
Setelah perjalan cukup jauh, dan di temani dengan mengobrol. Mereka pun sampai di tempat tujuan, yaitu mansion utama keluarga Marquez.
Mereka pun keluar dari dalam mobil, dan mereka pun berjalan dengan wibawanya. Mereka juga sudah sekali mobil berjejer rapih di halaman mansion utama keluarga Marquez.
Banyak bodyguard dan pelayan yang menyambut kedatangan mereka, dengan sangat sopan.
Saat mereka sudah di ruang keluarga mereka di sambut hangat oleh keluarga besar.
"Selamat datang. Mantu-mantuku"Ucap seorang wanita yang sudah berumur, namun tetap menunjukkan kecantikannya.
Wanita itupun mendekati para mantu yang sudah datang.
Setelah berpelukan. Oma meneer mengajak mantu- mantunya untuk duduk di dekatnya.
Seorang pria yang mereka ketahui adalah suami dari Meneer marquez, sedang menatap ke arah Vanandya mantu muda keluarga Marquez. Ia pun berkata kepadanya dengan sangat dingin.
"Siapa namamu?"
Vanandya merasakan aura yang sangat dingin dan datar melebihi keturunan keturunan kakek tua itu.
"Vanandya."
"Cukup dingin. Kalau saya adalah vinton."
Vanandya menganggukkan kepalanya saja, tak tak merasakan takut saat mendapatkan aura yang begitu dingin dari pria tua itu.
Vinton Austin Marquez. Generasi kedua dari keluarga Marquez, dia adalah seorang pria berdarah dingin bahkan kedinginannya melebihi kutub Utara. Vinton ayah dari Victor Austin Marquez, Dan anak pertama dari istri pertamanya.
Vinton terlah di akui seluruh dunia, kalau vinton seorang pria dengan sejuta ketampanannya. Bahkan dia memiliki 3 seorang istri. salah satunya adalah meneer Marquez.
"Kakak, ipar sangat cantik"Celetuk seorang pria yang masih keliatan masih muda.
Semua orang pun menatap pria itu dengan tajam, mereka sedang melakukan sisi kenalan.
Vanandya yang sangat tidak suka dengan suasana seperti ini pun berkata kepada pria itu yang tidak ia kenali.
"Wahh benarkah?"
__ADS_1
Pria itupun menganggukkan kepalanya, menujui ucapan sang kakak ipar'nya. Mereka seakan tidak peduli dengan orang di sekitar.
"Benar kak kau sangat cantik. bahkan di bandingkan wanita di sini mereka tidak ada apa-apanya."
"Hm kau adalah orang yang ketiga mengatakan kalau aku cantik."
"Siapa yang menjadi urutan kedua dan kesatuannya?"
"Kamu nanya? Kamu bertanya-tanya. Ga ah aku males ngasih tau."
Pria itupun terlihat sangat kesal dengan jawaban yang di lontarkan oleh Vanandya, kenapa ia harus dengar kalimat Kramat itu yang selalu di ucapkan oleh orang-orang.
Keadaan pun menjadi sunyi. Setelah mereka berhenti mengobrol, tanpa mereka sadari ada seorang yang sedang menahan cemburu karena ada seseorang yang mengatakan istrinya cantik. Bahkan dirinya tidak bisa mendapatkan ke posisi pertama karena sudah ada ribuan pria yang mengatakan istrinya cantik.
Mereka pun pergi ke ruang makan, dan mereka pun duduk di kursi masing-masing karena peraturan di sini adalah. Makan, tidak boleh bicara, peraturan itu sudah ada sejak generasi Marquez ke satu jadi vinton hanya meneruskan peraturan itu.
Setelah makanan selesai mereka pun kembali ke ruang keluarga, dan membicarakan mengenai tentang bisnis.
Vanandya di kasih tau oleh oma'nya tentang keluarga suaminya. Dan siapa saja mereka.
Victor anak tunggal dari nyonya Meneer. Victor sendiri memilik tidak saudara, namun beda ibu. Karena ayahnya menikah tiga kali. Namun saat ini kedua istri dari tuan Vinton tidak ikut karena ini khusus buat keturunan Meneer dan Vinton. Tidak ada istri-istri dari Vinton.
