CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
BAB 65


__ADS_3

"Apa kau tau waktuku adalah.."Ucapan Valdes terpotong saat melihat sosok wanita yang dia rindukan sejak berapa taun silam, bahkan wanita di depannya lebih sempurna di bandingkan yang lalu.


Sosok big bos di situ juga sama terkejut dengan apa yang dia lihat. Bisa-bisanya dia bertemu dengan suaminya.


"Vanandya!"


"Valdes!"


Ucap mereka bersamaan, valdes perlahan berdiri dari duduknya lalu mendekati sosok yang sudah menjadi istri dari dirinya walaupun harus ia sembunyikan dari orang terdekatnya.


Setelah bertatap-tatapan Valdes memeluk Wanita yang tak lain adalah Vanandya, ia mulai sekarang tidak ingin lagi melepaskan sosok orang tercintanya.


Kairo tercengang tak menyangka teryata CEO VND GROUP adalah istri dari tuannya, memang dunia ini sempit, sesempit lubang semut.


Mereka pun saling melepas rindu dengan saling berpelukan,


"Ekgmm ekgmm,"Kairo sengaja melakukan itu agar mereka berhenti bermesraan di depan jomblo.


Vanandya dan Valdes pun kembali ke ekspresi datar dan dingin.


"Jadi ini kantor kamu sayang?"


"Sebaiknya itu di bicarakan lain waktu, karena saat ini aku ingin membahas musuh-musuh keluargaku"


Valdes mengangguk kepala, lalu ia pun menujui ucapan sang istri.. Karena mungkin istrinya mengetahui sesuatu tentang keluarga Miharjo yang dulu hilang bak di telan bumi.


"Mungkin kalian sudah mengetahui asal-usul dari tuan Tholense dan tuan Miharjo, tapi harus kalian ingat karena itu hanya sebagian dari cerita dan selama tiga taun ini aku terlah menyelidiki kasus hilangnya pewaris Tholense."


Valdes dan kai yang emang dari dulu sangat penasaran dengan teka-teki itupun langsung mengatakan kepada Vanandya untuk segera menceritakan tentang itu.


"Cepat apa yang kamu dapat sayang?"Ucap Valdes yang sangat penasaran.


Vanandya berdecak sebel karena suaminya yang sangat tidak sabaran dengan apa yang ia dapat.


"Sayangnya aku belum dapet apa-apa"

__ADS_1


"Ck!! Kirain kamu mengetahuinya.. Aku sudah berusaha mencari informasi itu, tapi tetap aja selalu di tutup dan seperti ada seorang yang menyembunyikan dari balik layar.. Dan hilangnya tuan W, gak dapat di temukan."Ucap Valdes kepada Vanandya.


Mereka terdiam sejenak memikirkan semua itu, tapi tidak dengan Valdes yang bergelut manja kepada istrinya.


"Oh iya sayang dimana anak kita? Bukannya kamu sudah melahirkan?"Tanya Valdes.


Valdes yang melihat istrinya berubah menjadi sendu pun berpikir yang tidak-tidak ia tidak ingin mendengar kalau buah cintanya tak bisa di selamatkan.


"Jawab na?! Apa putraku baik-baik saja?"Valdes sudah menaikkan suaranya.


"Hiks.. Hiks.. Hikss. Kok kamu membentak aku si kan aku sedih gak bisa mengasih tau kamu kalau anak kita ada dua."


Valdes yang cuma mendengar samar-samar suara vanandya pun tak begitu mendengarnya.


"Kamu bilang apa tadi?"


Vanandya pun menjelaskan kalau anak-anaknya baik-baik saja, bahkan buah cinta mereka ada dua. Dan sangat tampan-tampan seperti Valdes. Lalu Valdes menunjukan foto anaknya kepada sang suami,


"Jadi anakku adalah twins?"Vanandya menganggukkan kepala dengan pertanyaan sang suami. Valdes pun sangat bahagia langsung memeluk tubuh istrinya dengan erat,


Valdes pun menunjukan kepada pada kai anaknya kandungannya. Kai sangat bahagia melihat tuanya sangat bahagia.


"Sayang aku akan menunjukkan kepada dunia kalau mereka adalah keturunan dari Marquez."


