CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 76


__ADS_3

"Grey's keluar kamu!!"Teriak seorang wanita yang melengking di dalam mansion Marquez memanggil pria yang pernah hadir dalam kegiatan.


Semua orang yang sedang terlelap dalam tidur pun terbangun dengan kebisingan yang di lakukan wanita itu. Karena penasaran mereka bangun dan berjalan menuju di mana wanita itu berada.


DEGHH!


DEGHH!


DEGHH!


DEGHH!


Kedatangan keluarga lacerta membuat mereka terkejut apa lagi datang di saat waktunya semua orang untuk tidur, setelah seharian penuh beraktivitas.


"Ada apa kalian kesini? Apa kalian gak tau ini jamnya semua orang tidur!"meneer sedikit membentak orang yang ada di depannya.


"Maafkan kami nek! Tapi aku ingin bertemu dengan green, aku ingin memastikan kalau putraku baik-baik saja."Ujar hazel dengan lirih ia masih sangat takut jika berhadapan dengan keluarga Marquez.


"Ada apa kau ingin bertemu dengan cucuku! Apa kau ingin membawanya pergi? Sepertinya tidak bisa karena di surat sudah menyatakan kalau green adalah anak gisel, jadi kau tidak berhak bertemu dengannya"


"Nyonya Rebecca Marquez! Anda jangan egois anakku hanya ingin bertemu dengan green.. Dia juga ingin memastikan kalau green baik-baik saja."Varisa sudah tersulut emosi dengan perkataan Rebecca yang tidak mengizinkan putrinya untuk bertemu dengan green.


Hazel yang semakin khawatir memohon kepada Grey's dan keluarga untuk mengizinkan dia bertemu dengan putranya yang selama ini, "Aku mohon Grey's izinkan aku bertemu dengannya dan melihatnya sekali saja?"Kata hazel yang berlutut di depan mereka.


Grey's hanya diam saja, jujur saat ini ia ingin memeluk wanita yang selama ini ia rindukan, tapi egonya terlalu tinggi. Ia juga tidak mengizinkan mereka bertemu dengan green putranya.


Varisa yang melihat anaknya berlutut pun tak terima, ia langsung membentak putrinya untuk segera berdiri..Namun hazel tak mendengarkannya. Sampai ada seorang berteriak yang membuat hazel berdiri,


"BUMER! GREENLAND TIDAK ADA DI KAMARNYA!"Teriak seorang yang membuat mereka menatap ke arah wanita itu.


"Apa maksud kamu Kim! Bukannya tadi green ada di kamarnya?"Tanya meneer dan Agni secara bersamaan.


"Aku barusan sudah mengecek kamar green, karena aku merasa kasihan dengan hazel.. Jadi aku ingin membangunkannya"Ucap Kimberly.


Grey's pun langsung berlari ke kamar green dengan di susul mereka yang mengikuti dari belakang. Saat di kamar Grey's memanggil putranya namun tidak ada sahutan.

__ADS_1


Lalu Grey's memanggil seluruh bodyguard dan para penjaga yang tidak becus menjaga rumah.


"Apa kalian melihat green?"Bentak Grey's.


"Ti-tidak tu-tuan.. Kami ti-tidak mel-melihat tuan muda."Ucap salah satu ketua mereka.


Grey's pun pergi ke ruang cctv untuk mencari kemana perginya putranya, di tengah malam begini.


Saat melihat cctv keluarga Marquez dan lacerta merasa terkejut dengan kaburnya green apa lagi seluruh penjaga dan bodyguard sedang terlelap dalam tidurnya.


Grey's pun marah karena seluruh penjaga tidak ada yang becus menjaga rumah'nya sampai seorang anak pergi tidak ada yang mengetahui nya.


Anak buah merasa pasrah saat tuan memukuli mereka, karena mereka salah terlah tidur saat penjagaan.


"Gara-gara kecerobohan kalian seorang anak kabur dari rumah..Dan itu tidak di ketahui oleh kalian!"Victor membentak anak buah.


"Sepertinya green pergi karena dia mendengar keributan tadi pagi!"Celetuk Kim saat melihat cctv yang tadi pagi, dia melihat green sedang menguping pertengkaran Keluarga'nya.


