CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 144


__ADS_3

Varisa, dan Hendrik saling bertatap muka, saat anak-anaknya menanyakan akan Tetang sosok Rossa. Mereka, sebenarnya tidak ingin membahas kisah masa lalu tapi, anak'nya menanyakan tentang siapa sosok Rossa yang sudah pergi.


Keduanya, menghembuskan nafasnya dengan kasar. Varisa menjelaskan kalau Rossa adalah saudara kembar'nya yang meninggal di perkosa oleh musuh keluarga mereka. Dan, karena dia merasa dendam dia hidup di dalam raga varisa.


Karena Rossa ingin membalas tentang kematian kepada pria yang sudah memperkosa dan membunuhnya. Dan, dia juga menceritakan kalau Arez Daddy dari Valdes adalah kekasih Rossa. Mereka sudah saling mencintai bahkan dia sudah akan menikah. Namun, naas Rossa harus mendapatkan kabar dari Arez kalau Arez akan menikahi wanita yang sudah di hamili oleh adiknya.


Rosa merasa kecewa akan hal itu, jadi dia pergi ke luar negri. Dan, setelah kepergian Rossa ke luar negri, keluarga dari varisa sudah tidak mendapatkan kabar lagi akan hal itu.


Mendengar, penjelasan dari bunda'nya vanandya dan hazel merasa bersalah karena terlah meminta vaira untuk mengatakan tentang Rossa. Lalu, keduanya pun memeluk tubuh varisa.


"Maafkan kami, bunda. Seharusnya kami tidak menanyakan hal itu," ucap hazel.


"Iya, bunda kami minta maaf karena terlah mengatakan hal itu." timpal vanandya.


"Tidak apa-apa, sayang. Seharusnya, bunda menjelaskan hal ini lebih awal." ucap varisa yang tangannya membelai kedua pipi putrinya. Dia, sangat bahagia melihat putrinya tumbuh besar menjadi seorang yang saling menyayangi.


***


"Tuan, anda sudah sembuh?" pekik Kairo saat melihat tuanya berada di kantor dengan tampang datarnya.


"Hm..!" Valdes hanya berdeham, menjawab pertanyaan dari asisten nya Kairo.


Keduanya, pun berjalan memasuki ruang CEO. Bersamaan dengan itu, Hayden datang menghampiri keduanya. Hayden, yang melihat suami dari nyonya'nya, sangat terkejut dan tak percaya kalau dia sudah sembuh dari pelet wanita gila itu.


Sebenarnya, Valdes merasa aneh dengan perkataan kedua asisten dirinya dan juga asisten dari istrinya itu, yang mengatakan kalau dirinya sudah sembuh. Bahkan, dirinya sendiri bingung, memangnya dia mengalami perakit apa sampai-sampai orang-orang pada mengatakan kalau dirinya sembuh.


Namun, dia tidak ambil pusing, lalu dia meminta kepada Hayden tentang proposal dan pengeluaran perusahaan VND GROUP. Karena, akan mengurus perusahaan itu selagi istrinya beristirahat.


Hayden, lalu memberikan semua yang di minta oleh tuannya. Karena Vanandya sudah mempercayakan kepada Valdes untuk mengurus perusahaan yang di kelola oleh vanandya.

__ADS_1


"Kai, ada jadual apa hari ini?" tanya Valdes sambil mengecek perusahaan VND. Tanpa menatap ke arah asistennya.


"Sebentar, lagi anda akan ada pertemuan dengan tuan vernando," ucap Kairo, kepada tuannya.


Valdes, pun menganggukkan kepala, lalu dia segera menyelesaikan perusahaan milik istrinya, setelah dia membenarkan berkas-berkas yang itu dia memberikan kepada Hayden. Dan, dia menjelaskan kalau pengeluaran minggu ini sangat janggal, dia juga menyuruh Hayden untuk menyelediki orang yang korupsi.


Lalu, Valdes berdiri dari kursi kebesarannya. Dan, Valdes merapihkan jasnya. Setelah itu dia keluar dari ruang CEO. Dengan, di ikuti oleh kedua asisten pribadinya.


***


"Lepaskan aku..!! Jika, tidak maka aku akan menyuruh Valdes untuk membunuh kamu." bentak seorang wanita yang sudah tidak berdaya. Lantaran, wanita itu habis melayani lima orang tadi malam, sampai dia merasakan kebas di bagian terlarangnya.


