
Pagi hari sudah tiba ...
Saat, ini keluarga Marquez sedang menikmati sarapan pagi. Namun, sarapan kali ini terasa berbeda karena saat ini ada ada seorang wanita yang selama ini menghilang dari kediaman Marquez.
Vinton, yang sedang sarapan hanya diam saja karena memang itu sudah tradisi untuk tidak berbicara saat makan.
Jika, aura vinton sudah berubah berarti saat ini vinton sedang marah maka kondisi saat ini sedang tidak memungkinkan. Dan, benar saja setelah vinton menyelesaikan sarapannya dia berkata dengan sangat dingin.
"Temui, lah aku di luang keluarga ada yang saya ingin bicarakan." ucap sang kakek dengan tegas.
Mereka, semua yang berada disitu hanya diam saja karena mereka tidak ingin membantah apa lagi saat kondisi yang tidak memungkinkan untuk melawan kakek vinton.
Setelah, semua sudah beres melakukan sarapan mereka langsung pergi ke ruang keluarga atau lebih tepatnya ruang dimana keluarga yang bersalah akan menerima hukuman.
Semua, orang sudah berada di ruang keluarga yang terdiri dari. Faisal, Victor, Rebecca, Grey's, hazel, virendra, Tanu, Vernon, Laksh, Feria, Yulia, Amira, Gisel dan di situ juga sudah ada tuan besar vinton dan nyonya besar agni. Mereka, sengaja tidak membawa anak-anak karena ini adalah masalah orang dewasa jadi mereka menyuruh anak-anak untuk bermain.
Mereka, semua duduk di tempatnya masing-masing dengan aura kewibawaan dan keanggunan.
"Apa, putra mahkota masih belum kembali dari bulan madunya?" tanya vinton dengan ketegasan kepada anak cucunya.
"Belum yah, mereka belum pulang dan mereka juga susah di hubungi." ujar Victor dengan tegas.
"Segera hubungi mereka karena mansion ini segera membutuhkan kehadiran putra mahkota karena dia yang akan menentukan semua mansion ini." ucap Vinton.
Mereka, menganggu mengiyakan permintaan dari vinton lalu mereka bertanya kepada vinton apa yang membuat vinton menyuruhnya datang ke ruang keluarga.
Vinton, lalu mulai merubah ekspresinya lalu menatap mereka satu persatu.
"Siapa, yang mengizinkan wanita itu masuk kedalam mansion Marquez?" tanya vinton.
Semua, orang terdiam mendengar pertanyaan dari vinton mereka tak berani menjawab pertanyaan itu karena mereka memang tidak mengetahui kalau wanita itu datang kemari.
"Saya, kek" ucap Grey's dengan tegas yang sudah berdiri dari duduk'nya.
__ADS_1
"Apa, maksud kamu mengizinkan dia untuk tetap tinggal di mansion ini? apa kamu tau kalau sekarang dia sudah tidak berhak lagi masuk kedalam keluar ini semenjak dia melangkahkan kakinya keluar dari mansion." ucap vinton dengan tegas.
"Maaf, kakek tapi saat ini Gisel sedang sakit parah, dan aku mengajak Gisel tinggal disini agar green bisa menemani Gisel. Karen walau bagaimanapun juga Gisel yang merawat green sejak kecil." ujar Grey's.
"Apa kamu lupa membaca peraturan mansion Marquez? Jika ada apa-apa kamu harus memberi izin terlebih dahulu dari saya maupun dari putra mahkota? Apa kamu paham?" tanya vinton.
Semua orang terdiam mendengar kakek vinton berbicara dengan menaikkan nada bicaranya, walaupun semua itu di lakukan atas kebaikan mereka. Tapi, cara vinton melakukannya terlalu berlebihan.
"Maafkan aku kek, lain kali kalau ada apa-apa aku akan meminta izin kepada kakek maupun kepada putra mahkota. Dan, aku juga akan meminta izin kepada papa dan papi." kata Grey's dengan tegas.
Vinton, menghela nafas panjang, ia memang sudah terlalu keras berkata seperti itu kepada cucu pertamanya, ia lalu mendekati Grey's dan dia memeluk cucunya dengan perhatian.
