
Di negara L,A seorang pria paruh baya sedang memaki-maki anak buahnya karena tidak becus mencari satu orang anak. Karena jika anak itu masih hidup akan. di pastikan ia di singkirkan dari perusahaan.
"Apa kerja kalian selama ini hah?"
"Maaf tuan kami sudah berusaha tapi kita tak menemukan gadis itu."Ucap seorang bodyguard terbata-bata karena merasa yakin kemarahan sang tuan.
Dan benar saja tuan yuda langsung menghabisi nyawa mereka semua karena merasa tidak becus. Karena selama ini anak buah mencari tapi tidak ketemu sudah tujuh belas taun mereka mencari tapi tidak membuahkan hasil.
Setelah membunuh anak buah ia menelpon asistennya untuk membereskan kekacauan yang adai di dalam ruangannya. Karena ia tidak ingin petugas kepolisian menyelidiki pembunuhan ini.
"Akan aku habisi seluruh anak keturunan mu tuan Tholense.!"Gumam mahayuda. sambil menatap gedung-gedung tinggi yang berdiri di tanah L,A,
Dia tidak akan membiarkan harta yang sudah ia kelola jati begitu saja ke tangan keturunan nona muda Tholense.
Mahayuda merogoh kantong celana lalu mengambil ponsel ia pun mengabari seseorang.
"Apa kau sudah mencari tau siapa saja keturunan keluarga Miharjo?"
Setelah mendengar jawaban dari sebrang sana tawa mahayuda mengembang karena rencana pembalas dendam hampir sempurna.
***
"Apa!"Pekik Valdes yang baru saja mendapatkan laporan dari anak buah kalau saat ini kelurganya sedang mencari informasi mengenai keluarga Tholense. Karena selama ini tidak ada yang mencari tau tentang itu.
"Kai?"
Sebelum mereka mencari informasi mengenai keluarga Tholense itu saya sudah mendapatkan informasi dengan detil.
Mengerti akan tuannya yang ingin mengetahuinya.
Kairo pun menjelaskan dengan sangat detil.
Saat itu tuan Tholense adalah seorang remaja yang kesepian karena kelangan dari kedua orang tuanya. Sampai sesuatu ketika datanglah seorang remaja yang berasal dari suku Jawa dia adalah wangsami Harjo remaja jenius yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Karena ia yang tuan Miharjo miliki dia pun membangun usaha kecil-kecilan dari situ dia bertemu dengan tuan Tholense
Singkat cerita dia menjalin persahabatan, bahkan usaha dia sudah naik daun menjadi perusahaan ke dua di dunia. Menyaingi perusahaan tuan Tholense Namun dari mereka tak memiliki ke irian.
__ADS_1
Sampai sesuatu hari tuan Miharjo menikah dengan gadis bangsawan.
Nyonya yuan yang memiliki keirian dan sadis merasa murka melihat kebahagiaan mereka, ia pun berusaha menyingkirkan kedua wanita penghalang jalannya untuk hidup dengan kemewahan karena melihat sahabatnya sudah sukses. Karena nyonya yuan tidak berhasil mengambil tuan Miharjo ia pun berbalik arah pun meracuni nyonya Tholense sampai dia meregang nyawa saat baru saja melahirkan seorang anak laki-laki.
Karena kematian istri tuan Tholense, membuat mental tuan Tholense terguncang.. bahkan anaknya tap pernah di sentuh. Sampai datanglah nyonya yuan dan menawarkan menjadi pengasuh buat tuan Calian,
Tuan Tholense yang melihat kebaikan sepupu dari sahabatnya pun merasa tertarik dan menikahi wanita itu sampai di karuniai seorang putra,
Nyonya yuan yang memang gila harta pun berusaha menyingkirkan tuan Lian agar kekayaan tuan Tholense jatuh ke tangan putranya.
bahkan nyonya yuan meracuni otak putranya agar memiliki dendam kepada kakak'nya
Setelah kematian tuan Tholense, seluruh kekayaannya jatuh ke tangan Lian.. Dan itu membuat ibu dan anak merasa marah bahkan mereka berusaha menyingkirkan dan melenyapkan seluruh keturunan keluarga Tholense dan Miharjo.
