
"Tapi ayah di sana adalah perusahaan milik Vanandya."Vanandya menjelaskan bahwa perusahaan VND GROUP GROUP milik dirinya yang di bangun dengan kerja kerasnya sendiri.
Ucapan Vanandya yang mengatakan kalau VND GROUP adalah milik Vanandya mengejutkan mereka sampai mereka mematung tak bisa berkata-kata lagi.
Namun semua keluarga tak percaya begitu saja dengan perkataan Vanandya.
Karena males menjelaskan ia pun pergi dari hadapan mereka menuju ke kamar. Dengan kecerdikan ia menelpon seseorang ia ingin mendengar perkembangan dalam perusahaan.
"Hallo jey"
"Mrs N. Gimana kabarmu? Sudah lama aku tak mendengar kabarmu,"
"Kabarku baik Jey.. Lalu gimana kabar perusahaan?"
"Kabar perusahaan..."
Vanandya yang mendengar suara jeydan yang menggantung langsung bertanya.
"Apa aku melewatkan sesuatu?"
"Benar Mrs. Perusahaan kita dalam masalah karena ada penyusup. Dan mereka melakukan penggelapan uang sebesar 5 Miliar."Jeyden menjelaskan tentang yang terjadi di perusahaan.
Vanandya mengepalkan tangannya ia sudah menduga teryata mereka sudah mulai berani.
Ia lalu memerintahkan jeyden buat menangkap orang yang sudah menggelapkan uang perusahaan. Dan ia menyuruh bodyguard agar menangkap seluruh keluarga yang terlah berani melakukan penggelapan.
Setelah sambungan terputus ia berjalan ke arah lemari ia lalu menekan kode, dan lemari itu pun terbuka lebar.
Vanandya pun masuk kedalam yang teryata adalah ruang tersembunyi. Kakek buyutnya sudah merancang dengan sangat baik agar tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.
"Eyang... Mereka terlah kembali ke tanah air,"
"Apa yang harus aku lakukan eyang? Saat ini kondisi ku sedang mengandung aku sangat cemas akan kondisi keluarga."monolog Vanandya sambil menatap bingkai foto dirinya dengan sang kakek buyut. Ia yang merasa sedih karena musuhnya terlah kembali apa lagi dengan keadaan sedang hamil.
"Sepertinya, aku tunda dulu niatku yang ingin menjadi Presdir di VND GROUP."Guman Vanandya sambil mengelus perutnya yang sudah membuncit. Usia yang sudah menginjak enam bulan membuat ia semakin lelah beraktivitas. Tapi untung ada kakak jadi dirinya tak merasa terbebani.
Ia teringat dengan satu hal lalu ia menggeledah semua laci yang berada di ruang rahasia itu. Ia sedang mencari sebuah liontin yang kakek berikan kepada dirinya. Saat asik mencari liontin sebuah buku terjatuh dari rak dan itu terjatuh tepat di depan Vanandya.
__ADS_1
Dengan susah payah ia mengambil buku yang terjatuh, saat akan mengembalikan ke tempat semula ia menemukan sebuah tombol yang membuat dirinya penasaran, lalu ia menekan tombol itu,namun belum sempat ia menekan tombol itu ada seorang yang mengetuk pintu kamar.
Karena tak ingin menimbulkan kecurigaan terhadap keluarganya Vanandya keluar dari ruang rahasia, ia cepat-cepat bergegas menemuinya.
hoaaammm! Akting Vanandya saat membuka pintu kamar, yang teryata adalah si bocil perusuh.
"Ada apa keponakan Tante yang ganteng?"Ucap Vanandya dengan senyum bibir yang di paksakan.
"HIHIHIHI! Tante tau aja kalau grayland ganteng."Kata Grayland menyombongkan diri,
Vanandya hanya berdecak sebel dengan tingkah kepedean keponakannya itu.
"Ckckck! Percaya diri sekali anak kecil ini?"
"Harus dong tante.. Nanti kalah ga percaya diri ga dapat jodoh entar grayland jadi kaum Jones terus entar gray di masukin RSJ gimana kalau ga percaya diri?"
Ucapan yang blak-blakan membuat mulut Vanandya menganga lebar,tak percaya akan perkataan keponakannya.
"Eh tunggu emang apa hubungannya jomblo dengan RSJ?"Tanya Vanandya yang penasaran.
