
"Gimana bisa seperti ini..Apa kalian tidak menjaga green?"Tanya Vanandya yang baru saja datang bersama dengan Valdes.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?"Bentak Rebecca kepada Vanandya yang tidak terima kalau di bilang tidak bisa menjaga anak.
"Sepertinya nyonya muda Cahyani dalang di balik penculikan green? Jika itu terjadi akan akan ada pertukaran yang akan dia lakukan."
Semua orang yang berada di situ terdiam karena mereka sangat tau siapa Cahyani itu. Wanita yang sangat berbahaya antara penjahat lain'nya,
"Kenapa dia mengincar keluargaku?"Vinton bertanya dengan nada serius ke arah Vanandya yang sedang duduk berdampingan dengan Valdes di depannya.
Saat Vanandya akan menceritakan kenapa keluarga Cahyani juga mengincar keluarga Marquez, ada seorang yang mencurigakan.
Valdes dan Vanandya pun saling bertatap-tatapan dan Vanandya menganggukkan kepala, setuju akan apa yang Valdes lakukan, setelah mendapatkan persetujuan Valdes mengeluarkan belatinya yang ia sembunyikan di kakinya agar tidak ada yang mengetahui.
JLEP! Sebuah belati melesat dengan cepat, dan tepat mengenai dada seorang yang mereka duga adalah seorang pria. Yang menyamar sebagai wanita, guna bisa menjadi pelayan di kediaman Marquez.
Keluarga lacerta yang melihat itu, tak terkejut karena mereka juga sudah tau di dalam mansion Marquez banyak penghianat. Yang ingin menjadi mata-mata keluarga Cahyani. Mereka ingin mengetahui apa benar kalau salah satu dokumen Lian ada di keluarga Marquez atau tidak.
Valdes dan Vanandya berlari menuju ke arah pria itu, yang ingin kabur dari kediaman Marquez.., Tapi semua itu sudah di baca oleh kedua pasangan itu.
"Sepertinya malaikat maut benar-benar ingin mencabut nyawa kamu! Karena sudah geram dengan tingkahmu"Vanandya menatap sinis ke arah pria yang sudah melemah.
Valdes memerintahkan anak buah untuk memenjarakan pria mata-mata itu. Dia ingin mengetahui tentang keluarga mereka melewati pria di depannya,
"Apa masih ada lagi sayang?"Valdes berbicara dengan hangat kepada Vanandya, walaupun sama cerdas dan jeniusnya dengan Vanandya, namun Valdes tidak menggunakan dengan ketenangan melainkan kecerobohan.
Vanandya melihat area sekitar rumah dengan diam dan tenang, "Seperti memang sudah tidak ada."Ucap Vanandya yang sudah melihat area sekitar.
"Ada apa ini sebenarnya?"Tanya Rebecca dan varisa secara bersamaan, mereka pun saling tatap setelah ngomong secara bersamaan, lalu mereka saling berpaling.
__ADS_1
"Hm, seperti yang kalian lihat, kalau saat ini banyak mata-mata yang dikirim oleh nyonya muda Cahyani, anak dari tuan mahayuda, nyonya muda Cahyani mencurigai kalau Keluarga kalian terlihat dalam semua ini? So jika itu benar adanya mereka juga akan mengincar kalian."
"Pasti kalian sudah mengetahui kan kalau mereka sedang mengincar keturunan Tholense, yaitu cucu dari Tuan Calian Sahabat baik dari anda nyonya Meneer,"
Vanandya menjelaskan apa yang dia tau, karena kakek buyutnya sendiri yang memberikan semua itu kepada dirinya untuk menegakkan keadilan dan kebenaran, Kakek Miharjo tidak memberikan Vanandya perusahaan itu secara cuma-cuma, tapi dia menyuruh Vanandya untuk membantu untuk merebut perusahaan temannya kepada pemilik aslinya.
Mereka yang mendengar penjelasan dari Vanandya hanya diam saja, mereka tak menyangka kalau vanandya mengetahui semua informasi yang pernah mereka sembunyikan.
Meneer juga merasa sedih keluarga dari sahabatnya harus berakhir tragis di tangan orang terdekatnya hanya karena harta
"Apa kau tau dimana cucu dari lian?"Nenek meneer sangat penasaran akan keberadaan cucu dari sahabatnya itu.
