
"Mommy akan. memberikan sebuah video dan bukti-bukti ini kepada istri mereka. Agar mereka, segera melakukan tindakan kepada wanita itu. Setelah itu, dia akan mommy hancurkan.
Rebecca dan varisa menujui'nya. Karena, mereka juga sudah sangat kesal kepada yolanda yang berbuat jahat kepada keluarga mereka.
Vanandya, lalu pergi ke kamarnya untuk mengecek keadaan suaminya yang habis murka dan marah-marah. Lantaran,tidak bisa menemui yolanda, saat ia sudah di kamar ia melihat keadaan Valdes yang sangat memperihatinkan dengan tangan dan kaki di ikat menggunakan rantai.
"Sayang?" panggil Valdes, saat melihat istrinya sedang berdiri di ambang pintu. Dengan, muka menyedihkan.
"Ahhh.. Iya ada apa mas?" ucap vanandya.
"Maafkan aku?" ucap valdes.
Vanandya, lalu mendekati suami'nya dan membelai kepalanya. Ia sangat sedih lantaran Valdes di perlakukan seperti ini oleh ayah dan papanya.
"Maaf, buat apa sayang? Perasaan kamu tak memiliki salah kepadaku?" ucap vanandya.
"Aku, sudah menyakiti hati kamu. Karena, memanggil nama wanita lain di hadapan kamu sayang," ucap valdes yang sangat lemah, ia sedang sadar. Namun, berapa jam kemudian ia kembali meraung keras karena isi kepalanya terlintas nama Yolanda, ia terus saja mengatakan. Kalau, dia ingin bertemu dengan Yolanda, dan dia juga ingin menikahi Yolanda secepatnya.
Karena, vanandya tak tahan. Dia pun pergi dari kamar mereka, lalu ia masuk kedalam ruang kerjanya, dan mulai berkutat di hadapan laptopnya, ia akan mengirimkan semua video yang ada kepada istri-istrinya yang suaminya berselingkuh dengan yolanda. Dia, juga mengerikan sesuatu.
"Jika, kamu masih ingin bertahan bersama suami kalian lebih baik kalian, hancurkan wanita pelac*r yang bermain dengan suamimu. Karena, dia bakalan menjadi duri yang siap menyingkirkan kalian."
Vanandya, sudah mengirimkan kepada para istri yang hatinya di permainkan oleh suami mereka. Saat sedang menunggu balasan dari mereka, ia mendapatkan telepon dari perusahaannya kalau saat ini kantornya sedang ada masalah. Ada seseorang yang bermain dengan dirinya.
Dia, bergegas pergi keluar dari ruang kerjanya, saat ia keluar ia mendapati kedua asisten pribadi mereka. Sedang berdiri di depan ruang kerjanya.
Hayden, mengatakan kalau vanandya harus segera bergegas berangkat ke perusahaannya. Karena, sedang terjadi masalah besar-besaran. Namun, saat mereka akan pergi ke perusahaan, twins langsung menghentikan mereka.
"Ada, apa twins?" tanya vanandya, kepada putra-putranya.
__ADS_1
"Kami, akan ikut bersama dengan mommy. Kami, juga akan membantu perusahaan mommy." ucap twins kepada mommy mereka.
Karena, tidak ada. Waktu, lagi vanandya menujui permintaan sang putra yang ingin ikut bersama dengan mereka. Namun, vanandya memberikan syarat kalau putranya harus menggunakan masker dan kacamata, agar tidak di kenali oleh karyawan mommy. Walaupun, ada sebagai yang sudah mengetahui anak dari vanandya, tapi tidak ada yang mengetahui bentuk mukanya.
Saat, sudah sampai di perusahaan VND GROUP. Yang, sangat menjulang tinggi, vanandya, twins dan di susul oleh kedua asisten pribadi, langsung keluar dari mobil mereka. Lalu, sambut oleh berapa karyawan vanandya yang langsung memberikan hormat.
"Segera adakan rapat.!!" ucap Vanandya dengan datar kepada asisten Hayden.
Hayden, lalu menyeret Kairo untuk mengikutinya dari belakang. Saat sudah sampai di lantai tujuan, Hayden menyuruh para petinggi dan pemegang saham segera ke ruang rapat, karena ada masalah darurat yang harus segera di selesaikan.
Sementara di ruang CEO, vanandya sedang meneliti dokumen yang sangat menumpuk di meja kerjanya, untungnya ada twins yang siap membantu dirinya kapanpun.