"Tidak sayang! Aku sudah berusaha sebaik mungkin bahkan tidak ada seorang pun yang mengetahui kalau aku memiliki seorang bayi twins."


Senyum Valdes yang tadi mengembang langsung surut mendengar jawaban istrinya.


"Kenapa? Mereka juga harus tau kalau pewaris sudah lahir dan agar anak-anak mengetahui siapa mereka sebenarnya."


"Kau jangan egois val. Jika mereka mengetahui siapa twins sebenarnya maka hidup mereka akan terancam apa lagi dia adalah keturunan keluarga Miharjo yang sedang di Icar oleh para musuh. Apa kau tau keluarga Miharjo tidak pernah mengenalkan keturunannya kepada orang-orang karena dia takut keturunannya akan terancam."Bentak Vanandya yang tidak menyukai usulan dari suaminya yang ingin memperkenalkan twins kepada dunia. "Biarkan ini berjalan semestinya sampai mereka menjadi anak-anak yang kuat."


Valdes terdiam mencerna setiap perkataan sang istri, Kairo yang melihat perdebatan mereka pun bersuara.


"Benar apa yang terlah nyonya katakan tuan.. Jika tuan memperkenalkan twins kepada dunia maka twins akan terancam bahaya."Ucap Kairo membernarkan perkataan sang nyonya.

__ADS_1


Dengan berat hati Valdes menujui ucapan Vanandya ia juga tidak ingin jika anak-anaknya akan dalam bahaya Walaupun dia bisa menyewa seribu bodyguard untuk menjaga anaknya.. Tapi itu tak menjamin anaknya akan aman, apa lagi musuh yang mereka hadapi sangat licik.


"Hm.. Val Ayah mengundang mu makan malam karena dia ingin melihat kau memohon untuk jadi mantu'nya."


Valdes yang mendengar perkataan Vanandya merasa tercengang. Entah ini kabar buruk atau kabar baik, tapi karena ayah mertua yang mengundang dirinya maka ia akan datang dan meminta restu.


Vanandya pun mengajak mereka keluar dari ruangan itu, tujuannya adalah restoran karena mereka ingin makan siang bersama setelah sekian lama.


***


Di ruangan bernuansa gelap, seorang wanita dan pria sedang membicarakan sesuatu hal yang penting.


"Gimana Wanita itu?"


"Sayang kamu ingin marah-marah mulu, aku jadi takut"Ucap pria itu dengan manja.


"Rudra Eufrat lacerta. Bisa tidak fokus sebentar aku sangat menghawatirkan keadaan wanita itu."


Pria yang bernama Rudra Eufrat lacerta pun hanya tersenyum geli saat melihat wajah istrinya memerah karena candaan dirinya.


Eleanor Roosevelt hanya menatap jengah ke sang suami, walaupun usia sudah tua namun keromantisan tidak pernah hilang dari hati mereka.


Lalu Rudra pun menjelaskan kalau wanita yang di sekap oleh virendra sudah di amankan berapa bulan yang lalu,


...FLASHBACK ONN...


Saat itu Tanu sedang di siksa habis-habisan karena berencana kapur dari kediaman rumah virendra, dan itu membuat kemarahan vir memuncak bahkan ia juga menyiksa anak Tanu sampai membuat anak itu menangis sejadi-jadinya karena merasakan sakit sekujur tubuhnya yang terkena pukul oleh ayahnya.


Tanu hanya bisa menangis histeris melihat anak semata wayangnya di pukuli oleh virendra, andaikan ia tak mencintai virendra sedalam samudra mungkin ia sudah kabur sejak dulu, namun sekarang cinta itu pudar saat melihat virendra yang selalu memukul anak yang tak bersalah apa lagi anak yang baru menginjak umur empat tahun.


Virendra yang memang masih mencintai Vanandya hanya bisa melampiaskan kepada Tanu wanita yang di anggap sebagai seorang pel**ur dan bagaikan jal*Ng yang haus akan belaian dan harta. Namun tidak dengan hatinya dia seperti seorang malaikat.


Setelah penyiksaan itu virendra pergi, karena ia harus pergi ke luar negri untuk mengurus proyek yang ada di sana. Ia pun menyuruh bodyguard untuk memperketat pengawasan ia tak ingin ibu dan anak itu kabur dari tangannya.


"Nona ikutlah bersama kami.."

__ADS_1


__ADS_2