CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 143


__ADS_3

Mereka, ragu-ragu ingin mengatakan apa yang mengganjal di dalam kepala'nya sejak tadi malam, bahkan mereka sampai tidak bisa tidur hanya memikirkan tentang siapa rosa itu itu.


Namun, sebelum mereka menyelesaikan perkataannya, Hendrik bertanya kepada Vanandya, kenapa dia bisa mengenal orang yang bernama Arez itu. Karena, setau mereka orang yang bernama Arez sudah tiada saat Valdes kecil jadi dari mana. Vanandya mengenal sosok pria itu.


Semua, orang yang berada di meja makan pun. Menatap, ke arah Vanandya mereka ingin menanti jawaban dari vanandya. Karena, mereka juga sangat penasaran akan hal itu.


Vanandya, yang di tatap lengkat oleh Keluarga'nya menghembuskan nafas kasar'nya. Dia, sedang di curigai oleh keluarganya. Lantas Vanandya menceritakan kalau dia pernah bertemu dengan Arez di tempat kejadian. Saat, itu dia dan eyang wangsami Harjo, sedang berjalan kw arah perusahaan. Namun, kebetulan vanandya lewat situ. Jadi, dia melihat seorang pria kecil sedang berteriak minta tolong.


Lantas, vanandya dan eyang wangsami menolong anak kecil itu, yang sudah berlumuran darah, eyang wangsami pun memerintahkan asisten pribadinya mengangkat tubuh Arez yang sudah terkena tembakan.


Setelah, mereka membawa Arez ke rumah sakit dia sudah tak bernyawa. Namun, karena permintaan dari seorang eyang wangsami memerintahkan kepada sang dokter untuk menyembunyikan kaus kematian. Eyang wangsami meminta kepada dokter untuk mengatakan kalau Arez mati karena terkena serangan jantung.


Tapi, sang dokter menolak hal itu, karena itu melanggar hukum. Namun, wangsami memohon karena ini tentang keselamatan anak anak kecil yang ingin di bunuh oleh para pembunuh yang sedang mengejar mereka.


Mau tidak mau sang dokter menyetujui permintaan dadi tuan wangsami Harjo. Dengan, mengatakan kalau Arez terkena serangan jantung. Setelah, menyakinkan dokter, enyang wangsami mengajak cucunya pergi dari rumah sakit. Karena, dia ada urusan penting bersama dengan cucunya.


"Aku, berjanji sesuatu saat nanti aku bakalan mencari kamu dan aku akan menikah dengan mu.." batin Vanandya kecil kepada dirinya sendiri saat melihat pupil mata Valdes kecil.


Begitupun, dengan Valdes, dia menatap Vanandya dengan tatapan dalam dia memiliki sebuah rasa kepada sosok Vanandya.

__ADS_1


"Aku, bersumpah tidak akan membiarkan kamu menjadi milik orang lain. Kamu, hanya berhak hidup bersama dengan valdes Hutabarat Marquez.! Karena, kamu sudah di takdirkan hidup bersama denganku." batin Valdes.


Teryata, setelah kepergian wangsami dan vanandya. Keluarga Marquez datang ke rumah sakit. Hal, itu pun di lihat oleh mata vanandya, vanandya melihat dua orang wanita yang seumuran dengan Oma'nya sedang menangis.


Mendengar, apa yang terlah di ceritakan oleh vanandya, membuat mereka sangat terkejut dan tak percaya. Kalau, orang yang menyelamatkan Venton adalah keluarga lacerta.


"Jadi, kamu anak kecil itu?" tanya Valdes, yang tidak percaya kalau istrinya adalah sosok anak kecil yang sudah menyelamatkan dirinya bersama dengan Daddy'nya. Dengan rasa, bahagia, Dan, senang Valdes memeluk tubuh istrinya. Diaz sangat bahagia teryata doanya untuk menikahi sosok wanita kecil itu terkabul.


"Teryata, tuhan benar-benar menjodohkan kalian lewat semua ini." ucap Rebecca. Dia, benar-benar tak percaya kalau perkataan dia bersama dengan varisa yang saat masih remaja yang ingin menjodohkan anak mereka melalui dua Va. Teryata, semua itu di dengar oleh Tuhan. Dan, Tuhan mempersatukan mereka lewat jalan yang sedikit berliku-liku.