"Mom, seperti ada seorang penghianat yang melakukan penggelapan dan membocorkan rahasia tentang perusahaan kepada perusahaan lawan." ucap vagas, saat baru saja menyelesaikan membaca laporan.
"Benar, mom. Dan sepertinya orang itu adalah di bagia pemegang saham." ucap agas.
Sang twins, tersenyum senang. Karena, mommynya meminta usul, untuk menghancurkan pengkhianat di dalam perusahaan. Ia lalu membisikan sesuatu kepada mommy. Yang, mampu membuat dia tercengang dengan rencana yang di buat oleh twins. Dirinya tak menyangka kalau kedua putranya akan sangat mengerikan, persis seperti suaminya.
Saat, sedang membicarakan hukuman. Hayden dan Kairo masuk ke ruang kerja vanandya, dan dia mengabarkan kalau saat ini para petinggi dan pemegang saham sudah berkumpul di meja meeting.
Mendengar hal itu Vanandya dengan di dampingi oleh twins dan kedua asisten mereka yang berada di belakang mengikuti jalan vanandya.
Sepanjang jalan, vanandya di tatap oleh para karyawan, dia sangat takut melihat raut wajah Vanandya yang memiliki ketegasan sebagai seorang pemimpin.
Lalu, Vanandya memasuki ruangan meeting yang sudah terdapat para petinggi Perusahaan dan pemegang saham. Vanandya, pun duduk di kursi kepimpinannya.
"Aku mendengar laporan, kalau di dalam perusahaan ada yang berpenghianat..!!" ucap vanandya tegas, to the poin.
Semua orang terdiam, karena merasa takut akan aura yang di keluarkan oleh Vanandya. Namun, ada seseorang yang berkeringat dingin, mendengar perkataan Vanandya.
__ADS_1
***
Sementara itu, di kediaman Valdes. Dia sedang berteriak-teriak memanggil nama Yolanda, hal itu pun membuat Rebecca merasa sedih akan kondisi putranya.
"Sudah, jangan menangis. Aku, juga sangat sedih melihat valdes, walau bagaimanapun juga di dalam tubuh Valdes ada jantung Putraku." ucap varisa.
"Oma!!" teriak seorang anak laki-laki kepada oma'nya. Anak kecil itu pun berlari mendekati Oma varisa.
Varisa, yang sedang menenangkan Rebecca. Pun terkejut mendengar teriakan seseorang, saat dia menengok ke sumber suara, ia melihat Cucunya sedang berlari ke arahnya.
"Ya, Tuhan thommy! Oma, sangat kangen sekali sama kamu?" ucap Oma varisa kepada thommy.
"Thommy, juga kangen sama Oma," ucap cedal'nya.
"Sama grandma engga nih?" ucap Rebecca.
Thommy menatap ke arah Oma, varisa untuk memberikan persetujuan, dan varisa menganggukkan kepalanya, walau bagaimanapun juga. Thommy juga cucu dari Rebecca anak dari virendra.
Dan, ia sangat bersyukur kalau Thommy sekarang sudah menjadi anak yang ceria. Bahkan, dia sudah tidak takut lagi kepada manusia di luaran sana. Dan, karena kesembuhan itu thommy di ganti namanya menjadi Charlian Athalla Marquez. Ia mengambil nama dari ayah'nya Tanu, tapi keluarga lebih suka memanggilnya dengan thommy.
Tanu dan Virendra pun datang, lalu menyalami ibu mereka. Virendra, menanyakan kabar tentang kakak'nya itu, karena ia baru saja di kabari kalau kakak'nya sudah terpengaruh akan pelet dari wanita itu.
Dan, kakak Grey's tidak bisa membantu karena dia ada kerjaan di luar negeri yang harus dia tangani. Bahkan, dia membawa hazel.
"Bunda, Kenapa bunda tidak memberi tau Tanu, tentang masalah ini?" ucap Tanu, yang kecewa karena bundanya tidak mengabari dirinya tentang masalah Keluarga'nya.
"Bukannya, bunda tidak ingin memberikan kabar kepada kamu, kamu kan sedang sibuk mengurus perusahaan ayah kamu, belum lagi lian yang harus mendapatkan perhatian penuh dari kamu dan Virendra." ucap varisa.
"Oma, dimana twins...?"
__ADS_1