"HAHAHA..!! ANDA, INGIN MELAPORKAN SEMUA INI KEPADA, SUAMIKU? COME ON, ANDA HARUS BANGUN DARI TIDUR ANDA KALAU SUAMIKU HANYA MILIKKU SEORANG." bentak vanandya, yang membuat ruangan gelap itu menggema akan suara yang dia lontarkan.


Setelah, pembicaranya dengan bunda, vanandya. Langsung, menemui wanita yang sudah mengusik ketenangan keluarga besarnya. Dia, bahkan tidak segan-segan melukai wanita di depannya dengan menggunakan air panas.


"Apa, kamu lihat wanita yang tidak jauh dari kamu itu?" tanya vanandya. Yang, seketika membuat Yolanda berpaling menatap ke arah di mana vanandya tunjukan.


"Dia, kenapa dia seperti itu?"


"Ini, semua karena dia terlah mengusik ketenangan keluargaku. Jadinya dia di jadikan seperti itu," ucap Vanandya.


Yolanda, tidak menyangka kalau, vanandya yang di depan layar sangat baik polos. Tapi, dia sangat berbahaya dari apa yang dia kira. Awalnya, dia mendekati Valdes karena dia tau para istri hanya akan diam saja saat suaminya bertindak, tapi dia salah wanita ini adalah sebuah iblis berbentuk manusia.


Yolanda, pun meminta maaf kepada vanandya untuk melepasnya dia berjanji. Tidak akan pernah mengganggu ketenangan keluarga mereka. Namun, semua itu hanya mimpi belaka karena vanandya tidak mudah melepaskan wanita yang berniat menghancurkan Keluarga'nya.


Vanandya, lalu pergi dari ruang pengap itu. Tujuannya saat ini dia akan pergi ke mall untuk membeli barang untuk di berikan kepada suaminya.


Saat, sudah sampai di mall. Dia berjalan mengelilingi toko yang akan dia tuju. Namun, saat dia sedang berjalan dia bertabrakan dengan seseorang pria. Yang sedang tergesa-gesa.

__ADS_1


Karena, vanandya hampir kehilangan keseimbangan. Pria, itu lalu menangkap tubuh vanandya, sampai berapa saat mereka berdiam. Bahkan, mereka saling bertatapan.


"Mata, itu?" batin vanandya.


"Sangat, mirip" batin pria itu.


Lalu asisten dari pria itu pun berdeham. Agar mereka segera melepaskan pelukannya. Karena, dia sudah terlambat bertemu dengan investor terbesar buat perusahaan dia.


Dia, pria itu melepaskan vanandya, dan dia pergi dari hadapan Vanandya. Yang, membuat vanandya merasakan adanya hal aneh tentang pria yang barusan dia temui.


Vanandya, lalu berjalan. Ke toko dasi, Karena, dia ingin mencari dasi untuk dia berikan kepada suaminya. Saat, sedang memilih-milih dasi dia menemukan dasi yang dia kira akan sangat cocok di pakai oleh suaminya. Namun, saat dia akan mengambilnya ada tangan wanita yang juga mengambil dasi itu.


"Maaf, ini aku duluan yang melihatnya?" ucap wanita itu.


"Tapi, aku duluan yang ngambil?" ujar vanandya, yang tidak ingin kalah dari wanita di hadapannya.


Alhasil mereka, saling berebut ingin memiliki dasi itu satu sama lain. Bahkan, pegawai toko itu sempat bingung, untuk melerai mereka berdua. Karena, pegawai itu tau kalau wanita di hadapannya bukan wanita sembarangan. Jadi, dia menelpon manager, untuk membantu pembeli yang di klaim sebagai wanita berpengaruh.


Setelah itu, manager datang menghampiri kedua wanita yang sedang berlibur akan masalah yang di ributkan oleh dua wanita besar.


"Maaf, nyonya, nyonya apa ada yang bisa saya bantu?"


"Saya, ingin membeli dasi ini." ucap wanita itu.


"Maaf, tapi ini sudah aku ambil duluan," ucap vanandya.


"Saya, akan bayar berapapun yang anda minta asalkan dasi ini menjadi milikku." ucap wanita itu lagi,


Hal, itu membuat para pengunjung mall melihat hal itu. Dan, ada empat orang pria yang melihat keributan itu.

__ADS_1


"Tuan, bukannya dia adalah...?"


__ADS_2