
Eleanor sangat terkejut melihat cicitnya di siksa dengan sangat sadis dan sangat kejam, bahkan Eriska melukai tubuh anak yang masih kecil menggunakan pisau. Mereka benar-benar sangat tidak terima jika keturunan mereka harus mengalami seperti itu,
Eleanor segera meminta kepada suaminya untuk membantu menyelamatkan cicit dan mantu'nya yang saat ini berada di Eriska wanita paling kejam,
Rudra menganggukkan kepala ia segera memerintahkan pengawal Miharjo dan bodyguard lacerta untuk menangkap Eriska wanita yang sudah berani mengusik dan melukai orang-orang tersayang mereka.
Itu lah alasannya mengapa vanandya tanpa berpikir ulang langsung mendatangi gudang tua yang berada di hutan, karena seorang ibu sekaligus seorang anak tidak akan membiarkan orang tersayangnya tersakiti.
Hendrik yang tidak ingin putrinya menangis pun segera pergi dari tempat itu ia segera mencari keberadaan cucu dan istrinya. Ia benar-benar merasa khawatir, karana ia sangat mengetahui kalau wanita itu adalah wanita yang sangat kejam.
Istrinya pernah mengatakan kalau Eriska adalah dalah dari pembunuhan yang ada, tapi wanita itu selalu bermain di belakang layar, hal itu lah membuat ia marah, apa lagi wanita itu yang sudah membunuh putra, putri dan membunuh eyang wangsami.
Fakta itu terungkap setelah ia melihat sebuah rekaman di masa lampau, rekaman tersebut di tulis di buku tua milik kakeknya. karena ke-dua nya memiliki dendam pribadi yang sudah lama tidak tuntas.
Saat ini Hendrik sedang menyelusuri setiap jengkal jalanan, yang ada karena ia masih belum mengetahui di mana letak vagas berada. di saat ia sedang mencari sebuah jalanan mendadak menjadi macet hal itu membuat Hendrik tidak bisa melewatinya.
****
Di satu sisi seorang pria langsung turun dari mobil saat melihat mobil yang dia kejar mengalami kecelakaan, bahkan sampai membuat jalanan menjadi macet total,
Dua mobil yang mengalami kecelakaan sampai membuat kedua mobil terjun ke dasar jurang hal itu membuat, para pengendara dan polisi segera melakukan eksekusi untuk segera menolong orang kecelakaan tersebut.
Valdes Hutabarat Marquez.
Ia sangat terkejut melihat mobil yang di tumpangi oleh vagas dan varisa terjun ke dasar jurang bahkan ia mobil itu sampai terbakar.
__ADS_1
"VAGASSSSS.!" teriak Valdes dengan kaki berlutut.
Ia sangat sedih melihat hal itu saat ia akan turun ke dasar jurang langsung di halangi oleh Grey's, vernando dan virendra, mereka tidak akan gegabah membiarkan vagas turun ke dasar jurang apa lagi saat ini di bawah api terus saja berkobar-kobar, bahkan sampai melahap rerumputan yang ada di tempat itu karena terdapat bensin yang bocor.
"Kamu jangan gila al, saat ini di bawa seperti lautan api, tidak mungkin kamu bisa turun bahkan para kepolisian saja tidak bisa berbuat apa-apa."ucap Grey's.
"Saya tidak perduli kak, jika Vanandya saja bisa mempertaruhkan nyawanya demi bisa menolong vagas, maka saya juga akan menolong anak saya walaupun saya harus mati." ucap. Valdes. Yang segera turun Namun semua langsung di halangi oleh tim kepolisian dan para bodyguard mereka.
"Tuan apa tidak boleh melakukan ini karena di bawah sangat berbahaya." ujar polisi.
"Diam brengsek, di bawah itu bukan akan anda, jadi anda gak usah banyak berbicara, saya ini seorang, dan seorang ayah tidak ingin melihat anaknya terbakar habis di bawah." bentak Valdes kepada tim kepolisian.