Teryata Nyonya Yuan tidak hanya mencuci otak anaknya yang untuk memberi keluarga tuan lian tapi juga seluruh keturunan Miharjo.
Kai sudah menjelaskan awal mula kebencian mereka. Namun ceritanya belum lengkap karena itu saja yang muncul,
***
Sementara di kediaman Marquez juga baru saja mendapatkan informasi tentang keluarga Tholense,, tapi hanya sebagian saja, selebihnya sudah di tutup rapat-rapat oleh seseorang.
"Benar tuan tapi itu hanya sebagai informasi karena ada seseorang yang menyembunyikan semua informasi itu."Ujar asisten pribadi Victor.
Virendra, Grey's dan para asisten pribadi hanya diam saja sambil menyimak apa yang asisten pribadi Victor menjelaskan.
"Sebaiknya kalian harus berhati-hati karena keluarga nyonya yuan cahyani akan melakukan apa saja agar rencananya berhasil."
Mereka pun mengangguk kepala lalu keluar dari ruang kerja Victor. Mereka pun berjalan ke meja makan yang sudah di adiri oleh keluarga.
Para asisten pribadi pun sudah terlebih dulu pulang karena harus mengurus pekerjaan yang mereka tangani.
Saat di meja makan Valdes menatap sang nenek ia ingin menanyakan sesuatu. karena ia masih penasaran hilangnya keluarga Miharjo si saat sahabatnya membutuhkan bantuan.
"Nek.. Dari mana nenek kenal kakek Lian?"
__ADS_1
Nenek meneer menatap ke arah Valdes dengan muka penasaran dari masa Valdes mengetahui kalau dirinya mengenal Lian.
Begitu juga yang lain, mereka juga penasaran akan ucapan Valdes, bahkan mereka menatap penuh selidik.
"Dari mana kamu mengetahuinya val?"Tanya sang kakek vinton.
"Internet."Jawaban yang membuat seluruh keluarga tak percaya, karena di internet tidak ada artikel tentang persahabatan meneer dan Lian.
Karena sudah selesai Valdes berdiri dari duduknya. Namun sebelum melangkah lebih jauh sebuah suara mengejutkan mereka.
"Val, tau siapa tuan Tholense dan siapa sahabat'nya. Mungkin saya bisa mengorek lebih dalam lagi tentang keluarga Tholense melalui sahabat'nya."Setelah Valdes mengatakan itu ia pergi dari ruang makan. Meninggalkan keluarga yang sedang bergelut dengan pikirannya, bahkan mereka tidak ada yang mengetahui siapa sahabat tuan tholense karena informasi itu sudah di tutup.
Saat ini Valdes sedang duduk di balkon sambil menghisap benda nikotin, ia sedang melamun dengan melihat sebuah bintang. Jujur ia sangat merindukan wanitanya.
"Vanandya, apa masalah ini yang membuat kau menghilang bak di telan bumi. Aku sangat merindukan kamu Vanandya, apa anak kita sudah lahir? Vanandya aku akan terus berada di samping kamu apapun yang akan kita hadapi aku akan membantu kamu membunuh para musuh."Gumam.
Saat sedang termenung ponselnya berdering, ia pun mengangkat panggilan telepon.
"Ada apa?"
"Apa kau gila tuan.!"
"Apa maksud kamu?"
"Tuan baru saja seorang mengabari ku. Kalau kau sudah mengetahui tentang keluarga Tholense dan sahabatnya."
"Memangnya kenapa?"
"Goblok, mata-mata tuan Cahyo sudah masuk ke sekitar keluarga Marquez."
"Oh."
...Seorang yang yang tak lain adalah kai merasa gerang akan jawaban dari tuannya bisa-bisanya dia hanya ber'oh ria, apa tuannya ga sadar akan perkataannya akan mengundang musuh....
"Denger kai! Aku juga tidak sebodoh itu, aku sengaja memancing dengan umpan agar mangsanya mendekat. Dan satu lagi, kita harus mencari tau di mana. nona muda Tholense."
__ADS_1
Kai paham dengan perkataan tuan Valdes ia pun yang sengaja memancing musuh datang ke tanah air.
SRETTT!! JLEB!!