
Keluarga lacerta sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh cucunya, ya agas baru saja menelpon Hendrik bahwa, Valdes mengalami hal yang di luar kendali. Bahkan, kamar yang semula rapih menjadi berantakan seperti kapal pecah.
Mereka, pun langsung bergegas menunju ke kediaman valdes, karena takut terjadi sesuatu yang di luar kendali. Bahkan, Rudra juga terlah menelpon keluarga Marquez untuk datang ke kediaman valdes.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak jauh, mereka terlah sampai di kediaman valdes. Lalu mereka pun keluar dari mobil mereka, dan mereka segera berlari menunju ruangan tulip.
Dan, betapa terkejutnya mereka melihat ruangan yang sangat berantakan. Bahkan, vanandya sedang berusaha menghentikan tindakan valdes.
"Apa yang terjadi...?" tanya Rudra dan vinton. Mereka, sangat terkejut melihat keadaan mereka. Bahkan, Rebecca dan varisa terus saja menangis melihat mereka.
Hendrik menyuruh laksh dan vernon untuk membawa twins pergi dari ruangan itu, dan ia juga menyuruh keponakannya juga agar keluar dari ruangan itu. Karena, sangat bahaya untuk wanita hamil berada di tempat seperti ini.
Setelah kepergian mereka, Hendrik dan Victor mendekati valdes, lalu mereka mencekal lengan Valdes. Dengan, sangat kuat. Walaupun, Valdes terus saja memberontak, bahkan dia selalu menyebut nama seseorang.
Vanandya merasakan kesedihan karena suaminya, berperilaku seperti itu, bahkan air matanya terus saja keluar. Namun, kedua ibunya sangat peka, jadi mereka menenangkan hati vanandya untuk tidak bersedih lagi.
"LEPASKANNN!! AKU INGIN MENEMUI YOLANDAA!!" bentak valdes kepada Ayah dan papanya.
"Siapa yolanda? Ingat kamu sudah punya istri.. Dan, jika kamu sampai melakukan hal yang menyakiti hati putriku aku akan membunuhmu!!" ancam Hendrik yang tidak terima jika mantu'nya menyebut nama orang lain.
"AKU TIDAK PERDULIII.! LEBIH, BAIK AKU MATI DARI PADA HARUS HIDUP DENGAN WANITA YANG TIDAK AKU CINTAI. BAHKAN, AKU LEBIH MEMILIH YOLANDA.!" ucap valdes, yang mampu bisa di denger oleh keluarganya.
***
Saat ini kedua asisten tuan dan nyonya Valdes, sedang mengerjakan laporan tentang perusahaan yang sudah lama tidak di kunjungi oleh nyonya mereka. Namun, untungnya ada Kairo yang siap membantu dirinya 24 jam.
"Sayang... Gimana apa kamu sudah selesai?" tanya Hayden kepada Kairo. Yang, sudah entah kenapa membuat pipi Kairo memerah, bak kepiting rebus. Semenjak kejadian tempo hari membuat hubungan mereka semakin dekat. Walaupun mereka tak bisa bersama tapi, mereka sangat menikmati kebersamaan mereka. Bahkan, jika sesuatu saat nanti mereka bakalan menikah dengan pilihan mereka masing-masing, mereka akan terima, karena memang mereka tak bisa terjalin ke pelaminan.
__ADS_1
Saat sedang mengecek laporan, ponsel Hayden berbunyi, lantas Hayden mengangkat panggilan telepon itu yang dari Mrs'nya.
"Iya nyonya?"
"Segera ke mansion sekarang.!!"
"Ada memangnya nyonya?"
"Sepertinya, Valdes terkena pelet dari seseorang yang bernama Yolanda."
Mendengar hal itu Hayden menggertarkan giginya, ia tidak terima jika ada seseorang yang menyakiti hati sang nyonya. Jika, ada maka orang itu akan menjadi urusan mereka.
"Baik, nyonya aku akan segera kesana dengan membawa data-data tentang yolanda."
Setelah sambungan telepon terputus, hayden mengajak kairo. Untuk ke kediaman valdes. Karena, saat ini tuan Valdes sedang tidak baik-baik saja,
Kairo yang mendengar itu, juga marah. Karena, ada seseorang yang berani mengusik keluarga tuannya, maka ia akan menghancurkan sosok orang yang terlah menghancurkan ketenangan keluarga Valdes.