Semua, orang sangat terkejut melihat hal itu. Namun, ada rasa adem di hati mereka karena kakeknya tidak lagi keras.
"Baiklah, kali ini kakek akan memaafkan kamu dan. kakek juga akan mengizinkan wanita itu tinggal di kediaman Marquez." ucap vinton.
Setelah, itu vinton pergi bersama dengan istrinya dengan ia yang mendorong kursi roda milik istrinya.
"Aku, tidak apa-apa ma hanya saja aku sedikit kecewa dengan perkataan kakek. Kenapa, kakek selalu bersikap seperti itu? Apa, kakek memang tidak pernah menyayangiku?" tanya Grey's.
Grey's, yang sejak dulu selalu mengalah karena kakek selalu menyayangi Valdes di bandingkan dirinya entah apa penyebabnya.
Tapi, Grey's memang orang yang selalu mengalah dari pada yang lain bahkan ia tidak pernah menunjukkan kelemahan atau keirian kepada saudara-saudaranya.
"husst. Kamu, jangan pernah mengatakan itu apapun yang di katakan oleh kakek demi kebaikan kamu apa lagi saat ini kamu sudah beristri dan kamu memasukkan Gisel wanita yang belum kamu ceraikan itu akan membuat hubungan kamu dan hazel retak apa kamu paham?" kata Rebecca yang lalu dia pergi dari ruang keluarga. Menyusul yang lain.
Grey's, menganggukkan kepala ia baru paham sekarang kenapa kakek marah kepada dirinya jadi kakek tidak menginginkan hubungan dirinya dengan hazel renggang karena adanya orang ketiga.
Keluarga, Marquez sudah kembali menjalankan aktivitasnya masing-masing.
***
Sementara di keluarga lacerta ...
__ADS_1
Seorang pria yang sejak kemarin mendiami istrinya karena istrinya tidak pernah terbuka kepada dirinya jika memang istrinya tidak menginginkan dirinya ikut campur dalam masalah keluarga dari istrinya dia akan diam dan tidak akan akan terlibat masalah apa yang menimpa istrinya.
Sebenarnya, opa Rudra sudah mengetahui semua akar permasalahannya yang terjadi dengan putra dan mantu'nya yang sedang berantem saat ini.
Bahkan, saat ini varisa meladeni suaminya makan Hendrik hanya diam saja tanpa dia berbicara kepada istrinya.
Hal, itu membuat opa Rudra dan Oma Eleanor menggelengkan kepala, mereka ini membuat rencana agar keduanya berbaikan karena Eleanor sudah sangat pusing melihat keduanya seperti itu.
"Kalian, ini seperti ini terus seperti dua orang asing yang hidup dalam satu atap?" tanya Eleanor.
Namun, perkataan Eleanor tidak di gubris oleh keduanya mereka pun memulai sarapannya. Karena, sudah memulai sarapan mereka langsung terdiam.
Hendrik, sudah menyelesaikan makannya ia lalu pergi dari ruang makan, karena dia harus segera pergi ke kantor karena perusahaan saat ini sedang membutuhkan dirinya. Apa, lagi putrinya sedang tidak ada di mansion.
Varisa, menghela nafas lalu menghembuskan nafasnya ia memang bersalah menyembunyikan sesuatu dari suaminya, patut dirinya di benci oleh suaminya.
Varisa, masih teringat akan perkataan yang terus di lontarkan oleh suaminya tadi malam. Rasa, yang sangat menyakiti hati terus saja berputar di dalam otaknya.
Entah, kenapa ingatan saat kemarahan Hendrik melampiaskan kepada dirinya air matanya menetes yang membuat opa Rudra dan Oma Eleanor melihat air mata varisa.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Oma Eleanor,
"Aku tidak apa-apa Bu."
***
Seorang, suami-isteri baru saja mandi karena mereka berdua habis mengadon bayi agar cepat jadi. Walaupun, kecil kemungkinan bakalan jadi tapi keduanya tetap berusaha untuk melakukannya.
"Sayang, mudah-mudahan kita segera di berikan momongan ya? Aku, ingin sekali memiliki seorang putri." ucap Valdes.
"Apa, setelah aku hamil dan melahirkan seorang anak perempuan kamu bakalan berpaling dari vale?" tanya vanandya.
"Aku..?"
__ADS_1