"Apa maksud kamu?"


"Apa yang kalian omongin.. Kenapa green sampai marah dan keluarga dari rumah kalian?"Hendrik bersuara dengan tampang dinginnya.


Victor menjelaskan tentang apa yang terjadi tadi pagi, yang sampai membuat keributan sangat besar.


Hendrik yang memang sudah mengetahui tentang kisah putri dan putra musuh pun kembali memukul wajah Grey's agar semakin puas dengan rasa kekesalannya.


"Sebaiknya kita tidak perlu berdebat hal yang tidak penting.. Yang harus kita lakukan adalah mencari dimana green berada, dan kalian jika tidak ingin mati di tangan para pria segera mencari dia berada."Ucap Kimberly sok menjadi seorang bijak, lalu menunjuk ke arah para bodyguard yang ketakutan akan kemarahan Grey's dan yang lain.


Kim juga sudah menelpon suaminya untuk membantu mencari green yang hilang.


Keluarga lacerta juga sudah menyebarkan hilangnya ke anak buah dan keluarga untuk mencari keberadaan green yang pergi.


***


Sementara di sebuah hotel di pinggiran kota seorang kekasih baru saja selesai melakukan bercinta tanpa di ganggu oleh seorang pun..

__ADS_1


Wanita itu yang sangat kelelahan pun tertidur pulas tanpa terganggu dengan ponsel yang terus saja berdering.


Pagi pun tiba, saat ini seorang pria yang sedang tertidur tanpa menggunakan kain sehelai pun bangun karena terusik dengan ponselnya yang berdering.


Pria yang tak lain adalah Valdes pun tidak menyadari kalau yang menelpon dirinya adalah wanita yang bernama "Wanita penyihir" Karena baginya hidupnya tidak akan ada kata mamah.


"Hallo Al"


Dua kata yang membuat Valdes membulat sempurna karena dia kenal dengan suara yang menggertarkan hatinya. Saat dirinya akan mematikan ponselnya di cegah oleh Rebecca.


"Sayang.. Jangan di tutup mommy mohon, mommy cuma ingin mengatakan kalau green hilang."


Valdes terkejut dengan ucapan Rebecca yang mengatakan kalau green hilang.


Valdes refleks membentaknya dengan mengatakan orang yang terlah ceroboh dalam mengurus anak, bahkan dia mengatakan tidak bisa menjaganya. Tanpa mendengar suara isak tangisannya dia mematikan sambungan telepon.


Vanandya yang memang sejak tadi terbangun karena mendengar suara keras-keras Valdes. Pun bertanya apa yang terjadi.


Dia lalu menceritakan kalau keponakannya hilang dari semalam dan saat ini green masih belum di temukan.


Vanandya terdiam, lalu mengecek ponselnya dan benar saja Keluarga'nya call. Dia pun langsung menelpon balik kakak'nya.


"Hallo kak."


"Kamu dari mana. saja sih? Dari tadi malam kakak nelpon gak di angkat."


"Maaf kak tadi malam ponselnya di silent jadi gak tau."Vanandya berbohong kepada kakak'nya kalau dirinya sedang bersama dengan Valdes. "Terus sekarang gimana.. Apa sudah ada perkembangan dengan green?"


Setelah menjawab pertanyaan darinya, kakak'nya mematikan sambungan telepon.


Setelah menelpon. Vanandya Langsung berlari ke kamar mandi guna membersihkan pertempuran yang mereka lakukan tadi pagi


Valdes yang barusan menghubungi kai untuk mencari keponakannya, pun melihat Vanandya masuk kedalam kamar mandi mengikuti dari belakang,, Saat sudah sampai di depan kamar mandi ia membuka pintu kamar mandi.. Untuk saat ini dèwi Fortuna berpihak kepada'nya karena kamar mandi tak di kunci.


Saat Valdes membuka pintu, ia di suguhi pemandangan yang membuat juniornya berdiri bagaikan tiang listrik. Ia pun berjalan dan memeluk tubuh Vanandya.

__ADS_1


"Gimana bisa seperti ini.."


__ADS_2