"Bunda, benar-benar tak menyangka. Teryata kalian sudah saling bertemu." ucap varisa.


Begitu pun dengan yang lain. Mereka, juga sangat senang teryata di dalam perjodohan mereka. Mereka sudah mencintai satu sama lain. Bahkan, sekuat apapun mereka memisahkan dan berjauhan. Teryata mereka akan saling bertemu.


Setelah, kepergian keluar Marquez. Valdes berpamitan kepada istrinya untuk pergi ke perusahaan. Dia, sudah lama tidak masuk kantor jadi dia akan berangkat ke perusahaan.


Dan, di kediaman vanandya hanya tersisa keluarga lacerta. Vanandya dan hazel ingin membicarakan siapa Rossa itu. Kenapa dia keluar dari dalam tubuh varisa. Namun, di saat keduanya ingin membicarakan prihal itu. Ada, penghalang, jadi mereka harus mengurungkan niatnya untuk bicara tentang semua ini.


"Mommy, apa mummy lupa kalau sebentar lagi kami ulang tahun?" ucap agas, yang mendekati sang mommy. Karena, dia ingin mengingatkan kalau sebentar lagi mereka akan berulang tahun.

__ADS_1


"Akhh..Benarkah, cucu opa akan berulang tahun?" tanya hendrik kepada twins.


"Benar, dong opa. Bentar lagi aku akan ulang tahun," ucap, agas yang membuat sang opa Rudra tersenyum melihat sosok agas yang sangat ceria. dia berpikir apa dia sanggup tidak bisa melihat senyum manis agas lagi. Dia, terus saja memikirkan hal itu, karena jika sampai itu terjadi mungkin keceriaan akan mati menghampiri mereka.


"Twins. Eyang, sudah memiliki hadiah buat kalian." ucap Rudra kepada twins dengan sedikit sedih.


"Benarkah itu eyang? Memangnya, hadiah apa yang eyang berikan kepada kami?" tanya agas. Namun, Rudra hanya berkata kalau ini rahasia sebelum ulang tahun mereka terlaksana.


Agas, cemberut karena eyangnya tak member tau apa yang di berikan oleh eyang membuat dia sangat penasaran. Bahkan, agas ngambek kepada Vegas karena tidak membujuk sang eyang. Mereka, yang melihat twins hanya bisa menggelengkan kepala.


Laku, vanandya melarai twins yang sedang marah-marahan. Lalu, vanandya memeluk tubuh twins. Dan, ia mengatakan kepada twins. Kalau, mereka harus saling menjaga satu sama lain. Bahkan, vanandya mengatakan untuk tidak berkelahi atau marahan karena seorang wanita. Karena, vanandya takut, jika twins dewasa akan merebutkan tentang cinta. Dan, saling melukai sama seperti papa mertua dan Daddy mertuanya.


"Kami, berjanji. Mom, kami tidak akan merusak persaudaraan kita karena seorang wanita. Bahkan, kami akan saling menjaga dan melindungi." ucap vagas, dengan lantang yang membuat keluarga lacerta merasa terharu akan perkataan Twins.


"Benar, apa yang di katakan oleh agas mom. Kami, juga akan melindungi mommy dari orang-orang jahat, yang berniat ingin menghancurkan hubungan mommy dan Daddy. Karena, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi." ucap Vegas, panjang × lebar. Mereka, baru pertama kali mendengar Vegas berkata panjang seperti itu.


Vanandya, kembali memeluk putra-putranya, dia sangat menyayangi twins lebih dari dia menyayangi hidupnya. Bahkan, dia akan mempertaruhkan hidupnya agar dia bisa menyelamatkan putra-putranya. Twins pun juga membalas pelukan sang mommy, dan mereka juga mencium kedua pipi mommy.


Rudra dan Eleanor, berpamitan pergi dia akan pulang ke kediaman lacerta. Karena, mereka harus mempersiapkan kado yang aka dia berikan kepada twins walaupun acaranya masih lama. Tapi, mereka akan memberikan hadiah yang berkesan.

__ADS_1


Setelah kepergian Eleanor dan Rudra. Vanandya dan hazel menatap sang bunda. Dia, masih ingin menanyakan semua ini.


"Jawab, aku siapa sosok Rossa itu...?"


__ADS_2