"Seperti orang sakit saja, yang membutuhkan RS."Timpal Vanandya.
"Nih ya Tanteku yang jelek end bodoh, jika Tante butuh pasangan ke RSJ saja siapa tau Tante langsung dapat."
"Nih kaya aku tante baru ke RSJ sudah dapat delapan pasangan."Ucap grayland dengan tatapan polos, anak yang baru lima tahun sudah memiliki pasangan.
"WHATTT!!"pekik seorang wanita yang tak sengaja mendengar percakapan antara anak dan Vanandya.
Vanandya yang masih mematung karena perkataan anak itu yang membuat ia susah bernafas dan menggerakkan badan, langsung tersadar setelah mendengar pekikan sang kakak.
"Grayland apa maksud kamu?"
"Gak ada mah."Ujar grayland dengan tatapan polos nan imut yang membuat kedua wanita itu mengalihkan pandangannya karena tak ingin terkena hipnotis dari malaikat maut.
"Kakak, kenapa putramu jadi seperti ini. Apa salah satu dari kalian pernah menjadi playboy?"Bisik Vanandya kepada sang kakak setelah berada di samping Hazel.
"Perasaan tidak ada yang playboy di keluarga kita maupun di keluarga mereka."
__ADS_1
"Husttt.. Apa kakak melupakan sesuatu bahwa kakek dari kak Grey's adalah playboy, bahkan dia menikah berapa kali dengan berbagai jenis."
Hazel melupakan itu teryata sifat anaknya menurun dari sang kakek, ia berpikir apa ia terlalu membenci pria tua itu yang dulu menantang hubungannya dan belum yang lain.
"Tapi untung salah dari mereka tak menuruni sifat kakek buyutnya. Hanya sifat dingin yang di turunkan dan arogan."Bisik Vanandya yang mengejutkan hazel. Dia pun hanya bisa mengelus dada saja dengan keadaan sang putra.
Hazel lalu mendekati putranya dan meminta buat menunjukkan siapa saja anak kecil yang sudah berhasil memikat hati Putranya itu.
Grayland pun menunjukkan satu per satu anak kecil yang sudah ia kencani dalam waktu dekat. Dan yang terakhir membuat Hazel dan Vanandya kembali terkejut.
"Ayahhhhh!!"Teriak Hazel dan Vanandya memanggil nama ayahnya.
Hendrik yang sedang mengecek perusahaan lacerta langsung berlari setelah mendengar teriakkan kedua putrinya. Bukan hanya Hendrik yang berlari tapi semua keluarga juga berlari ingin mengetahui kenapa kedua putri itu berteriak.
"Ada apa ini? apa kalian baik-baik saja?"Ucap Hendrik sambil mengecek tubuh anak dan cucu.
"Kami baik-baik saja ayah, tapi..."Hazel menatap ke arah grayland dengan sangat tajam.
"Tapi apa?"Ucap mereka secara bersamaan karena penasaran akan perbuatan mereka.
"Cucumu mengencani wanita dewasa."
Semua orang membulatkan matanya bahkan ada yang menganga mendengar perkataan Hazel yang di luar ekspektasi, karena mana mungkin anak yang baru lima tahun sudah berani mengencani wanita dewasa.
"Bukan hanya itu saja ayah, cucu mu juga mengencani perempuan seumuran dengan cucumu."
Mereka pun menatap ke arah grayland dengan tatapan sulit di artikan mana bisa seorang pria bak malaikat itu akan menjadi seorang playboy.
Grayland yang di tatap mereka, hanya menampilkan senyum tanpa dosa setelah apa yang terlah dia lakukan.
"Oh ya Tuhan aku keceplosan kenapa aku berkata jujur."ucap grayland dengan suara anak kecil. Ia pun langsung kabur dari hadapan mereka sebelum mereka mengamuk seperti banteng melihat kain merah.
"Ya Allah kenapa cucuku jadi playboy."Guman Varisa.
"Pasti salah satu dari kalian ada yang playboy dulu jadi nurun ke keturunan kalian."Suara Eleanor membuat mereka terdiam. Siapa sih yang akan Merani melawan sang nyonya utama keluarga Miharjo, jika melawan sudah di pastikan bakalan susah.
"Bukannya dia menurun dari..."
__ADS_1