CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 31


__ADS_3

"Daddy."Seorang anak kecil memeluk seorang pria dingin dan datar.


Grey's, pria yang di peluk oleh anaknya pun berjongkok agar sejajar dengan anaknya. Ia sangat merindukan sosok anak yang selama ini ada bersama dengan mantan istrinya.


Vanandya, menatap ke semua Keluarga'nya seolah bertanya-tanya siap anak yang memanggil kakak'iparnya itu dengan sebutan Daddy.


Rebecca yang mengetahui situasi seperti ini, langsung mengajak keluarganya untuk masuk kedalam ruangan. Agar di bicarakan di dalam.


Rebecca pun mendekati sosok anak kecil itu, lalu menggendong tubuh cucunya.


Saat ini semua keluarga sudah duduk di tempatnya masing-masing, dengan tatapan berbeda-beda.


Vanandya bertanya siapa anak kecil yang sangat menggemaskan itu.


Rebecca pun menceritakan kepada mantu'nya, kalau sebenarnya Grey's pernah menikah dengan seseorang dan di berikan malaikat kecil di tengah-tengah Keluarga'nya, namun sang istri meminta cerai Lantara Grey's masih mencintai wanita culun dan tidak jelas asal-usulnya,


Tanpa mereka sadari Vanandya mengepalkan tangannya ia tak percaya kalau kakak ipar'nya melakukan hal seperti itu.


Karena tak kuat menahannya, ia berpamitan pergi ke toilet untuk menenangkan dirinya.


Mereka hanya mengijinkan saja, mungkin Vanandya sedang bocor.


Rebecca menatap seorang putra. Untuk meminta penjelasan hubungan antara Vanandya dan Virendra.


"Sayang, gimana hubungan kamu dengan Vanandya?"


"Ya, seperti mamah lihat. Kalau aku masih mencintai tanu, dan aku berpura-pura menyayanginya agar aku bisa mendapatkan keturunan "


BRAK' Sebuah meja di gebrak dengan tangan seseorang wanita paruh baya.


"Apa kamu bilang? Jadi selama ini kamu hanya mempermainkan Vanandya?"Rebecca menatap ke arah putranya dengan marah.


"Bukannya kita di jodohkan oleh oma untuk memperoleh keturunan? Dan Aku sudah melakukannya, mungkin saat ini sudah ada di dalam perutnya."


Rebecca menahan kemarahannya, karena ia melihat ada cucunya di depannya. Karena tak ingin membuat mental cucunya terguncang dengan melihat pertengkaran keluarga.


Bertepatan itu makanan datang dan Vanandya juga sudah duduk kembali di tempatnya, tanpa mereka ketahui Vanandya mendengar semua perkataan suaminya yang sangat keji.

__ADS_1


Mereka Lalu menyantap makanan yang ada di meja, bahkan sejak tadi Vanandya diam saja. Tanpa bersuara sedikit pun, bahkan mereka bertanya-tanya kenapa Vanandya cepat berubah.


Setelah, mereka menyelesaikan makan siangnya. Mereka kembali ke kediamannya,


" Green "Panggil Rebecca kepada cucu pertamanya.


" Iya oma? "Ucap green yang sedang memeluk manja ke Vanandya,


Entah kenapa, Vanandya tak bisa menolaknya ia merasakan ada sesuatu yang aneh. Ia merasakan seseorang ada pada diri Green, entah itu apa ia sangat menyayangi anak yang sedang memeluk dirinya. Padahal mereka baru saja bertemu dengannya.


Semua keluarga juga begitu, mereka terkejut saat melihat kedekatan antara Green dan Vanandya padahal mereka baru bertemu.


Rebecca, meminta Green untuk bermain di atas karena ia akan membicarakan sesuatu dengan suami dan anaknya.


Green membawa Vanandya untuk ikut dengannya karena Green ingin bermain bersama dengan Tante baru'nya.


Greenland Anatomy Marquez. anak dari Grey's faresta Marquez dan Gisel Stella Cornelia. Greenland adalah umur 5 tahun. Gisel saat itu marah langsung membawa anak pergi jauh dari keluarga Marquez. Ia tidak ingin kehilangan anaknya sumber mata pencari uang, dia tidak akan melepaskan begitu saja.


Green tumbuh menjadi laki-laki dua karakter, kadang ia menjadi dingin kadang menjadi hangat.


Setelah kepergian mantu dan cucunya Rebecca menatap tajam ke arah sang putra.


