CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 30


__ADS_3

Melissa. Saat ini sedang berteriak-teriak memanggil kekasihnya, karena sudah lama tak bertemu dengan kekasih pujaan hatinya. Ia ingin bertemu dengan kekasihnya virendra.


"Sayang.. Kamu dimana?"


Vanandya yang sakit kupingnya karena mendengar suara bebek, langsung menegurnya dengan kata-kata pedas'nya. Karena ia habis makan Seblak level 20 jadi ia ingin melampiaskan hawa pedas'nya.


"Hai lo*te, jal*Ng tak tau diri. Berani-beraninya kau datang kekediaman ku? Bukannya ujiannya sudah selesai ? Lantas kenapa kau datang kesini. Apa kau sudah bosen dengan pria-pria di luaran sana? Atau junior yang kau kencani sangat kecil?"


Melissa, mengepalkan tangannya mendengar kata-kata yang di lontarkan Vanandya. Ia tak menyangka Vanandya akan mengetahuinya yang selama ini ia sembunyikan. Dengan rapat-rapat,


"A-apa, ma-ma-maksud kamu?"


Vanandya terkekeh dengan perkataan Melissa. Ia tahu pasti Melissa saat ini sedang gelisah karena perkataannya,


"Aku tau Saat kamu tidak ada di sini, kamu sering gonta-ganti pasangan. Bahkan aku menduga kalau saat ini kamu sedang hamil,"Vanandya berbisik kepada Melissa. Yang membuat Melissa menegang tak bisa berpikir apa-apa. Dia terlalu kalut dengan apa yang ia katakan, mungkin sebentar lagi dia akan mati berdiri.


Vanandya lalu berjalan meninggalkan dia seorang diri di ruangan yang menjadi pertemuan keluarga dan menghabiskan waktu bersama.


Karena, ia bosen di mansion. Ia menyiapkan bekal untuk suami'nya, Setelah bekal sudah siap, ia pergi ke kamarnya untuk membersihkan badannya lalu bersiap-siap.


Vanandya sudah rapih dengan stelan yang ia gunakan, ia menggunakan dress berwarna hitam dengan rambut yang ia gerai, ia sedikit memoles wajah'nya yang sudah cantik dari lahir.


"Teryata aku sangat cantik, tak heran kalau banyak laki-laki di luaran sana terpesona akan kecantikanku. Mungkin dèwi Yunani kalah dengan kecantikanku."Setelah mengagumi kecantikannya ia keluar dengan kamarnya dengan sangat anggun dan wibawa.


Ia lalu membawa kotak bekal yang ia buat untuk suaminya. Setelah sampai di depan ia meminta kepada supir untuk mengeluarkan mobil terbarunya untuk ia gunakan ke perusahaan sang suami.


Sang sopir yang bernama Asep pun, mengeluarkan mobil terbarunya. Saat sudah di depan Asep bertanya apakah nyonya'nya mau di antarkan atau berangkat sendiri.


Vanandya hanya menjawab singkat, ia akan membawa mobil sendiri lalu ia masuk kedalam mobil, tak lupa ia juga berterima kasih kepada mang Asep. Sambil tersenyum, Vanandya pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang ia tak ingin menjadi bahan umpatan sang pengendara lain.


Berapa saat ia sudah sampai di gedung perusahaan yang menjulang tinggi, mungkin akan sampai ke langit.

__ADS_1


Ia lalu keluar dari mobil dengan aura yang dingin, ia meminta kepada satpam untuk memarkirkan mobilnya. Setelah memberikan kunci mobil kepada satpam, ia berjalan dengan sangat anggun dan elegan.


Seorang menghentikan langkahnya Vanandya. Dengan tatapan sinis dia mengejek Vanandya.


"Hai jal*Ng. Mau apa kamu kesini?"


"Kamu nanya? Kamu bertanya tanya, sini-sini biar aku jawab. Jal*Ng kok teriak Jal*Ng."Vanandya terkekeh geli dengan wanita di depannya, yang berani mengatakan itu kepada dirinya.


PLAK.


Wanita itu menampar pipi Vanandya dengan sangat keras. Ia sangat marah.


"Kau, apa kamu tau siapa saya? Saya adalah calon mantu keluarga Marquez. Jang menjabat sebagai resepsionis."