"Dapat!!" ucap Hayden.
"Secepat itukah mencari informasi orang yang sangat keji?" tanya Kairo, tanpa melihat ke arah orang yang sedang ia tanyakan. Karena, Kairo sedang fokus mengemudi.
"Apasih, yang gak bisa buat hayden? Kan, Hayden adalah seorang jenius." ucap Hayden berbangga hati.
"Cih, dasar sombong." ucap Kairo berdecak sebel melihat tingkah hayden yang sangat besar kepala.
Mobil yang di tumpangi oleh Hayden dan Kairo pun terlah sampai di halaman rumah Valdes. Dengan, cepat mereka bergegas menuju ke ruangan dimana Keluarga Nyonya berada.
__ADS_1
Setelah, sampai di depan mereka hayden menyerahkan data-data tentang yolanda. Kepada, Vanandya. "Ini, nyonya berkas yang anda minta." ucap Hayden.
Vanandya pun, menerima berkas itu dengan dingin dan datar. Ia akan hancurkan wanita yang sudah berani bermain menggunakan ilmu hitam.
"Yolanda putri werda."
Yolanda, adalah sosok wanita yang sangat angkuh dan kejam kepada siapa saja, bahkan dia sering menindas dan melakukan sesuka hati dia, Yolanda sendiri juga berprofesi sebagai pel*r yang sering melakukan hubungan ranjang kepada pria-pria kaya, bahkan. Dia tidak segan-segan untuk menguras harta mereka agar bisa mendapatkan kekayaan.
"Cih, wanita murahan seperti itu ingin masuk kedalam keluargaku. Itu semua tidak akan terjadi." ucap rebecca berapi-api. Yang, sangat jijik melihat wanita seperti itu,
Vanandya mengepalkan tangannya dengan sangat erat, jika dia tidak bisa menghancurkan wanita itu maka ia akan menghancurkan dia melewati para istri. Lalu, ia berdiri dari duduknya dan ia menyuruh Hayden untuk ikut bersama dengan dirinya.
Hayden dan Kairo mengikuti langkah Vanandya, yang berjalan sangat cepat. Bahkan, keluarga tidak bisa menghentikan Vanandya.
"Apa, sebenarnya yang akan vana. Lakukan kepada yolan?" gumam rebecca.
"Kau, tidak perlu khawatir karena para putri sang penguasa darah biru tidak akan pernah gagal untuk menghancurkan lawannya." ucap varisa.
"Varisa, Rebecca sebaiknya kamu tinggal di sini sementara waktu, karena Valdes sebentar lagi akan seperti orang gila yang kehilangan mainannya." ucap Rudra.
"Benar apa kata Rudra. Sebaiknya, kalian tinggal di sini dulu, kita akan berusaha untuk mencari obatnya agar dia segera sembuh dari mantra melet ini." timpal vinton.
"Ayah, lebih baik kami yang mencari dukun yang mampu menghilangkan pelet itu.. Karena perjalanan dari ibu kota ke pertengahan pulau Jawa, itu memakan waktu yang sangat panjang. Jadi tidak mungkin kalian ikut bersama kami." ucap hendrik.
"Jadi kau meragukan kekuatan tubuhku hah? Kau jangan lupa walaupun umur sudah berumur, aku masih mampu membuat lima anak lagi bahkan untuk memanjat gunung aku masih kuat." ucap rudra kepada putranya, yang tidak terima dirinya di Katai lemah olehnya.
BRUKK.!! Sebuah bantal sofa melayang ke kepala, rudra. Yang di dapat dari istrinya eleanor. Dia sangat kesal karena suaminya berkata seperti itu. "Dasar pak tua Bangka, udah kolot dan memiliki berapa cicit, masih aja membuat anak." cibir Eleanor.
__ADS_1
Hendrik, melihat itu tertawa terbahak-bahak, karena. Ayahnya terlah di aniaya oleh ibunya. "Haha!! Gimana yah enak gak? Makanya kalau udah tua jangan bahas bikin anak.. Kan konsepnya disini kita akan pergi ke gunung bukan pergi ke ranjang dan bikin anak." ledek hendrik kepada ayahnya. Namun, berapa saat kemudian ia juga mendapatkan pukulan.
"Oh, jadi ini tempatnya...?"