
Kejadian kedua wanita mengejutkan mereka semua karena ke-dua nya datang secara bersamaan hal itu membuat tanda tanya keluarga Marquez,
Ameera Marquez
Eriska Adiwilaga.
Kedua wanita datang dengan berdampingan bahkan mereka seperti sudah mengenal satu sama lain ke-duanya tidak ada kecanggungan.
Rebecca bertanya kepada putrinya kenapa dia datang bersama Eriska musuh keluarga Marquez dan keluarga lacerta. Dan Rebecca langsung meminta kepada Ameera untuk segera menjauh dari Eriska karena ia tidak ingin jika putrinya tertular virus kejahatan Eriska.
Namun ke-dua nya tersenyum sinis karena mendengar perkataan dari Rebecca, mereka pun langsung berjalan ke kursi yang masih kosong itu dan duduk secara bersamaan.
"Rebecca, sayang sekali putrimu tidak mau menuruti perintah kamu, ups, putriku maksudnya." ucap Eriska dengan sinis.
Deg.
Mereka terdiam dengan apa yang terlah di katakan oleh Eriska, yang mengatakan kalau Ameera anak dari Eriska, tentu saja Rebecca tidak percaya dengan apa yang terlah di katakan oleh Eriska. Karena ia sendiri lah yang melahirkan Ameera.
"Eriska, kamu jangan mengaku-ngaku kalau Ameera adalah putri mu karena dia adalah putriku bukan. Putri mu!" ucap Rebecca yang meninggikan suaranya.
Hahahah.!
Tawa Eriska menggema di ruang makan, mendengar perkataan Rebecca, lantas ia pun berucap kembali.
"Rebecca, Rebecca kau ini bodoh atau bagaimana? jelas-jelas Ameera adalah putri kandungku bersama dengan mas vinton, benar begitu sayang?" ucap Eriska yang menatap ke arah vinton.
Vinton yang sejak tadi diam pun langsung menatap datar ke arah Eriska karena dia menatap dirinya. Bahkan ia tidak tau kalau Ameera adalah anak dari Eriska.
Karena kesal vinton tidak menjawab perkataan dirinya, ia pun langsung menunjukkan bukti kalau Ameera adalah anak kandung vinton dengan dirinya.
Vinton dengan datar menerima surat itu dan memulai membaca isi di dalam amplop tersebut, bahwa ayah biologis Ameera adalah dirinya bahkan hasil DNA menunjukan kalau 99% Ameera darah dagingnya.
__ADS_1
Lantas Victor merebut surat yang berada di tangan vinton dan seketika itu juga Victor langsung terdiam, ia benar-benar tidak menyangka ternyata selama ini Putrinya adalah anak dari ayah dengan wanita lain.
Sekarang giliran Rebecca yang merebut surat itu dari tangan suami'nya, karena ia tidak percaya kalau Ameera adalah putri dari Eriska. Dan setelah membaca surat itu jantung Rebecca berdetak lebih kencang. Antara sedih dan tidak percaya, membaca isi surat itu.
"Gak ini gak mungkin! Gak mungkin Ameera putri kamu gak aku gak percaya itu, pasti kamu memalsukan semua'nya kan?" bentak Rebecca yang langsung berdiri dan melepaskan lembaran kertas ke muka Eriska,
"Hahah. Terimalah kenyataan Rebecca kalau Ameera adalah putriku bukan putri kamu dan aku lupa terlah membunuh anakmu dan aku gantikan dengan anak aku," ucap Eriska.
Lagi-lagi membuat semua keluarga terkejut dengan perkataan dari Eriska kalau anak Rebecca terlah di bunuh dan di gantikan oleh putri dari Eriska.
Rebecca yang sangat terpukul langsung berlari keluar dari ruang makan, dengan di susul oleh Victor. Bukan hanya mereka saja yang pergi tapi yang lain juga ikut pergi,
Di tempat itu hanya tersisa, Eriska, Ameera, Gisel dan vinton yang sedang menatap ke arah tiga wanita jahat itu. Ia lalu membuka suara dengan aura yang sangat dingin.
"Gara-gara kalian Keluargaku jadi seperti ini? Aku bersumpah pada diriku sendiri bakalan menghancurkan kalian!" ucap vinton.