"Jika anda memaksa dengan terpaksa kami akan melumpuhkan anda tuan." ucap polisi.
"Saya tidak perduli yang terpenting anak saya bisa selamat walaupun nyawa saya sebagai gantinya." ucap Valdes dengan sangat dingin.
Dorrr..
Hal itu membuat Valdes parah bahkan kemarahan Valdes melebihi sebuah lautan api yang saat ini terjadi di jurang. Begitu juga dengan Grey's dan yang lain, karana seorang polisi berani menembak putra mahkota mereka di depan para bodyguard dan para pangeran.
Valdes langsung mengeluarkan pistolnya ia mengarahkan kepada orang yang sudah berani menembak dirinya saat akan menyelamatkan nyawa putranya.
Dorrr...
Dorrr..
__ADS_1
Sorrr..
Tiga tembakan Valdes layangkan kepada ketua polisi karena sudah berani menembak dirinya. Hal itu langsung di saksikan oleh pengendara yang berada di situ. Karena demi menyelamatkan anaknya seorang Vegas kembali menjadi sangat kejam.
Seketika itu juga para polisi segera menyelamatkan rekannya yang sudah tertembak oleh pangeran Marquez. Mereka segera meninggalkan tempat itu dan membawa rekannya ke rumah sakit.
Setelah tidak ada penghalang Valdes segera turun ke dasar jurang guna bisa menyelamatkan sang putra walaupun dalam keadaan kali yang tertembak tapi itu tidak merubah tekadnya untuk menyelamatkan sang putra.
Grey's yang melihat keras kepala Valdes hanya pasrah Saja. Namun ia segera menyuruh para bodyguard untuk membuat hujan buatan agar api di jurang bisa padam, karena ia tidak ingin adiknya mati konyol di bawah.
Para bodyguard segera melakukan tugas mereka untuk membuat hujan buatan agar api reda. Dan mereka pun langsung pergi ke tempat markas mereka mengambil sebuah helikopter untuk membawa air.
Saat ini Valdes sudah turun ke dasar jurang dengan berbekal Bayu basah ia turun dengan api yang terus berkobar sampai ia kepanasan. Bahkan kakinya merasakan sakit yang tiada Tara.
Tapi ia terus saja melakukannya sampai dimana ia berada, dan ia melihat mobil milik orang lain yang sudah kosong dan ia melihat mobil satu lagi yang di situ terdapat tiga orang dua orang dewasa dan satu orang anak kecil.
Dengan segera ia menyelamatkan orang tersebut, dan orang itu adalah ibu mertuanya. Dan saat ia mengeluarkan ibu mertuanya sebuah air turun dari atas, Valdes mendongak menatap ke arah langit.
Dan itu adalah para bodyguard yang membuat hujan buatan agar api segera surut. Karena berkat para bodyguard api sedikit mereda, Valdes segera mengeluarkan sang putra.
Salah satu bodyguard turun dari tebi guna membantu tuan mereka yang saat ini sudah berhasil mengeluarkan nyonya besar dan tuan muda kecil dari dalam mobil, tapi keadaan mereka sangat di sayangkan mereka dalam keadaan tubuh terikat dan wajah yang sudah terbakar.
Dengan segera mereka pun mengangkat mereka dan membawanya ke Atas permukaan, Grey's yang melihat ibu mertua dan keponakannya sudah berada di atas segera menelpon ambulans untuk membantu mereka membawa ke rumah sakit.
Valdes menggoncang tubuh sang putra yang berada di dalam pangkuan dirinya, bahkan banyak bekas luka yang berada di dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Sayang anak Daddy Come on bangun, apa kamu tidak ingin melihat mommy dan Daddy. Come on sayang. Daddy tidak ingin kehilangan kamu sayang." ujar Valdes sambil memeluk tubuh sang putra, karana ia tidak merasakan ada hembusan nafas di dalam hidupnya. Bahkan ia juga tidak merasakan detak jantung sang putra.
"Valdes...