"Sudah jelaskan.!! Aku hanya mencintai Tanu tidak ada yang lain.. Dan aku mau menikahi Vanandya hanya untuk memiliki keturunan."


PLAK. Tamparan keras dari mamahnya, ia tak menyangka kalau pikiran anaknya sangat brengsek.


"Mama, benar-benar tak menyangka kalau pikiran kamu sejahat itu.. Dia adalah anak, dari sahabat mama. Varisa, apa kamu tidak mikirin jika sahabat mamah tau? Persahabatan mama dengan dia akan hancur " Setelah Rebecca berkata seperti itu ia terduduk lemas dengan iar mata yang mengalir.


Prok prok prok. Suara tepuk tangan menggelegar memenuhi ruangan itu, sampai membuat, Virendra, Grey's, Victory dan Rebecca terkejut dengan suara itu.


"Saya tak menyangka tuan Virendra akan melakukan hal sekeji itu? Tapi tidak apa-apa, tapi saya juga tidak sebodoh apa yang anda kita tuan Vir. Aku tidak akan hamil walaupun berapa kali kamu menyentuhku dengan kasar, dan untuk permasalahan ini kalian tenang. Aku jamin hubungan mama sama bunda tak akan hancur "Setelah mengatakan itu, Vanandya keluar dari mansion Marquez. Saat ini perasaannya sedang hancur, ia sakit saat Virendra berkata seperti itu kepada dirinya. Ia tau semuanya, tapi mendengar dari mulut suami'nya rasanya sangat sakit.


Dia sudah mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, pikirannya sedang kacau tak terbentuk.


Di dalam mansion. Virendra termenung membayangkan apa yang barusan terjadi, sambil mencerna perkataan istrinya


"Puas kamu Vir puas"Bentak Rebecca kepada anaknya itu.

__ADS_1


Victor. Berkata dengan bijak, kepada anaknya. Jika dia benar-benar mencintai Vanandya kejarlah dia sampai ke ujung dunia. Karena ia tau kalau anaknya tidak menyadari kalau dia sudah sangat mencintai Vanandya.


Virendra, pun menganggukkan kepalanya. Lalu pergi dari ruangan itu, dia akan mengejar di mana istrinya berada.


***


Di dalam mobil, seorang wanita sedang menangis sejadi-jadinya, ia begitu sakit.


"Brengsek, kenapa aku bisa sêsakit ini? Tidak mungkin jika aku mencintai pria bajingan itu "Ujarnya sambil menyetir mobilnya dengan kecepatan tingginya.


Vanandya tak menyadari kalau mobilnya di ikuti oleh seseorang, karena vanandya sedang sakit hati. Ia membiarkan saja. Jika dia ingin melawan, tentunya ia akan menghadiahkan sebuah bom.


Tepat di sebuah pantai jauh dari kota jauh dari pedesaan ia menghentikan mobilnya di tempat itu.


Dan mobil yang tadi mengikuti mobilnya juga ikut berhenti tak jauh dari mobilnya yang ia parkirkan.


Vanandya, menjadi ada seseorang mengikutinya diam saja. Ia saat ini sedang duduk sambil menikmati pemandangan sore hari di pantai dengan di temani Angin sepoy-sepoy.


"Buat apa anda mengikuti saya tuan?"Ucap Vanandya tanpa mengalihkan tatapannya ke pantai.


Pria yang tak lain adalah Virendra, hanya diam saja jujur saat ini ia merasa gugup berbicara dengan istrinya.


"Vanandya"


"Apa?"


"Kenapa kamu mengatakan kalau kamu tidak bisa hamil?"


"Ck, Ck. Ku kira kamu mau meminta maaf kepada atas perkataan mu, namun aku salah orang seperti mu itu ga pernah meminta maaf kepada siapapun."


"Jawab aku Vanandya?"


"Ok, Ok aku jawab. Aku tidak akan hamil dengan pria yang tidak mencintai ku, begitu pun sebaliknya. Aku hanya akan memberikan seorang keturunan kepada pria yang tulus mencintai ku."


"Brengsek teryata kamu sudah ada pria lain? Aku tidak akan membiarkan kamu dekat dengan pria lain selain diriku."


"Kenapa anda marah tuan, seharusnya anda senang aku punya kekasih, begitupun dengan anda yang memiliki kekasih."

__ADS_1


"Ya. Karena aku....


__ADS_2