Yang kedua, adalah Valdes Hutabarat Marquez. Yang saat ini tinggal di kediamannya. Karena anak itu pandai dan memiliki IQ tinggi, jadi opa Vinton mempercayai dia sebagai pemegang jantung perusahaan.
Sedangkan ketiga adalah, suami dari Vanandya sendiri Virendra Athalla marquez.
Yang ke empat adalah Amora Brianna Marquez. Princess satu-satunya di keluarga Marquez. Jadi seluruh keluarga sangat menjaga Briana karena mereka tidak ingin hal buruk terjadi kepada princess mereka.
Yang terakhir adalah Vernon Australian Marquez, pria yang mengatakan kalau Vanandya ' Cantik ' Di depan kakak'nya yang notabenenya adalah suami dari Vanandya.
Mendengar cerita dari Oma meneer, Vanandya hanya menganggukkan kepala saja. toh dia juga sudah tau tentang keluarga Marquez.
Karena sudah malam tuan Victor mengajak keluarganya untuk pulang ke kediamannya, karena besok mereka akan pindah mansion berkat mantu'nya itu.
Tapi Rebecca merasa sedih jika harus berpisah dengan putrinya yang sangat ia sayangi. Ia tidak berani berbicara dengan ayah mertuanya, ia hanya terdiam saja.
Tuan Vinton yang mengetahui kalau mantu'nya sedang bersedih karena harus berpisah dengan anak perempuannya satu-satunya pun tak bisa berbuat apa-apa, karena ia ingin yang terbaik buat cucu perempuan satu-satunya. Namun, sebagai gantinya ia menyuruh mereka untuk membawa Valdes. Karena bertahun-tahun Valdes selalu tinggal di kediamannya.
__ADS_1
Mereka pun dengan terpaksa meninggalkan kediaman keluarga Marquez dengan sedih harus berpisah dengan Briana. Tapi mereka sedikit bahagia karena anak keduanya ikut pulang bersamanya.
"Valdes. Gimana tinggal di kediaman opa?"
"Tidak buruk ma."
Mereka pun sampai di mansion mereka. Dan satu persatu masuk kedalam mansion, mereka pun duduk di ruang keluarga.
Valdes sedikit tidak menyukai Vanandya karena dia sedikit mengetahui akan kebenaran dia masuk kedalam mansion'nya.
Valdes bukan orang sembarangan yang mudah percaya akan anggota baru yang masuk ke dalam Keluarga'nya. Jadi ia mencari informasi tentang calon anggota baru.
Vanandya pun berpamitan pergi karena ia harus istirahat, sementara Grey's dan Virendra sudah pergi ke ruang kerjaannya.
Jadi di ruang itu tersisa kedua orang tua mereka, vernon dan Valdes.
Vanandya pun berjalan di lorong mansion'nya, namun saat ia berjalan ada seseorang yang menarik tangannya dengan keras. Dan menghempaskan ke dinding.
"Haii adik ipar. Senang bertemu denganmu, sudah sejak lama aku menantikan hari ini tiba."Valdes berkata dengan sangat dingin bahkan aturannya sangat mencengkram.
Vanandya sangat gugup saat kakak ipar'nya berbicara seperti itu kepada dirinya.
"vanandya Nayesha Lacerta . W. H. D, saya tidak tau. Apa rencana yang kau susun dengan sangat rapih ini, sampai-sampai kamu masuk kedalam keluarga Marquez yang sangat kejam ini"
"Apa maksud kamu?"
"Cuih.. Kamu tidak usah berlagak sok polos dan tidak tau apa-apa, karena sesungguhnya aku mengetahui kalau kamu masuk kedalam keluarga Marquez memiliki rencana terselubung "
"Kamu menuduhku tanpa bukti?"
Valdes pun tertawa jahatnya. Ia akan membuat dia mengakui perbuatannya sendiri tepat di depan keluarga besarnya.
"Kau tunggu saja. Karena aku akan mencari bukti tentang kejahatan mu yang bersembunyi di balik topeng kebaikan mu"
Vanandya hanya diam saja, entah kenapa perkataan pria di depannya membuat ia takut jika apa yang terlah dia ucapkan akan benar terjadi.
"Sepertinya menanam benih di dalam sana akan membuat kamu merasakan melayang"
__ADS_1
PLAK Satu tamparan keras dan nyaring mendarat di pipi Valdes.
"Apa yang kau...