CINTA DI ATAS PERJODOHAN

CINTA DI ATAS PERJODOHAN
Bab 23


__ADS_3

Amora berjalan dengan tertatih-tatih, memasuki mansion'nya ia sangat hancur. Saat ia memasuki mansion'nya ia melihat kakak'nya di ruang tamu bersama dengan asisten Gilang Cakra Ananta, lalu ia memanggil kakak'nya itu.


"Kakak.."Panggil Briana kepada kakak'nya.


Gilang dan virendra yang mendengar suara Briana lalu menatap ke arah suara itu, mereka terkejut dengan penampilan Briana yang sangat berantakan. Bahkan mereka melihat ada tanda merah di leher briana, mereka lalu mendekati adiknya itu.


"Briana. Apa yang terjadi sama kamu kenapa kamu seperti ini."Virendra bertanya dengan sedikit keras, saat Briana pulang dengan keadaan kacau.


Briana, tak bisa mengatakan apa-apa. Ia takut akan kemarahan kakak'nya itu, apa lagi kak virendra sangat mengerikan.


Rebecca yang ada di dalam ruang makan, langsung berlari saat melihat putrinya Briana pulang ke kediamannya.


Ia lalu memeluk tubuh anaknya itu, ia sangat menghawatirkan keadaan putrinya itu.


"JAWAB AKU BRIANA APA YANG KAMU LAKUKAN.?!"


Virendra sangat peka terhadap keadaan adiknya itu, karena ia melihat tanda kepemilikan, jalan yang mengangkang, bahkan Briana pulang dengan keadaan kacau.


"Aku di per*osa."


Jawaban singkat dari Briana, membuat seluruh yang ada di situ mematung dengan perkataan Briana.


PLAK.


Satu tamparan mendarat di pipi Briana, dari sang kakak. Briana hanya pasrah di tampar oleh kakak'nya.


"Jawab kakak siapa orang yang terlah memper*osa kamu?"Tanya virendra.


"Agra."


Victor, yang mendengar putri satu-satunya di nodai oleh seorang pria. Menyuruh seluruh anak buahnya mencari keberadaan Agra ia ingin memberikan pelajaran kepadanya karena terlah memper*osa anaknya.


Rebecca, lalu menuntun putrinya agar untuk duduk di sofa. Dan ia meminta kepada Vanandya untuk membuatkan teh hangat untuk putrinya.


Setelah Vanandya membuatkan teh hangat ia mengantarkan kepada adik iparnya.


"Di, minum dulu. Pasti kamu syok dengan yang terjadi, aku harap mental kamu kuas seperti saya, yang di per*osa yang notabenenya adalah suami sendiri."Ucap Vanandya dengan lirih. Namun masih bisa di denger oleh suaminya.


DEGH.


Jantung virendra berdetak dengan kencang, ia merasa tertekan singa. Saat istrinya mengucapkan kata seperti itu, ia tidak ada niatan untuk melakukan istrinya seperti itu.


Bukan hanya virendra yang terkejut tapi orang yang ada di situ juga terkejut, mereka tidak menyangka kalau vanandya berkata seperti itu.


"Vanandya apa maksud kamu?"Rebecca yang sedang duduk di dekat putrinya tentu saja mendengarnya.


Vanandya menghela nafas panjangnya, ia keceplosan terlah mengatakan seperti itu di depan Keluarga'nya.


"Bukan, apa-apa mah."


Vanandya lalu duduk di sofa panjang deket adiknya itu. Namun, baru saja duduk ada panggilan telepon masuk ke ponselnya.

__ADS_1


"Aku, permisi sebentar."Ucap Vanandya kepada semua orang.


Vanandya lalu meninggalkan ruang tamu yang masih terdapat anggota keluarga, mereka sedang mencari tentang agra. Ia lalu mengangkat panggilan itu.


"..."


"Kenapa?"


"...."


"Aku akan kesana."


"...."


"Kamu tenang aja."


"...."


"Iya Bun, aku akan menemani bunda."


"...."


"10 menit aku sampai sana."


"...."


Vanandya pun mematikan sambungan teleponnya lalu berbalik ingin ke ruang tamu. Namun, saat ia berbalik ia melihat suaminya sudah ada di depannya.


"Siapa?"


"Dia bunda aku vir, dia meminta aku untuk datang karena ayah, sedang berada di luar negeri."


Tanpa mengatakan apapun, vir menyeret istrinya agar mengikuti dirinya.