Vanandya yang mendengar itu tertawa dengan keras. Membuat karyawan di situ menatap ke arah Vanandya.


"Hahah.. Seorang jal*Ng seperti dirimu berlaga ingin menjadi Nyonya muda Marquez. Hahaha"Vanandya tak bisa menghentikan tawanya.


Vanandya menyelusuri setiap lekuk tubuh wanita itu yang benar-benar seperti lo*te. Tak tahu malu, ia sangat heran kenapa tuhan menciptakan wanita seperti itu di dunia ini. Atau mungkin setan terkutuk yang menciptakannya.


Tanpa mereka ketahui ada seseorang wanita yang mendengar dan melihat pertengkaran mantu'nya dengan wanita itu, ia pun tersenyum. Mamanya tidak salah memilih calon mantu.


Rebecca lalu berjalan mendekati mantu'nya itu dengan sangat wibawa dan anggun, tak kalah dengan mantu'nya itu.


"Ekhmm"Rebecca berdehem dengan aura dingin. Membuat semua karyawan menatap sang nyonya mereka dengan sangat takut, karena istri dari tuan Victor sangat sadis. Dengan buru-buru mereka kembali melakukan kerjaannya.


Wanita dengan arogan itu, pun membungkuk badan'nya saat mengetahui nyonya besar datang menghampiri mereka.


"Ada apa ini sayang?"


Wanita itu dengan percaya dirimu menjawab dengan senyum yang mengembang seakan-akan mengejek Vanandya.

__ADS_1


"Tante dia..."Ucapan wanita itu terpotong saat nyonya Rebecca berjalan mendekati sang mantu. Dan itu membuat wanita itu menganga lebar, ia merasakan malu sekaligus kesal karena di permalukan begitu saja.


"Sayang, kamu baik-baik saja kan?"


"Aku baik-baik saja mah"


Rebecca lantas tersenyum kepada mantu'nya, dan itu membuat semua karyawan terkejut.


"Kalian yang ada di sini?! Kenalkan dia adalah mantu saya istri dari Virendra Athalla marquez. Dia adalah vanandya nayesha lacerta. Pewaris tunggal dari keluarga lacerta!!"Rebecca berkata dengan sangat lantang dan dingin. Yang membuat mereka terkejut sekaligus kagum akan kecantikan anak tunggal lacerta. Yang di gadang-gadang memiliki paras yang menawan, baik, bahkan rumor mengatakan kalau pewaris lacerta sering membagikan sedikit rezekinya.


Semua orang pun bertepuk tangan, karena mereka bisa di pertemukan dengan anak keluarga lacerta.


"ADA APA INI RAME-RAME?"


Suara Bariton menghentikan mereka, mereka lalu kembali ke aktivitasnya. Karena sangat takut akan kemarahan CEO mereka.


Tiga orang pria berjalan mendekati mereka dengan aura dominan yang sangat dingin dan datar, Mereka adalah Virendra, Victor dan Grey's. Dengan posisi tuan besar yang berada di tengah-tengah anaknya.


Mereka lalu berjalan mendekati Istri dan ibu mereka.


Rebecca, lalu menatap ke arah suaminya setelah berada di depannya ia mengatakan kepada suaminya untuk memecat karyawan yang tadi menghina dan menampar pipi mantu'nya.


Tapi Victor tak bisa melakukan itu, karena jabatannya sudah di gantikan oleh sang putranya. Jadi keputusan ada di tangan putranya.


Virendra menyuruh asisten pribadinya untuk mengeluarkan wanita yang sudah menghina'nya, ia mem-Blacklist wanita itu sampai satu tahun.


Setelah mengurus wanita itu, mereka sekeluarga pergi dari perusahaan. Tujuannya saat ini adalah ke restoran yang ada di dekat perusahaan.


Setelah sampai di restoran banyak sekali mulut yang berbicara dengan kagum dengan keluarga Marquez. Tak heran jika mereka menjadi pusat perhatian setiap saat, karena keluarga mereka sangat kaya.


Rebecca pun memesan ruangan VVIP, karena private dan tak ingin di ganggu Rebecca memesan ruangan kelas satu. Saat mereka akan berjalan memasuki VVIP...

__ADS_1


"Daddy...


__ADS_2