Vanandya menganggukkan kepala,, tapi dia tidak akan memberi tau itu kepada mereka, karena belum saatnya mereka mengetahui kebenaran yang sudah kakeknya simpan dengan rapih, sebelum dia layak menjadi penerus.
"Tapi aku tidak memberi taunya sekarang?"
Ucapan Vanandya membuat Virendra yang mendengar Vanandya tidak mau memberi tau kepada keluarganya pun marah.
Vanandya yang melihat Valdes akan marah pun mengode agar tetap tenang jangan gegabah,
Vanandya dengan tenang' berdiri dan menatap lekat kepada virendra, lalu tersenyum sinis. Ia tak menyangka kalau pria di depannya akan berbuat seperti itu.
Vanandya berkata dengan sinis. Harusnya dia tidak marah karena dirinya masih menyembunyikan nona muda Calisa. Dan kenapa dia menyembunyikan karena saat ini nyawanya dalam bahaya apa lagi dia habis terkena kdrt dari orang. Namun ia tak menyebutkan namanya.
Meneer sangat geram siapa orang yang tega melakukan seperti itu kepada cucu sahabatnya maka dia akan berhadapan langsung dengan dirinya. Ia juga akan memberikan orang itu setimpal depan apa yang dia lakukan kepada nona muda calissa.
Keluarga lacerta yang melihat api kemaren dari meneer merasa kecewa, kenapa dulu saat putrinya di aniaya oleh keluarganya hanya dia saja, terlebih dia adalah cucu dari kakak angkatnya. Tapi saat cucu dari Tuan Calian Tholense dia akan membelanya, tak adil memang tapi mereka tak peduli.
Vanandya menatap ke arah Grey's dia menanyakan tentang organisasinya yang selalu memberantas kejahatan yang ada di negara ini, dengan dingin ia menyuruh organisasi G, untuk menyebarkan ke seluruh dunia bahkan sampai lubang semut.
__ADS_1
Namun Grey's sudah bergerak cepat, organisasinya sudah menyebar ke penjuru daratan dan perairan. Karena dia tidak ingin anaknya kenapa-kenapa.
mereka terdiam sejenak sampai ponsel Vanandya berdering menunjukkan kalau ada panggilan masuk.
"Ada Hayden?"
Hayden memberikan informasi tentang pelacakan yang mereka dapatkan dan di mana tuan mudanya di culik.
Namun Vanandya menyuruh mengulangi ucapannya, karena ia ingin memberi tau kakak dan keluarga yang lain.. Dia pun mengeraskan suara teleponnya.
"Mrs.. Kami sudah mengetahui tentang hilangnya tuan muda, dan Diman kronologinya, namun kita sedang. Mencari tau tempat dimana tuan mudanya di sekap.. Dan memang benar yang menculik adalah orang suruhan dari nyonya muda Cahyani, aku sudah mengirim video kepadamu mrs"
Vanandya pun mematikan sambungan teleponnya, ia lalu menyalakan video yang di kirim oleh asisten pribadi..
Mereka sangat terkejut dengan perkataan asisten pribadi dari Vanandya, yang sudah mengetahui titik terang dari hilangnya green. Bahkan anak buah mereka sedeng mencarinya dari Tandi malam sampai sekarang belum ada kabar.
'Klik'
...FLASHBACK ONN...
saat ini Greenland sedang berjalan meninggalkan kediaman Marquez dia berjalan tak menentu arah, dengan mulut yang ber komat-kamit.. Air mata'nya sudah sangat sembab karena terus menangis dari tadi
"Papah kau kejam, kenapa kau tidak menginginkan aku? Apa karena aku lahir dari wanita yang papah benci! Dan kenapa mamah Gisel juga sama kejamnya memisahkan aku dengan mamah kandung aku."Gumam green yang tidak menyadari akan datangnya bahaya.
Saat sedang kecewa ada sebuah mobil berhenti tepat di depan Greenland. Dan seorang pria dan wanita keluar dari mobil lalu menggendong tubuh anak itu dengan meronta-ronta minta turun.
Setelah masukan kedalam mobil, mobil itupun jalan meninggalkan jalanan yang gelam. namun plat nomer kendaraan itu terekam jelas.
...FLASHBACK OFF...
__ADS_1
"Bukannya dia..."