Semua keluarga terkejut dengan tindakan vir yang menyeret Vanandya, mereka lalu mengikuti kemana mereka pergi.


"Virendra.!"Panggil Rebecca, namun tak di denger oleh anaknya itu.


***


Cittt. Suara ban mobil dan aspal saling bergesekan, mobil BMW berhenti di pekarangan mansion keluarga lacerta.


"Turun."


Vanandya pun turun dari mobilnya lalu berjalan memasuki mansion yang terlah lama ia tinggali. Virendra setelah memarkirkan mobilnya berjalan mengikuti istrinya itu.


"Sayang akhirnya kamu datang juga?"Ucap sang varisa menyambut baik kedatangan anak dan mantunya itu.


Varisa lalu mengajak anaknya berserta mantu'nya untuk ikut makan siang bersamanya, karena ia merasa kesepian jika makan sendirian.


Saat ini mereka berada di meja makan, lalu varisa menyuruh anaknya untuk mengambilkan makanan untuk suami'nya itu.

__ADS_1


"Maaf ya mantu, bunda hanya bisa memasak makanan ini,"Ucap varisa dengan lembut.


"Hm gak papa ta.."Sebelum virendra menyelesaikan ucapannya, sudah terlebih dulu di potong oleh sang mama arisa. "Mulai sekarang manggil aku bunda, seperti. Ana memanggil tante dengan sebutan bunda."Titah varisa, kepada sang mantu.


Virendra mengangguk setuju, ia lalu makan yang sudah di ambilkan oleh istrinya itu. Saat ia memakan masakan bunda varisa, ia tak menyangka kalau masakan bunda varisa tidak kalah enak dengan masakan vanandya.


"Gimana, masakan bunda enak atau engga?"


"Enak kok Bun."


Vanandya hanya memutar bola matanya, jengah melihat keakraban, bunda dan juga suami'nya.


Mereka pun asik mengobrol sampai melupakan seorang wanita yang sudah sangat kesal, karena di cuekin. Ia lalu berjalan meninggalkan mereka,


"Sepertinya dia cemburu karena merasa di cuekin."Ucap Nyonya varisa,


Dia sangat tau, kalau anaknya sangat tidak suka di cuekin oleh seseorang. Dia akan berubah menjadi dingin karena merasa dirinya di abaikan, lalu ia meminta kepada virendra untuk menemui Vanandya di kamarnya.


Virendra menganggukkan kepalanya, ia lalu pergi ke lantai dua, ia pun masuk kedalam kamar Vanandya yang sudah di beri tau oleh bunda varisa.


Saat di kamar Vanandya ia kagum dengan interior kamar istrinya yang terkesan sederhana namun sangat elegan.


"Kamarmu bagus."


Vanandya sedang bermain dengan laptopnya, hanya menjawab dengan deheman, tanpa. Mengalihkan pandangannya dari laptop.


Virendra yang merasa kesel pun merebut laptop istrinya itu,


"Bisa tidak kalau orang sedang berbicara, di dengerin?"


"Kamu nanya?"


Vanandya lalu berjalan melewati virendra. Namun, tangannya di cengkram dengan kuat oleh Virendra. Dengan kasar dia menghempaskan tubuh Vanandya ke kasur.


Setelah Vanandya terlentang di atas kasur ia langsung mengungkung tubuh istrinya itu.


"Sepertinya kita akan menikmati kenikmatan untuk yang ketiga kali. Ayo jal*ng'ku puaskan aku."


Sebenarnya virendra berkata seperti itu karena ia ingin bermain dengan buas, tapi perkataan itu di ambil hati oleh Vanandya. Ia merasakan sakit hati atas perkataan jal*Ng.


Karena wanita itu tak kunjung melakukan, ia kembali merobek dengan kasar baju yang di kenakan oleh istrinya.


"Aku sudah menafkahi dirimu jadi kamu harus memberikan tubuh mu kepadaku."Ucap dingin virendra kepada istrinya.


Ia lalu melepaskan kain yang menempel di tubuhnya. Setelah mereka sama-sama polos, Virendra menancapkan Pusakajaya ke liang ajaibnya itu, tanpa pemasaran.


"Akhhhhh."Desah Vanandya yang merasakan sakit bercampur nikmat saat pusaka itu menancap di lubang ajaibnya.


"Kau harus mengandung anakku..


...****************...

__ADS_1


__ADS_2