahal saat itu Daddy ingin memperkenalkan kekasihnya kepada keluarganya. Namun, semua itu dia batalkan karena permintaan anda. Kasih, sayang Daddy kepada anda lebih besar daripada siapapun. TAPI, ANDA MEMBUNUH DADDY'KU DENGAN CARA MENIKAHI MAMA DI HADAPAN DADDY..!!" kata Valdes, dengan menekan kata-kata akhirnya.
Dia, sangat benci, kepada Victor. Bahkan, dia dengan tega mendorong Viktor sampai Victor tersungkur ke belakang. Karena, Victor adalah seorang pembunuh Daddy venton. Pria, yang sangat baik dan penyayang.
Rebecca, yang melihat itu. Hanya, menangis saja, dia tidak menyangka kalau putranya memiliki beban dan kekecewaan kepada kami yang begitu besar. Bahkan, selama ini Valdes dia saja tak pernah mengatakan hal apapun.
"Victor, teryata kamu tega berbuat hal seperti itu?" ucap seorang pria yang kecewa karena perbuatan putranya itu. Ya, semua keluarga sudah mendengar semuanya tentang apa yang terlah di katakan oleh Valdes. Yang, selama ini di tutup-tutupi olehnya.
__ADS_1
Victor, hanya bisa pasrah mendapatkan hal seperti itu dari keluarganya. Dirinya baru mengetahui kalau Valdes, adalah Putranya. Dirinya selama ini mengira kalau dia adalah putra kakak'nya. Dan, dia dari dulu sedang berusaha untuk mendekat kepada Valdes karena perbuatannya yang terlah menikahi Rebecca. Di hadapan mereka, jadi dia ingin menjadi ayah buat Valdes setelah kematian kakak'nya. Namun, fakta mengejutkan dirinya.
BUGHH..BUGHHH.. BUGHHH..!! Pukulan, bertubi-tubi di dapat dari Faisal. Dia, tak menyangka kalau sepupunya berani melakukan hal seperti itu kepada adik sepupu. Bahkan, venton adalah sosok seorang pria yang sangat baik kepada keluarganya. Tapi, Victor dengan tega menghancurkannya. Dulu, saat kematian venton dia sangat terpukul karena kepergiannya,
"Kau, tega tor. Kau tega membunuh adikku yang paling aku sayang. Apa kau tau, saat mama meneer melahirkan venton, dia adalah orang yang paling bahagia di antara kami. Bahkan, kamu membunuh kebahagiaan mama meneer. Dulu, aku juga sangat bahagia bisa mendapatkan seorang adik laki-laki, yang bisa di ajak bermain. Namun, saat kematian venton merenggut jiwa'nya. Maka di situ aku merasakan kehampaan tanpa kehadiran seorang adik." ucap Faisal. Dia, sangat merindukan sosok seorang adik yang seperti venton. Bahkan, dia merasa sedih, hancur saat kembali mengingat kenangan bahagia itu. Bersama, dengan venton.
Saat ini wajah Victor sudah babak belur karena pukulan yang di dapat dari Faisal, bahkan dia dengan tanpa perasaan menyeret Victor ke ruang keluarga. Dengan, di ikuti oleh keluarga yang lain.
Bahkan, Rebecca dan Agni memohon untuk tidak melakukan hal itu kepada ana tirinya, walaupun Victor melakukan kesalahan. Bukan, seperti itu cara putranya melakukan hal itu kepada Victor.
"Faisal. Sebaiknya kamu hentikan semua ini.!!" bentak Agni.
Hendrik, mencoba melerai mereka. Namun, semua itu sia-sia, karena Faisal sangat marah kepada Victor.
"Sebaiknya, kita bicarakan baik-baik kepada dia. Karena, dengan cara seperti ini tidak akan mengembalikan venton kedunia." ucap Eleanor kepada Faisal.
"Yang, di katakan oleh eleanor benar. Sebaiknya, kita bicarakan baik-baik putraku." ucap Agni memohon kepada putranya untuk melepaskan Victor.
__ADS_1
Rebecca, menangisi akan nasib suaminya. Walaupun, suaminya bersalah tapi dia tetap suaminya. Lalu, dia menyuruh anak-anak agar menghentikan semua itu. Faisal, pun langsung di hentikan oleh Grey's, Virendra, Laksh dan Vernon. Baru lah saat itu Victor bisa merasakan lega karena terbebas dari pukulan faisal.
"Papi, sebaiknya kamu tenangkan dirimu." ucap Laksh.
"Benar, Pi. Jika papi melakukan hal itu kepada papa, itu tak akan mengubah keadaan. Sebaiknya papi tenangkan." ucap Grey's.
"Victor..!! Apa, pernah ayah mengajarkan kamu berbuat seperti ini kepada saudara mu? Dari penglihatan ayah. Venton, adalah seorang kakak yang baik untuk kamu. Bahkan, dia dari kecil selalu menghajar orang yang selalu mengejek dan menindas kamu. Karena, saat itu ayah mengetahui saat ayah di panggil oleh wali kelas kakak kamu." ucap vinton. Walaupun terkesan dingin, datar. Namun, ada kesedihan yang begitu dalam mendapatkan kenyataan yang sangat sulit dirinya percayai.
"Maafkan, aku ayah. Saat itu aku sangat benci dengan kakak. Karena, dia melanggar perjanjian untuk tidak mencintai wanita pujaanku, tapi kenyataannya kakak palah mencintainya. Karena, kakak tak ingin menceraikan Rebecca, dengan terpaksa aku menikahi Rebecca di depan kalian." ucap Victor dengan penyesalan yang berada di hatinya. Andaikan, dirinya di berikan kesempatan untuk bertemu dengan kakak'nya dia akan meminta maaf kepadanya.
"Kenapa, saat itu venton diam saja saat kamu menikahi Rebecca. Bahkan dia merestui pernikahan kalian?" tanya Agni,
Victor, menjelaskan kalau saat itu dirinya mengancam kakak'nya dengan dia mengatakan ada alat peledak di dalam tubuh Valdes. Karena, dia Yaang memasangkan alat peledak itu membuat venton tak bisa berkutik. Dan, dia juga sempat membenci Valdes karena dia tak merestui pernikahan itu.
Karena, venton tidak kuat lagi menahan semua itu berlari kedalam kamar untuk membereskan baju-bajunya. Namun, sebelum itu selesai ada seorang pria yang membawa Valdes pergi dari kediaman itu. Venton pun menyusul untuk menyelamatkan Valdes.
Setelah hal berhasil menyelamatkan Valdes dari pukulan dan tendangan seorang Venton pun membawa Valdes. Pergi. Tapi, naas orang itu malah menebak Venton.
__ADS_1
Valdes, kecil berteriak meminta tolong kepada orang sekitar. Dan, ada seorang yang membawa Venton pergi dari rumah sakit.
"Victor..."