Lalu vinton menatap ke arah Ameera yang yang ia kira adalah cucunya. Namun setelah mengetahui kalau ia tau kalau Ameera adalah anaknya dari perempuan licik itu, rasa sayangnya mulai berubah kepada Ameera.
"Ameera apapun itu, aku tidak akan pernah mengakui kalau kamu sebagai anak aku,.ingat itu dan jangan harap kau dan ibumu itu mendapatkan kekuasaan di kediamanku!" sambung vinton dengan dingin.
**
Sementara di kamar Vanandya.
Vanandya sangat tidak percaya kalau Ameera adalah anak dari Tante Eriska yang notabenenya adalah adik tiri dari bunda'nya,
"Aku tidak menyangka teryata Ameera adalah anak dari wanita itu?" gumam Valdes.
Padahal ia sangat menyayangi Ameera, bahkan rasa sayang itu melebihi segalanya. Namun ia tidak pernah menunjukkan rasa sayangnya kepada Ameera.
"Aku juga tidak menyangka kalau Ameera anak dari Eriska. Bahkan yang lebih mengejutkannya lagi kakek adalah ayah biologis dari Ameera. aku benar-benar tidak menyangka akan hal itu," ucap vanandya,
__ADS_1
"Pasti saat ini mama sangat terpukul sekali mendengar kenyataan semua ini bahkan Eriska mengatakan dengan terang-terangan kalau dia sudah membunuh anak yang di lahirkan oleh mama." sambung Vanandya.
Valdes menghela nafas panjang lalu menghembuskan dengan kasar. Mendengar apa yang di katakan oleh vanandya memang benar pasti saat ini mama'nya sedang bersedih dan terpukul mendengar kenyataan pahit dari Eriska.
Keduanya pun saling terdiam tak lagi membahas masalah barusan karena jika mereka terus mengatakan itu kesedihan akan semakin dalam.
***
Di lain tempat juga merasakan hal yang sama mereka sangat terpukul dengan apa yang mereka dengar.
"Ver, aku tak menyangka ternyata Adik perempuan kita satu-satunya adalah bibi kita. Aku masih belum percaya," ucap Laksh dengan sedih.
"Kamu benar teryata kak Ameera bukan kakak aku melainkan Tante kita sendiri. Padahal selama ini kakak selalu menjagaku," ucap Vernon dengan sedih.
Keduanya pun langsung berpelukan satu sama lain untuk melepas kesedihan karena Ameera bukan lagi menjadi kakak atau adik buat mereka, tapi bibi mereka.
Setelah puas berpelukan mereka pun melepaskan pelukannya dan saling menatap satu sama lain. dan Laksh pun berkata kepada Vernon.
"Ver, seperti aku akan segera menikahi leksa agar aku bisa seperti valdes!" ucap Laksh yang tiba-tiba ingin menikahi leksa apa lagi dengan kejadian yang tidak sengaja itu.
"Jangan-jangan kau..." ucap Vernon yang Langsung menghentikan ucapannya karena tidak ingin laksh mengetahui apa yang terlah ia buat.
"Jangan-jangan apa?" ucap Laksh yang penasaran dengan apa yang terlah di katakan oleh Vernon. Karena ia sangat penasaran pun bertanya kepada Vernon.
Namun bukannya menjawab pertanyaan Laksh ia langsung pergi dari hadapan Laksh ia tidak ingin Laksh mengetahui lebih dalam lagi, bisa-bisa kakak iparnya akan melakukan kejahatan kepada dirinya bahkan ia akan mendapatkan hukuman dari Valdes.
Laksh pun langsung mengejar langkah Vernon yang ingin mengetahui apa yang Vernon ketahui sampai dia tidak mau mengatakan kepada dirinya.
Saat mereka saling kejar-kejaran seorang wanita datang menghampiri mereka dengan tampang arogan.
"Bisa tidak kalian jangan kejar-kejaran? jika kalian ingin kejar-kejaran nih di Lapang jangan di mansion," ujar seorang wanita dengan sinis.
__ADS_1
"Lah terserah kita dong mau kejar-kejaran di mansion ke, di lapang ke, itu terserah kita toh mansion ini milik kita bukan milik anda!" ucap Laksh dengan kesal.
Akhhhh.!